Deeptalk.co.id – Banyak orang hanya terfokus kepada apa yang bisa dilihat dengan mata mereka saja. Hal yang sama juga berlaku dengan kekerasan. Tidak sedikit orang-orang yang beranggapan bahwa mendapatkan kekerasan adalah saat kamu sedang dipukuli atau berbagai bentuk kekerasan fisik lainnya. Namun tahukah kamu bahwa kekerasan tidak hanya terbatas pada apa yang menyakitkan di atas kulit saja, melainkan juga dari segi emosional. Kondisi semacam itu biasa dikenal dengan istilah kekerasan emosional.
Untuk mengenal lebih dalam mengenai kekerasan emosional, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut dan tanda bahwa kamu sedang mendapatkan kekerasan emosional. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu merupakan korban kekerasan emosional, apalagi kekerasan yang kamu dapatkan sudah mengganggu kondisi mental, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasannya.
Pengertian Kekerasan Emosional

Berbeda dengan kekerasan fisik yang cenderung dengan tindakan, kekerasan emosional lebih menggunakan cara yang halus namun tetap bisa berdampak fatal bagi korbannya. Kekerasan emosional atau yang juga dikenal dengan istilah emotional abuse merupakan bentuk kekerasan yang menyerang mental korbannya dengan atau tanpa menggunakan kekerasan secara fisik.
Kekerasan emosional sama berbahayanya dengan kekerasan fisik yang mana dapat menimbulkan rasa trauma bagi korban. Adapun bentuk-bentuk kekerasan emosional sendiri terbagi atas beberapa bagian, yaitu:
· Kekerasan verbal, yang merupakan bentuk dari makian, hinaan, meneriaki, atau segala bentuk kekerasan yang dilakukan dengan ungkapan kata.
· Character assassination, merupakan bentuk kekerasan yang kerap kali menyalahkan korbannya atas setiap kejadian yang dialami.
· Penolakan, merupakan bentuk kekerasan yang tidak pernah bisa menerima setiap bentuk bantuan baik itu ide, pikiran, ataupun pendapat korbannya.
· Gaslighting, merupakan bentuk kekerasan yang tanpa sadar sering kita lakukan ke diri sendiri. Contohnya, meragukan perasaan dan pikiran sendiri, dan bahkan kewarasan kamu, dengan memanipulasi kebenaran.
· Put-down, merupakan bentuk kekerasan emosional yang dilakukan di tempat umum. Contohnya mempermalukan atau menyalahkan korban di depan umum.
· Menyebabkan ketakutan, merupakan bentuk kekerasan emosional yang menimbulkan rasa takut, intimidasi, atau perasaan terancam kepada korban.
· Isolasi, seperti namanya, bentuk kekerasan emosional ini berupa upaya untuk membatasi ruang gerak korbannya. Bisa dari teman-teman, keluarga, atau lingkungan sosialnya.
· Financial, merupakan bentuk kekerasan emosional yang melibatkan keuangan atau penghasilan. Contohnya mengendalikan keuangan, mencegah untuk bekerja, memaksa untuk bekerja, dan lain sebagainya.
· Penindasan dan intimidasi, merupakan bentuk kekerasan emosional yang dengan sengaja melukai perasaan orang lain secara berulang-ulang.
Baca juga : Tips Menghadapi Orang Tua Posesif
Intinya, kekerasan emosional merupakan segala bentuk kekerasan yang menyakiti seseorang dengan cara melukai perasaan atau mempengaruhi kondisi emosional orang tersebut.
Tanda Kamu Mendapatkan Kekerasan Emosional

Kekerasan emosional sedikit berbeda dengan kekerasan fisik yang notabenenya terlihat oleh mata kita sendiri. Karena hal inilah banyak orang yang akhirnya tidak menyadari bahwa dirinya sedang mendapatkan kekerasan emosional. Mereka hanya mulai menyadari saat kekerasan emosional tersebut sudah mempengaruhi kondisi mental mereka saja.
Untuk itu, penting bagi setiap orang mengetahui bagaimana tanda bahwa kamu mendapatkan kekerasan emosional. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terganggunya kesehatan mental akibat hal tersebut.
Berikut beberapa tanda kamu mendapatkan kekerasan emosional:
Sering dipermalukan di depan umum
Seperti yang sudah diketahui bahwa salah satu bentuk kekerasan emosional adalah dengan mempermalukan korbannya di depan umum. Beberapa orang beranggapan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk candaan, namun perlu diketahui bahwa candaan tidak lagi menjadi sebuah candaan jika salah satu orang merasa terlukai. Untuk itu, jangan ragu menghindar dari orang yang suka mempermalukan mu di depan umum.
Menjadi tidak percaya diri
Salah satu dampak dari kekerasan emosional adalah membentuk korban menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Jika kamu tiba-tiba kehilangan rasa percaya diri mu, cobalah intropeksi kembali, apakah kamu sedang melakukan kekerasan emosional terhadap diri mu atau kamu sedang mendapatkan kekerasan emosional dari orang terdekatmu.
Selalu menyalahkan diri sendiri
Saat kamu salah, maka baik untuk kamu mengakui kesalahan tersebut. Namun jika kamu selalu menyalahkan diri sendiri padahal kesalahan tidak ada pada diri mu, bisa jadi itu tanda bahwa kamu sedang mendapatkan kekerasan emosional.
Sering mendapatkan ancaman
Perlu diketahui bahwa salah satu cara mendapatkan hidup yang tenang adalah dengan terhindar dari berbagai bentuk ancaman. Namun, jika orang tua, pasangan, teman, atau orang-orang terdekat mu selalu mengancam mu untuk berbagi hal, bisa jadi mereka sedang melakukan kekerasan emosional terhadapmu.
Seperti itulah sedikit penjelasan mengenai kekerasan emosional. Perlu diketahui bahwa bentuk kekerasan ini perlu dihindari untuk bisa mendapatkan kondisi mental yang lebih baik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Orang Tua Posesif : Ini Dia Dampak Pada Psikologis Anak
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



