Semua artikel
Sifat

Ini Dia Penanganan Bagi Penderita Megalomania

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Istilah megalomania mungkin masih sangat asing di telinga. Megalomania sendiri merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang membuat penderitanya merasa paling superior. Kondisi ini melibatkan waham atau delusi, dimana penderita mempercayai sesuatu yang sebenarnya tidak benar adanya.

Orang-orang yang menderita megalomania merasa bahwa dirinya memiliki kekuasaan, kebesaran, keagungan, atau kemampuan yang luar biasa. Sekilas sifat yang dimiliki sering kali disalah artikan sebagai sosok yang sombong. Namun pada dasarnya, megalomania sendiri lebih dari sekedar rasa sombong karena hal ini sudah melibatkan masalah pada kesehatan mental penderitanya.

Karena kondisi megalomania ini sudah mengganggu kesehatan mental, maka sudah sepantasnya penderita megalomania mendapatkan penanganan secara serius. Untuk itu artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi mental yang memicu megalomania dan bagaimana cara penanganannya.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan satu-satunya dalam penanganan penderita megalomania. Jika kamu atau orang sekitar merasakan beberapa gejala dari kondisi megalomania, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasannya.

Kondisi Mental Pemicu Megalomania

Kondisi megalomania tidak muncul begitu saja, melainkan pasti disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari kondisi megalomania. Meski demikian, kondisi megalomania ini bisa dipicu oleh beberapa masalah kesehatan mental berikut:

Gangguan bipolar

Gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan mental yang masuk dalam kategori gangguan mood. Gangguan bipolar ditandai dengan adanya periode depresi dan periode mania. Periode depresi merupakan masa dimana penderita bipolar merasakan kesedihan yang mendalam, sedangkan periode mania merupakan masa dimana penderita bipolar merasa senang dan memiliki energi yang berlebihan.

Pada penderita bipolar, kondisi megalomania ini biasanya muncul pada episode mania. Dimana mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi yang membuat mereka merasa sangat superior dalam beberapa hal.

Skizofrenia

Gangguan skizofrenia merupakan gangguan mental yang masuk dalam kategori gangguan psikotik. Penderita skizofrenia mengalami delusi dan halusinasi yang membuat mereka kesulitan membedakan kenyataan dan fantasi mereka.

Dalam beberapa kasus, penderita skizofrenia mengalami delusi yang berhubungan dengan megalomania. Dimana mereka akan merasa sangat hebat atau memiliki kemampuan-kemampuan yang luar biasa.

Baca juga : Megalomania : Kondisi Saat Seseorang Merasa Paling Hebat

Demensia

Demensia merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang berdampak pada penurunan kemampuan otak. Umumnya kondisi ini dialami oleh lansia (usia 65 tahun ke atas), dan dapat diperburuk dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Penderita demensia tidak hanya mengalami penurunan fungsi otak, melainkan juga bisa mengakibatkan delusi atau waham yang bisa berakhir pada keinginan menyakiti diri sendiri. Selain itu, delusi ini juga bisa berdampak pada kondisi megalomania.

Penanganan Pada Penderita Megalomania

Kondisi megalomania ini sering kali dipandang sebelah mata karena hanya dianggap sebagai bentuk dari kesombongan. Bahkan penderita megalomania seringkali dijauhi oleh orang-orang yang bisa membuat kondisi mereka semakin memburuk. Selain itu, penderita megalomania juga seringkali tidak menyadari kondisinya sebagai sebuah gangguan. Dengan demikian, banyak penderita megalomania yang tidak mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami gejala dari megalomania ini, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dari hasil diagnosis yang didapatkan, barulah akan ditentukan penanganan apa yang sekiranya bisa mengurangi gejala megalomania. Dengan demikian, self diagnosis sangat tidak dianjurkan dalam kasus ini, karena bisa berdampak pada kesalahan penanganan.

Penanganan yang diberikan setiap penderita megalomania bisa jadi berbeda-beda karena akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Meski demikian, berikut beberapa penanganan yang umum didapatkan oleh penderita megalomania:

Obat-obatan

Penanganan dengan mengkonsumsi obat-obatan hanya bisa dilakukan oleh Dokter atau Psikiater. Psikolog tidak memiliki wewenang untuk bisa memberikan resep dokter. Obat yang diberikan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Umumnya akan diberikan antipsikotik untuk mengurangi waham, dan obat-obat penunjang lainnya yang disesuaikan dengan komplikasi penderita.

Psikoterapi

Penanganan dengan psikoterapi biasanya akan diberikan oleh Psikolog. Jenis psikoterapi yang diperuntukkan bagi penderita megalomania juga cukup beragam, dan tentunya akan disesuaikan dengan gejala yang telah dideteksi. Meski demikian, terapi perilaku kognitif merupakan jenis terapi yang cukup umum digunakan untuk penderita megalomania. Terapi tersebut bertujuan untuk merekonstruksi pola pikir penderita agar lebih rasional.

Perawatan khusus

Dalam kasus megalomania yang sudah cukup serius akan dibutuhkan penanganan yang tentunya lebih khusus lagi. Dalam hal ini penderita bisa jadi membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit jiwa sampai memastikan kondisi penderita benar-benar stabil dan bisa mengikuti rawat jalan.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai penanganan pada penderita megalomania. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Cara Bijak Mengatasi Sifat Keras Kepala

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini Dia Penanganan Bagi Penderita Megalomania — DeepTalk