Semua artikel
Gangguan Psikologi

Ini Dia Komplikasi dan Pencegahan Down Syndrome

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Down syndrome sudah merupakan istilah yang tidak asing lagi ditelinga kita. Anak yang lahir dengan kondisi down syndrome sering kali membuat orang tua kehilangan harapan. Pasalnya down syndrome masih dianggap sebagai kondisi dimana anak tidak akan pernah bisa produktif dan mandiri. Padahal, dengan memberikan penanganan sedini mungkin, penderita down syndrome bisa saja menjadi produktif dan mandiri.

Down syndrome sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kelainan kromosom pada pasangan kromosom ke-21. Umumnya manusia memiliki 23 pasang kromosom yang berasal dari Ibu dan Ayah. Pada penderita down syndrome, kromosom ke-21 terjadi pembelahan abnormal yang mengakibatkan kelebihan kromosom.

Penderita down syndrome sangat erat kaitannya dengan keterlambatan pertumbuhan fisik dan psikologis. Bahkan, beberapa penderita down syndrome juga mengalami kecacatan. Hal inilah yang sering kali membuat orang tua merasa sedih.

Kondisi down syndrome juga seringkali memiliki komplikasi dengan berbagai masalah kesehatan. Untuk itu, perlu bagi calon orang tua untuk mencegah agar anak tidak lahir dengan kondisi down syndrome.

Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai komplikasi dan pencegahan down syndrome. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan Dokter atau Psikolog untuk mendapatkan informasi yang lebih detail.

Komplikasi Down Syndrome

Hal yang membuat orang tua merasa sedih sebenarnya bukan penyesalan telah memiliki anak dengan kondisi down syndrome. Hanya saja mereka sedih karena anak memiliki keterbatasan dan tidak seperti anak-anak pada umumnya.

Bahkan beberapa anak penderita down syndrome juga memiliki beberapa komplikasi penyakit yang membuat orang tua tidak tega karena anaknya harus melalui berbagai pengobatan di usia yang masih sangat dini.

Berikut beberapa komplikasi dari kondisi down syndrome:

Sleep apnea

Penderita down syndrome mengalami kelainan pada bentuk tulang dan jaringan. Hal dapat menyumbat saluran pernapasan dan mengakibatkan sleep apnea. Sleep apnea sendiri merupakan gangguan tidur yang dimana penderitanya mengalami penghentian napas secara berulang saat sedang tidur.

Gangguan pencernaan

Beberapa penderita down syndrome juga seringkali mengalami gangguan pada sistem pencernaan mereka. Misalnya mengalami penyakit celiac yang merupakan penyakit autoimun dengan gejala yang muncul akibat mengkonsumsi makanan mengandung gluten.

Gangguan pendengaran

Kelainan bentuk tulang pada penderita down syndrome juga bisa terjadi di telinga. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan kebanyakan penderita down syndrome mengalami tuli atau hilang pendengaran.

Gangguan penglihatan

Saking banyaknya, lebih dari setengah penderita down syndrome mengalami gangguan penglihatan mulai dari rabun jauh, rabun dekat, katarak, atau mata juling.

Baca juga : Mengenal Ciri-Ciri Anak Pengidap Down Syndrome

Hipotiroidisme

Tidak sedikit dari penderita down syndrome juga mengalami gangguan hipotiroidisme atau kekurangan hormon tiroid. Beberapa dari mereka mengalami gangguan tersebut sejak lahir, dan beberapa lainnya dialami seiring dengan bertambahnya usia.

Kelainan jantung

Banyak juga penderita down syndrome yang mengalami kelainan penyakit jantung bawaan. Karena hal ini pula anak yang didiagnosis dengan down syndrome perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kesehatan fisiknya.

Beragam gangguan mental

Selain memiliki komplikasi dengan berbagai macam gangguan fisik, penderita down syndrome juga beresiko mengalami beragam gangguan mental. Adapun gangguan mental yang sering dialami penderita down syndrome yaitu gangguan obsesif–kompulsif, autisme, depresi, dan gangguan kecemasan.

Selain beberapa kondisi di atas, masih banyak lagi kondisi kesehatan yang menjadi komplikasi dari kondisi down syndrome. Dengan demikian setelah mendapatkan diagnosis down syndrome, bayi akan melalui serangkaian pemeriksaan yang cukup rumit.

Pencegahan Down Syndrome

Setelah mengetahui betapa banyaknya komplikasi pada kondisi down syndrome, tentunya sebagai orang tua perlu untuk menghindari kemungkinan kondisi tersebut pada anak. Untuk mencegah anak lahir dengan kondisi down syndrome, simak beberapa tips berikut:

Hindari kehamilan di usia tua

Wanita yang hamil di usia 35 tahun keatas akan beresiko lebih besar melahirkan anak dengan kondisi down syndrome. Selain itu, pria dengan usia 40 tahun keatas akan beresiko menghasilkan bakal janin dengan kemungkinan down syndrome yang lebih tinggi.

Untuk itu dianjurkan bagi wanita untuk mempersiapkan kehamilan di usia 35 tahun kebawah dan pria di usia 40 tahun kebawah, agar dapat meminimalisir kemungkinan down syndrome pada calon anak.

Cukupi kebutuhan asam folat selama kehamilan

Salah satu faktor resiko yang meningkatkan kemungkinan down syndrome pada anak adalah kekurangan asam folat pada Ibu saat mengandung. Untuk itu, pastikan Ibu memenuhi kebutuhan asam folat selama kehamilan.

Lakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan

Saat mengetahui kondisi kehamilan, Ibu penting untuk melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin, terutama di awal kehamilan. Hal ini bertujuan untuk memantau perkembangan janin dan meminimalisir kemungkinan kelainan yang akan terjadi.

Hindari zat-zat berbahaya

Wanita sering kali menggunakan serangkaian skincare untuk melindungi kulit. Namun, saat sedang hamil pastikan segala kandungan skincare baik untuk ibu hamil. Selain itu, kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok, dan minum minuman beralkohol juga sebaiknya dihindari saat ibu sedang mengandung.

Seperti itulah tips yang bisa dicoba untuk meminimalisir anak lahir dengan kondisi down syndrome. Selain itu, saat mengandung Ibu bisa lebih memperhatikan pola hidup sehat untuk menjaga kondisi janin berkembang dengan baik.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga : Kenali Bahaya dan Cara Mengatasi Intermittent Explosive Disorder

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini Dia Komplikasi dan Pencegahan Down Syndrome — DeepTalk