Semua artikel
Gangguan Psikologi

Inilah Tandanya Jika Seseorang Mengalami Hoarding Disorder

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kamu pernah mendengar tentang Hoarding Disorder? Ini adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang sulit untuk membuang barang-barang yang sebagian besar dianggap tidak berguna oleh orang lain. Orang yang menderita Hoarding Disotrder cenderung mengumpulkan dan menyimpan barang secara berlebihan. Bahkan hingga rumah mereka terisi penuh dengan barang-barang yang menumpuk. Dalam pembahasan kali ini, kita akan mengetahui ciri-ciri yang dapat membantu kita mengidentifikasi seseorang yang menderita Hoarding Disorder.

Kesulitan Membuang Barang

Hoarding Disorder melibatkan kesulitan yang signifikan dalam membuang barang. Bagi seseorang yang menderita gangguan ini, membuang barang bisa menjadi tugas yang sangat sulit dan memicu kecemasan yang intens. Mereka mengembangkan hubungan emosional yang kuat dengan barang-barang yang mereka simpan, meskipun sebagian besar orang mungkin menganggapnya tidak berharga atau tidak berguna. Mari kita jelajahi lebih detail mengapa mereka mengalami kesulitan membuang barang dan bagaimana perasaan ini mempengaruhi mereka.

Ketika seseorang dengan Hoarding Disorder berhadapan dengan keputusan untuk membuang barang, mereka sering kali merasakan ketidaknyamanan yang luar biasa. Mereka bisa mengalami perasaan kehilangan atau kecemasan yang intens, terlepas dari nilai praktis atau materi yang dimiliki oleh barang tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi pemikiran dan emosi mereka.

Salah satu faktor utama adalah ikatan emosional yang kuat yang dikembangkan oleh orang yang menderita Hoarding Disorder terhadap barang-barang tersebut. Barang-barang yang tampaknya tidak berharga bagi orang lain mungkin memiliki makna khusus bagi mereka. Misalnya, barang-barang itu bisa memiliki kenangan yang terkait erat dengan masa lalu, orang yang mereka cintai, atau pengalaman penting dalam hidup mereka. Dalam pandangan mereka, membuang barang-barang itu berarti kehilangan sejarah dan identitas mereka.

Seiring waktu, orang dengan Hoarding Disorder mengembangkan keterikatan yang kuat terhadap barang-barang tersebut. Mereka merasa terikat secara emosional. Sehingga mereka berpikir bahwa barang-barang tersebut bisa “berguna” di masa depan. Karena itu mereka menciptakan skenario imajiner di mana barang-barang tersebut mungkin dibutuhkan. Terdapat perasaan ketakutan akan kehilangan kesempatan ini memperkuat dorongan untuk menyimpan barang-barang tersebut. Mereka khawatir bahwa jika mereka membuang sesuatu, mereka akan menyesalinya di kemudian hari.

Selain itu, perasaan bersalah juga sering muncul ketika mencoba membuang barang. Orang dengan Hoarding Disorder mungkin merasa bahwa membuang barang-barang tersebut adalah tindakan yang melanggar nilai-nilai moral atau etika. Mereka mungkin merasa bahwa menyimpan barang-barang itu adalah tanggung jawab mereka atau bahwa mereka harus melindungi barang-barang tersebut dari “terbuang percuma”. Perasaan bersalah ini memperkuat kecenderungan mereka untuk menyimpan segala sesuatu, meskipun mungkin terlihat tidak masuk akal bagi orang lain.

Dalam kasus yang parah, ketakutan yang berlebihan atau kecemasan ekstrem mungkin muncul saat seseorang dengan Hoarding Disorder mencoba membuang barang. Mereka bisa mengalami kecemasan berkepanjangan yang berkaitan dengan kehilangan, kebingungan, atau rasa tidak aman. Bahkan, hanya memikirkan untuk membuang barang-barang tersebut bisa menyebabkan dirinya sangat stres.

Baca juga: Penanganan Apa saja Yang Bisa Di Terapkan Untuk Penderita Hoalding Disorder?

Kesulitan dalam Mengatur Barang

Penderita Hoarding Disorder mengalami kesulitan dalam mengatur barang-barang mereka karena adanya gangguan dalam kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang efektif tentang penyusunan, pengorganisasian, dan penempatan barang-barang dalam lingkungan mereka. Mereka cenderung merasa kewalahan dengan tumpukan barang yang tidak terorganisir, sehingga sulit bagi mereka untuk menemukan dan mengakses barang-barang yang sebenarnya mereka butuhkan. Kurangnya kemampuan dalam mengatur barang-barang ini juga dapat berdampak pada kegiatan sehari-hari, membuat ruang hidup menjadi sempit dan tidak nyaman serta meningkatkan risiko kecelakaan atau kondisi yang tidak sehat.

Kesulitan Mengambil Keputusan

Penderita Hoarding Disorder sering mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan karena adanya pemikiran yang berkepanjangan, keraguan berlebihan, dan kecenderungan untuk terjebak dalam lingkaran pikiran yang sulit diputuskan. Mereka sering kali merasa terjebak dalam mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang tak terbatas terkait dengan membuang atau menyimpan barang, yang membuat mereka sulit untuk mencapai keputusan yang tegas. Mereka mungkin merasa cemas bahwa mereka akan membuat keputusan yang salah atau kehilangan sesuatu yang penting, sehingga memperburuk kebingungan dan keraguan yang mereka alami. Hal ini menyebabkan mereka seringkali terjebak dalam lingkaran pikiran yang tak kunjung selesai, memperlambat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan yang efektif.

Kecenderungan Menyembunyikan Kondisi

Orang-orang yang menderita Hoarding Disorder cenderung menyembunyikan kondisi mereka dari orang lain. Mereka merasa malu atau takut dihakimi oleh masyarakat jika masalah hoarding mereka terungkap. Oleh karena itu, mereka seringkali menutupi atau menyembunyikan tanda-tanda hoarding dengan menutupi ruang yang berantakan atau menolak untuk membiarkan orang lain masuk ke dalam rumah mereka.

Kesulitan dalam Menjaga Kualitas Hidup

Hoarding Disorder juga dapat berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang. Rumah yang berantakan dan penuh dengan barang-barang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, seperti kesulitan menemukan barang yang penting, kesulitan bergerak dengan bebas di dalam rumah, atau bahkan risiko kebakaran atau kecelakaan lainnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghadapi Seseorang Yang Memiliki Kecenderungan Hoarding Disorder?

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Inilah Tandanya Jika Seseorang Mengalami Hoarding Disorder — DeepTalk