Semua artikel
Perilaku

Inilah yang Sebaiknya Kita Lakukan Saat Menanggapi Teman Curhat

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap orang membutuhkan telinga yang sabar untuk mendengarkan segala tekanan dan penderitaan dalam hidupnya. Yakni salah satunya dengan curhat, yang merupakan salah satu bentuk pelepasan katarsis. Ini adalah proses pembersihan di mana emosi dibiarkan keluar melalui tangisan, teriakan, tawa, berbicara, atau cara lainnya. Perlu seseorang yang dapat menanggapi Anda ketika sedang curhat sebagai bentuk validasi emosi dan pencarian dukungan emosional.

Curhat adalah cara untuk merasionalisasi kekhawatiran, kemarahan dan frustrasi, keraguan dan ketakutan seseorang. Ingatlah bahwa ketika seseorang melampiaskannya kepada Anda, itu berarti orang tersebut sudah kewalahan dan berada di bawah banyak tekanan. Jadi mereka membutuhkan seseorang untuk mengungkapkan perasaan terdalam mereka.

Mungkin Anda pernah menemukan diri Anda pada situasi di mana seseorang memilih Anda sebagai teman curhat, namun Anda tidak yakin bagaimana menanggapi curhatan tersebut. Pun karena kita tahu bahwa pentingnya memvalidasi emosi orang lain, dengan memberikan respon terbaik saat salah satu teman kita sedang curhat.

Hingga Anda bingung untuk menentukan hal yang benar untuk dikatakan setelah mereka curhat. Apakah harus Anda biarkan mereka berbicara terus dan Anda hanya mendengarkan saja? Atau haruskah Anda membantu mencoba untuk memperbaiki masalahnya?

Mengetahui cara bereaksi dengan tepat bisa jadi rumit, tetapi ada cara untuk menangani percakapan ini. Berikut adalah beberapa cara yang tepat dan juga bermanfaat ketika menanggapi seseorang yang sedang curhat.

1. Validasi Perasaan Mereka

Ketika seseorang sedang curhat, hal yang paling penting ialah dengan validasi perasaan mereka. Anda harus membiarkan mereka berbagi cerita untuk memberikan mereka kesejahteraan emosional. Curhat menjadi kesempatan untuk mereka mengeluarkan segala emosi yang ditekan untuk kemudian diungkapkan dan diproses demi kesejahteraan mental.

Kebanyakan orang cenderung curhat untuk didengar, terhubung dan merasa bahwa emosi dan perasaan mereka valid. Dengan demikian, tujuan mereka curhat juga agar perasaan dan emosi mereka juga dapat tervalidasi.

Untuk itu, Anda dapat memberikan respon seperti tanggapan yang tampaknya tertarik, terhubung dan memvalidasi dari pendengar. Termasuk seperti, “Oh wow” “Bagus!” “Oh, itu pasti sulit bagi Anda” “Lalu apa yang terjadi?” dan sebagainya. Bisa juga Anda menambahkan bahasa tubuh seperti melakukan kontak mata, menoleh ke arah pendengar, memberi isyarat bersama mereka, dan secara umum menyamai tingkat energi mereka.

Baca juga: Mengatasi Rasa Dendam dengan Memaafkan

2. Jangan Pernah Untuk Mengkritik Perasaan Mereka

Saat seseorang sedang curhat, jadilah pendengar yang aktif. Ini tentu dapat menghibur dan meredakan gejolak mental mereka. Sehingga jangan pernah mengkritik perasaan mereka karena itu akan membuat mereka merasa bersalah dan lebih kesal atas tindakan mereka. Hingga bahkan lain kali mereka mungkin enggan untuk kembali curhat dengan Anda untuk mendapatkan dukungan emosional.

Alih-alih mengkritiknya, Anda dapat mengajukan beberapa pertanyaan sebagai dukungan emosional, seperti “Apa yang menjengkelkan?” atau “Mengapa Anda terlihat sangat marah atau frustasi?” dan lain sebagainya.

Seseorang yang melampiaskan perasaannya sedang mencari dukungan emosional. Oleh karena itu, mengajukan beberapa pertanyaan lanjutan kepada mereka berarti Anda mengkhawatirkan mereka dan sangat ingin membantu mereka menyelesaikan masalah mereka.

3. Ikuti Cara Bereaksi yang Tidak Menghakimi

Anda perlu menangani berbagai hal dengan tenang dan membiarkan mereka memahami alasan sebenarnya dari kemarahan atau kekesalan mereka. Oleh karena itu, hindari keputusan dan kesimpulan yang terburu-buru yang dapat membuat mereka merasa lebih kesal saat menanggapi curhat mereka. Bantu mereka untuk mengambil jeda dan intropeksi diri tentang perasaan mereka.

Anda juga dapat membantu mereka mengembangkan wawasan tentang masalah terdalam mereka dan menyelesaikannya sepenuhnya. Di satu sisi, Anda membantu mereka melihat situasi dari semua ujung dan mengembangkan  pandangan yang logis dan rasional untuk mengelola perasaan negatif mereka dengan cara yang lebih baik.

4. Jangan Terlalu Fokus Pada Solusi

Banyak orang curhat melakukannya karena berbagai alasan, tetapi hampir tidak pernah mereka yang meminta seseorang untuk memperbaiki masalah yang tengah mereka hadapi sendiri. Namun terlalu sering respon seseorang saat membahas sesuatu yang emosional justru pendengar mencoba untuk menyederhanakan apa yang dikatakan lawannya untuk menerapkan solusi yang mudah.

Ini terjadi karena pendengar bermaksud baik ingin menenangkan emosi dan tidak yakin bagaimana melakukannya. Juga umum terjadi ketika pendengar merasa tidak berdaya dalam menghadapi sesi curhat yang panjang dan mengalami kesulitan untuk mengatasi emosi tersebut di dalam tubuh mereka sendiri.

Namun sayangnya, memasuki mode yang berfokus pada solusi ketika seseorang tidak mencari jenis bantuan itu adalah cara yang cepat dan efektif untuk mematikan emosi seseorang yang mungkin hanya (peringatan spoiler) dan mencoba untuk tetap terhubung dan diakui.

5. Kurangi Menyela, Tanyakan Apa yang Mereka Butuhkan Dari Anda

Disela ketika Anda berbicara panjang lebar tentu mengesalkan, bukan? Pun demikian ketika seseorang curhat, pasti merasa kesal saat pelampiasan perasaannya Anda sela. Untuk menghindari penyelaan ini, sebelum mereka curhat, Anda bisa menanyakan apa yang mereka butuhkan dari Anda. Ini juga dapat membantu Anda mengetahui respon atau sikap yang sepantasnya Anda berikan kepada teman curhat Anda saat menanggapi nya.

Menanyakan apa yang dicari seseorang sebagai hasil dari sesi curhatnya adalah keterampilan penting yang dapat digunakan kapan pun saat dibutuhkan. Anda akan menemui bahwa pelampiasan dengan curhat untuk menghubungkan orang akan jauh lebih penting dan banyak dibutuhkan dibanding dengan jawaban, “Saya sangat membutuhkan nasihat Anda”.

6. Jangan Menawarkan Bantuan Kecuali Diminta

Tidak semua orang yang curhat membutuhkan saran atau solusi dari Anda sebagai lawan curhatnya. Namun banyak yang salah mengartikan bahwa mereka mengeluh dan membutuhkan bantuan untuk memecahkan masalahnya.

Ini adalah jebakan nomor satu yang harus dihindari, yakni menawarkan saran. Meskipun mungkin Anda memiliki saran terbaik yang bisa Anda berikan, akan lebih baik Anda menyimpannya terlebih dahulu. Kecuali jika orang tersebut secara khusus meminta saran dari Anda, kemungkinan besar mereka hanya ingin seseorang memberikan ruang untuk mereka dan mendengarkan saat mereka  berbicara dengan lantang, untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Baca juga: Model Enright Dalam Terapi Forgiveness

 

Sumber:

How to Respond to Someone Venting. (2023, March 30). UpJourney. https://upjourney.com/how-to-respond-to-someone-venting

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Inilah yang Sebaiknya Kita Lakukan Saat Menanggapi Teman Curhat — DeepTalk