Semua artikel
Gangguan Psikologi

Ini yang Terjadi Ketika Berteman dengan Narsistik

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Berteman dengan seseorang yang memiliki sifat narsistik dapat menjadi pengalaman yang menantang dan membingungkan. Orang dengan sifat narsistik cenderung memiliki rasa superioritas yang berlebihan, kebutuhan akan perhatian yang konstan, dan kecenderungan untuk memanipulasi orang di sekitarnya. Jika kita tidak waspada, pertemanan dengan orang narsistik dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental dan emosional kita.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai hal yang mungkin dialami ketika berteman dengan seorang narsistik. Dari sikap dominan hingga perasaan terkucilkan, kita akan membahas bagaimana mengenali tanda-tanda pertemanan yang tidak sehat dan memberikan strategi untuk mengatasi situasi yang sulit dengan seorang narsistik. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan kita dapat menjaga kesehatan diri sendiri dan membangun hubungan yang sehat dan saling mendukung dengan orang-orang di sekitar kita.

1. Tidak Bisa Menikmati Waktu Bersama

Kehadiran para narsistik membuat banyak korban menjadi tidak dapat menikmati waktu bersama dengan teman-teman lainnya. Ketika ada seorang narsistik di lingkup pertemanan Anda, kemungkinan Anda akan kelelahan dan membutuhkan banyak energi untuk tetap dapat berinteraksi.

Tanda lainnya ialah ketika Anda memiliki kecemasan sebelum Anda menyadarinya. Anda bahkan sudah mengantisipasi dan takut terjadinya depresi yang Anda rasakan karena seorang narsistik yang merusak waktu bersosialisasi Anda. Anda mungkin merasa berkewajiban untuk bertemu dengan mereka karena Anda tidak ingin mengambil risiko mengucilkan diri dari teman-teman lain.

Baca juga: Apa yang Menjadi Penyebab Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi?

2. Kesulitan Untuk Berbicara Dengan Mereka

Ketika Anda berteman dengan narsistik dan sedang bersamanya, kepala Anda bisa saja berputar menghadapi percakapan yang membingungkan. Mereka cenderung melakukan percakapan yang berputar-putar ke berbagai arah dengan argumen omong kosong yang tidak masuk akal.

Ada bumbu gaslighting dan campur dengan sedikit kebingungan, kebohongan dan kegilaan pada setiap ucapan yang keluar dari mulut narsistik. Mungkin saja mereka selalu mengungkit hal-hal dari masa lalu untuk melawan Anda. Atau percakapan yang terasa mereka selalu menyalahkan Anda.

3. Selalu Merasa Jadi Pecundang

Apakah Anda selalu berada pada peran untuk tidak pernah menang saat berdebat dengan teman narsis? Bisa jadi karena mereka sellau perlu menang karena ini sudah merupakan settingan default-nya, sehingga Anda selalu harus kalah. Bahkan ketika bukti muncul, mungkin Anda mendapat nilai atau pencapaian yang lebih baik. Dapat diperkirakan mereka akan berusaha merendahkan pencapaian Anda.

Teman narsis akan sering menjatuhkan Anda dan berbohong tentang Anda untuk mengambil “kemenangan” milik Anda. Jika orang-orang menempatkan sorotannya pada Anda, dengan segala pujian yang Anda terima, teman narsis Anda akan mengeluarkan argumen lama atau hal-hal yang Anda lakukan bertahun-tahun lalu dengan tujuan untuk menjatuhkan diri Anda.

Mereka dengan senang hati akan mencoreng nama Anda setiap kali cahaya yang Anda miliki bersinar. Ini membuat korban dengan teman narsis merasa perlu bersaing untuk mendapatkan perhatian apa pun, hingga merasa tertekan dan tidak pernah bisa mengukurnya.

4. Menjadi Kambing Hitam Atas Kesalahannya

Mungkin tidak ada yang salah ketika berteman dengan narsistik. Namun, apakah teman narsis Anda selalu menyalahkan Anda atas hal-hal yang dia lakukan? atau mungkin dia meninggalkan anjingnya di luar dan kemudian menyalahkan Anda? Apakah mereka juga menyalahkan orang lain atas pilihannya sendiri?

Sebagai orang dewasa, teman narsis belum belajar bahwa membuat kesalahan tidak apa-apa. Akan tetapi mereka tidak ingin mengakuinya karena bagi mereka dengan membuat kesalahan akan membuat mereka kurang sempurna. Sempurna adalah topeng yang mereka ingin dunia lihat pada diri mereka.

5. Terlalu Sering Menutupi Kebohongan

Ketika teman narsis Anda pertama kali meminta Anda melakukan sesuatu untuk mereka tetapi Anda tidak boleh memberi tahu siapapun, maka segala kebohongan pun dimulai. Sejak saat itu, Anda mungkin menjadi sering menutupi begitu banyak rahasia yang tidak dapat Anda lacak.

Pun jika Anda benar-benar menceritakan rahasianya, Anda mungkin harus membayar harganya. Sehingga Anda menjadi berpikir bahwa lebih mudah mengikuti kebohongan mereka demi menjaga perdamaian. Hingga di kemudian hari, permainan rahasia terjadi untuk menutupi kegagalan mereka dan melindungi kebohongan mereka.

6. Selalu Ada Persaingan

Apakah teman narsis Anda selalu bersaing dengan Anda? Persaingan dalam olahraga di antara tim saingan dalam banyak hal mungkin salah satu persaingan yang dapat diterima. Namun, teman narsis Anda justru akan membawa segala hal menjadi sebuah persaingan.

Persaingan ini pun membuat Anda tidak lagi ingin untuk menghabiskan waktu bersama mereka. Tentu karena sangat menyakitkan untuk hidup dalam peran ini.

7. Merasa Diri Sendiri Sudah Gila

Demi membuat diri mereka terlihat seperti orang yang sempurna, teman narsis Anda akan merangkai kisah tentang Anda untuk membuat Anda terlihat seperti orang gila. Ini bisa saja terjadi secara terbuka di mana mereka langsung mencoreng nama Anda dan memberi tahu orang-orang bahwa Anda gila.

Atau dengan cara yang lebih terselubung dan menggunakan taktik yang sangat halus seperti membuat argumen untuk membuat Anda terlihat tidak stabil atau berbohong sepenuhnya tentang Anda kepada orang lain. Taktik ini gila-gilaan, karena korban dipaksa membela diri dari tuduhan palsu tersebut.

8. Batasan Anda yang Sering Dilanggar

Kebanyakan orang narsis adalah pelanggar batas dan alasannya cukup sederhana. Mereka berhak untuk tidak perlu menuruti keinginan Anda. Kecenderungan ini mungkin dimuulai sejak awal kehidupan di mana Anda bahkan tidak mengerti bahwa sebenarnya Anda sedang menetapkan batasan.

9. Kepercayaan Diri yang Sering Dikhianati

Memiliki rahasia dengan seorang teman adalah hal yang biasa terjadi. Tetapi ketika mereka menghancurkan kepercayaan dan berakhir dalam situasi pengkhianatan, apakah Anda tetap bisa mempercayai mereka lagi? Inilah yang bisa terjadi ketika Anda berteman dengan seorang narsistik.

Jika Anda tetap melakukannya, tolong jangan menyalahkan diri sendiri. Sadarlah bahwa Anda ditipu oleh penipu yang lebih tahu banyak tentang Anda daripada Anda sendiri. Sehingga ke depannya, Anda perlu memutuskan apakah mereka dapat dipercaya meskipun demikian, Anda harus selalu berhati-hati untuk mempercayai atau mengungkapkan informasi apa pun.

Jaga agar tetap ringan dan ingat untuk memberi mereka informasi pribadi sesedikit mungkin sehingga Anda tidak memberi mereka data yang dapat mereka khianati.

Baca juga: Ini Dia Alasan atau Penyebab Mengapa Kamu Terjebak Abandonment Issue

 

Sumber:

How Do You Deal With a Narcissistic friend. (2023). Narcissist Abuse Support. https://narcissistabusesupport.com/what-to-do-when-a-friend-is-a-narcissist/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini yang Terjadi Ketika Berteman dengan Narsistik — DeepTalk