Deeptalk.co.id – Pembahasan mengenai orientasi seksual tentu tidak lepas dari pro dan kontra yang ada di dalamnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa orientasi seksual dianggap tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di beberapa negara. Karena inilah pembahasan mengenai orientasi seksual sering kali menjadi pembahasan yang cukup menarik.
Karena hal tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai orientasi seksual. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu menginginkan informasi lebih lanjut atau kamu kebingungan dengan orientasi seksual yang kamu miliki, maka melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater akan sangat membantu.
Berikut pembahasannya.
Pengertian Orientasi Seksual

Jika mendengar kata “orientasi seksual”, sebagian besar pemikiran orang-orang akan mengarah kepada LGBT. Pemikiran tersebut memang tidak sepenuhnya salah, namun lebih tepatnya orientasi seksual lebih luas dari sekedar LGBT.
Orientasi seksual sendiri merupakan bentuk ketertarikan secara emosional, seksual, dan romantisme kepada orang lain dengan jenis kelamin yang sama atau berbeda. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa setiap orang tentu memiliki orientasi seksual, namun bukan berarti orientasi seksual ini hanya sebatas menyukai sesama jenis saja.
Orientasi seksual setiap orang umumnya sudah terbentuk sejak kecil. Meski demikian, tidak sedikit orang yang masih kebingungan dengan orientasi seksual yang dimiliki. Bisa jadi seseorang merasakan ada yang berbeda mengenai orientasi seksual yang dimiliki, namun karena pembahasan mengenai orientasi seksual ini masih sangat tabu, maka rasa penasaran tersebut hanya dipendam sendiri.
Jenis orientasi seksual yang paling sering menjadi pembahasan adalah heteroseksual, homoseksual dan biseksual.
Heteroseksual merupakan ketertarikan secara emosional, seksual, dan romantisme kepada orang lain dengan jenis kelamin yang berbeda. Bisa dibilang bahwa heteroseksual merupakan jenis orientasi seksual yang paling bisa diterima di masyarakat. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan jenis lainnya, yaitu homoseksual dan biseksual. Homoseksual merupakan ketertarikan secara emosional, seksual, dan romantisme kepada sesama jenis. Seorang homoseksual biasanya dikenal dengan istilah gay untuk laki-laki, dan lesbian untuk perempuan. Selanjutnya ada biseksual yang merupakan ketertarikan secara emosional, seksual, dan romantisme terhadap laki-laki dan perempuan sekaligus. Dengan demikian, biseksual merupakan kombinasi dari heteroseksual dan homoseksual.
Apakah Orientasi Seksual Menular?

Rumor seputar menularnya orientasi seksual, khususnya homoseksual dan biseksual bisa dibilang cukup hits. Rumor yang satu ini juga cukup banyak dipercaya oleh masyarakat. Namun, menularnya orientasi seksual bisa dikatakan sebagai hoaks atau berita yang salah.
Pada sebuah artikel yang diterbitkan oleh kompas.com, seorang dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Mayapada yang bernama Roslan Yusni Hasan, menyatakan bahwa orientasi seksual bukanlah kondisi yang dapat ditularkan.
Dokter Roslan Yusni Hasan juga menjelaskan bahwa seseorang yang berkumpul dengan gay atau lesbian, bisa memiliki orientasi seksual yang sama karena memang mereka sudah memiliki bakat orientasi seksual tersebut dari dalam dirinya. Lingkungan sosialnya yang akhirnya memicu bakat tersebut untuk akhirnya dimunculkan ke permukaan. Namun, jika seseorang yang tidak memiliki bakat gay atau lesbian, saat berkumpul dengan jenis orientasi seksual tersebut, mereka tidak akan memiliki orientasi seksual yang sama.
Terbentuknya orientasi seksual pada dasarnya dipercaya karena adanya struktur otak yang mempengaruhi hal tersebut. Dengan demikian, struktur otak ini sudah ada saat seseorang berada di dalam kandungan.
Baca juga : Mengenal Istilah Non-Biner
Apakah Homoseksual Merupakan Gangguan Mental?

Homoseksual sudah tidak tercatat sebagai salah satu dari gangguan mental dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition (DSM-5), yang merupakan pedoman diagnosis psikologis bagi Psikolog dan Psikiater di seluruh dunia. Tidak hanya itu, Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ III, 2002) yang merupakan pedoman diagnosis psikologis yang digunakan di Indonesia juga sudah tidak mencantumkan homoseksual sebagai bagian dari gangguan mental. WHO sebagai badan kesehatan dunia juga sudah menghapus homoseksual dari bagian gangguan mental melalui pedoman International Classification of Disease (ICD-10). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa homoseksual bukanlah gangguan mental.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa homoseksual pernah ada dalam DSM-1, dan DSM-2 cetakan ke 1 sampai ke 6. Namun demonstrasi besar-besaran yang merupakan rentetan dari pergerakan warga Amerika kulit hitam pada tahun 1950-an, dan kemudian berlanjut pada pergerakan feminis serta aktivis homoseksual merubah kebijakan tersebut. Hal ini dapat dibuktikan pada tahun 1973, homoseksual akhirnya dihapus dalam daftar gangguan mental. Namun walaupun kebijakan tersebut sudah lama ditetapkan, masih banyak orang yang menganggap homoseksual sebagai bagian dari gangguan mental. Hal ini tidak terlepas dari faktor lingkungan seperti budaya, agama, dan lain sebagainya.
Seperti itulah pembahasan seputar orientasi seksual. Pada intinya, orientasi seksual merupakan bentuk ketertarikan secara emosional, seksual, dan romantisme, kepada orang lain. Orientasi seksual juga tidak menular dan bukan bagian dari gangguan mental.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Apa Itu Identitas Gender?
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



