Deeptalk.co.id – Gangguan fobia adalah salah satu bagian dari gangguan kecemasan yang ditandai dengan adanya rasa takut terhadap sesuatu. Gangguan fobia merupakan salah satu gangguan mental yang cukup unik. Hal ini dikarenakan apa yang biasa saja bagi orang-orang pada umumnya, bisa menjadi sumber ketakutan terbesar pada penderita gangguan fobia.
Rasa takut merupakan respon tubuh yang wajar jika seseorang dihadapkan oleh kondisi yang mengancam. Namun, penderita gangguan fobia bisa merasa takut terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak mengancam sama sekali.
Penderita gangguan fobia akan sebisa mungkin menghindari sumber rasa takut yang mereka miliki. Gangguan ini juga bisa dialami oleh segala jenis usia. Penderita gangguan fobia akan mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Terutama saat sudah dihadapkan dengan rasa takutnya.
Banyak sekali macam-macam dari gangguan fobia. Namun diantara banyaknya jenis gangguan fobia, terdapat beberapa jenis yang cukup unik dan membuat orang awam tidak bisa menyangka bahwa ada seseorang yang takut akan hal tersebut.
Berikut beberapa tipe gangguan fobia yang unik:
Agmenophobia

Saat hendak membayar belanjaan di kasir supermarket di awal bulan sering kali kita akan dihadapkan dengan barisan antrian yang cukup panjang. Antrian ini harus dilalui untuk dapat membayar belanjaan. Namun, tahukah kamu bahwa penderita agmenophobia akan lebih senang jika meninggalkan belanjaan dari pada harus mengantri panjang.
Agmenophobia sendiri merupakan rasa takut berlebih terhadap barisan antrian yang mengharuskan mereka berjalan lambat. Penderita agmenophobia memiliki bayangan bahwa antrian akan bergerak lebih lambat dari biasanya.
Walaupun terbilang sederhana, namun jika harus meninggalkan belanjaan karena menghindari antrian bukanlah hal yang baik dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk itu, jika sudah diluar kendali sebaiknya segera konsultasikan dengan psikolog.
Eisoptrophobia

Gangguan fobia unika lainnya adalah eisoptrophobia. Fobia yang satu ini ditandai dengan rasa takut berlebih terhadap cermin. Lebih tepatnya takut melihat bayangan sendiri pada cermin. Eisoptrophobia cukup unika karena cermin pada umumnya bukanlah hal yang perlu ditakuti.
Eisoptrophobia memiliki nama lain yaitu spektrophobia atau catoptrophobia. Penderita gangguan eisoptrophobia kebanyakan akan membuang semua cermin yang ada di rumah mereka. Hal ini karena mereka tidak mau melihat bayangannya di dalam cermin dan khawatir akan melihat hantu di dalam cermin.
Chorophobia

Bagi sebagian orang, menari bisa menjadi media ekspresi dan melepas segala perasaan-perasaan negatif. Dengan menari, orang-orang akan merasa lebih bebas untuk berekspresi. Namun, penderita chorophobia tidak akan setuju dengan statement yang satu ini.
Chorophobia sendiri merupakan bagian dari gangguan fobia spesifik yang menitik beratkan rasa takutnya terhadap menari. Penderita chorophobia akan ketakutan jika melihat seseorang atau kelompok orang yang sedang menari. Mereka bahkan tidak bisa mengontrol rasa takut tersebut, walau hanya menyaksikan dari televisi.
Baca juga: Mengenal Macam-Macam Gangguan Belajar Pada Anak
Thalassophobia

Keindahan laut sering kali membuat seseorang merasa takjub. Tidak heran laut dan pantai menjadi tempat berlibur yang cukup banyak digemari oleh orang-orang. Namun, penderita thalassophobia akan sebisa mungkin menghindari laut.
Thalassophobia merupakan bagian dari gangguan fobia spesifik yang menitikberatkan rasa takutnya kepada perairan luas, dalam, dan terbuka. Misalnya, takut terhadap lautan, danau, samudra, dan lain-lain.
Saat melihat lautan yang luas, penderita thalassophobia akan merasakan ketakutan yang berlebih. Dalam kasus berat, mereka bahkan tidak sanggup untuk melihat lautan walaupun dalam bentuk vidio dan gambar.
Allodoxaphobia

Kamu mungkin akan menganggap penderita allodoxaphobia sebagai orang yang egois dan tidak berpikiran terbuka. Pasalnya, gangguan allodoxaphobia merupakan kondisi dimana seseorang merasa takut berlebih untuk mendengar pendapat, konfrontasi, dan argumen dari orang lain.
Penderita allodoxaphobia umumnya menyadari bahwa rasa takut yang dialami tidak memiliki landasan yang tepat. Sayangnya, mereka tidak dapat mengontrol rasa takut tersebut. Penderita gangguan allodoxaphobia cenderung akan menghindari perdebatan dalam bentuk apapun itu.
Arachibutyrophobia

Jika kamu tidak menyukai selai kacang, maka itu adalah hal yang wajar. Setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda. Namun, jika kamu takut kepada selai kacang, tentu ini merupakan kondisi yang aneh. Kondisi ini disebut dengan istilah arachibutyrophobia.
Penderita arachibutyrophobia akan menghindari selai kacang atau makanan yang mengandung selai kacang. Mereka memiliki rasa takut akan tersedak selai kacang yang menempel pada langit-langit mulut.
Anuptaphobia

Penderita anuptaphobia bisa mendapatkan gelar “taken sejati”, pasalnya mereka memiliki rasa takut berlebih terhadap status melajang selama sisa hidupnya. Karena hal tersebut, penderita anuptaphobia selalu berupaya untuk memiliki pasangan hidup.
Penderita anuptaphobia sangat takut untuk sendiri. Mereka tidak ingin kesepian dan akhirnya mengalami trauma. Pasangan baginya merupakan posisi yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidupnya.
Itu dia beberapa gangguan fobia yang cukup aneh. Walaupun sekilas terlihat sederhana, namun gangguan fobia jenis apapun dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater akan sangat membantu.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Takut Pada Lautan? Bisa Jadi Kamu Memiliki Gangguan Thalassophobia



