Semua artikel
Gangguan Psikologi

Ini Dia Faktor yang Meningkatkan Resiko Gangguan Autis

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan gangguan autis atau dalam istilah medisnya dikenal dengan autism spectrum disorder. Gangguan yang satu ini dapat dideteksi mulai masa kanak-kanak, dan bisa berlangsung hingga dewasa.

Banyak yang beranggapan bahwa penderita autis akan terus menerus bergantung dengan orang-orang disekitarnya. Padahal dengan mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini, penderita autis bisa memaksimalkan setiap proses perkembangannya.

Baca artikel ini sampai habis untuk penjelasan lebih detail mengenai autism spectrum disorder!

Pengertian Autism Spectrum Disorder

Autism spectrum disorder atau yang lebih sering dikenal dengan gangguan autis merupakan gangguan pada fungsi otak dan saraf. Gangguan tersebut cukup kompleks sehingga akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku penderitanya.

Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, gangguan autis dapat dideteksi sejak masa kanak-kanan. Gangguan autis tersebut perlu dideteksi sejak dini, agar penangan yang diberikan juga dapat diberikan sesegera mungkin.

Anak perlu melalui serangkaian proses perkembangannya. Untuk melalui proses tumbuh kembang dengan benar pada anak autis, tidak sama penangan yang harus diberikan dengan anak-anak pada umumnya. Itulah kenapa gangguan autis perlu dideteksi sejak dini, untuk memastikan anak melalui proses tumbuh kembangnya dengan benar.

Gangguan autis bukanlah sebuah penyakit, hanya saja penderita gangguan ini memiliki cara kerja otak yang berbeda dengan orang pada umumnya. Sebagai contoh, penderita autis akan kesulitan untuk dijelaskan sesuatu dengan kata-kata, namun mereka akan dengan baik memahami jika dijelaskan secara visual. Maka dari itu, perlu diketahui bagaimana cara agar penderita autis dapat menyerap informasi yang diberikan.

Penderita gangguan autis juga kesulitan untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain. Dilain sisi, mereka akan sangat peka terhadap suara, sentuhan, bau, atau pemandangan yang tampak normal bagi orang lain.

Kebanyakan anak autis mengalami kesulitan untuk menuangkan pikiran dan mengekspresikan diri, baik itu dengan kata-kata, gerak tubuh, ekspresi wajah, dan sentuhan. Dengan demikian, orang tua atau orang yang merawat perlu memberikan perhatian yang ekstra terhadap anak autis.

Baca juga: Anxiety Disorder : Seberapa Serius Gangguan Agoraphobia?

Faktor Resiko Autism Spectrum Disorder

Hingga saat ini belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab pasti seseorang mengalami autism spectrum disorder. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan tersebut, yaitu:

Jenis kelamin

Cukup banyak penelitian yang membuktikan bahwa anak laki-laki lebih beresiko mengalami autis. Hal ini dikatenakan perkembangan otak yang terjadi pada anak laki-laki dan anak perempuan. Meski demikian, autis juga bisa terjadi pada anak perempuan. Bahkan jika gangguan ini terjadi pada anak perempuan, gejala yang ditimbulkan kemungkinan akan lebih berat.

Genetik

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan autism pectrum disorder akan memiliki resiko besar mengalami gangguan yang sama. Misalnya, orang tua dengan autism pectrum disorder beresiko memiliki anak dengan gangguan yang sama. Hal ini juga berlaku bagi anak kembar. Jika satu anak kembar dideteksi memiliki autism pectrum disorder, maka kembaran lainnya juga beresiko memiliki gangguan yang sama.

Efek samping mengkonsumsi obat atau alkohol

Beberapa obat-obatan yang dikonsumsi oleh ibu hamil dipercaya dapat meningkatkan resiko melahirkan anak dengan autism pectrum disorder. Karena itulah ibu hamil tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan diluar peresepan oleh dokter. Selain itu, ibu hamil yang mengkonsumsi alkohol selama masa kehamilannya juga beresiko melahirkan anak dengan autism pectrum disorder.

Pengidap gangguan tertentu

Seseorang yang mengidap gangguan down syndrome, gangguan kronis pada otak seperti cerebral palsy, dan distrofi otot, dipercaya menjadi salah satu faktor seseorang mengidap gangguan autis.

Kelahiran prematur

Walaupun kelahiran prematur tidak selamanya menghasilkan bayi dengan gangguan autis, namun banyak dokter yang menyatakan bahwa kelahiran prematur atau kelahiran dini sangat rentan mengakibatkan bayi lahir dengan gangguan autis.

Usia orang tua saat hamil

Tahukah kamu bahwa kondisi wanita hamil di atas 35 tahun akan lebih rentan dibandingkan dengan wanita di bawah usia 35 tahun. Salah satu resiko yang didapatkan adalah melahirkan anak dengan gangguan autis. Walaupun tidak terjadi pada semua kasus, namun semakin tua usia wanita saat hamil akan semakin beresiko untuk ibu dan juga bayinya.

Setelah mengetahui apa itu gangguan autis dan apa saja faktor yang meningkatkan resiko gangguan autis, sudah sebaiknya untuk kita berusaha untuk menghindari faktor-faktor yang bisa untuk dihindari.

Jika kamu menemui anak dengan gejala gangguan autis, sebaiknya segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Selain itu, para ahli perlu melakukan diagnosis untuk memastikan gangguan apa yang diderita anak tersebut.

Setiap penderita gangguan autis akan mendapatkan penanganan yang berbeda-beda tergantung dengan gejala apa yang ditunjukkan dan seberapa parah gejala yang dialami. Untuk itu, segeralah mengunjungi psikolog ataupun psikiater. Kamu juga bisa mengunjungi klinik tumbuh kembang anak terdekat.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Seberapa Bahaya FOMO Bagi Kesehatan Mental?

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini Dia Faktor yang Meningkatkan Resiko Gangguan Autis — DeepTalk