Semua artikel
Relationship

Ini Dia Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kesehatan Mental Anak

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap pasangan tentu mengharapkan hubungan yang langgeng, hingga dipisahkan oleh maut. Sayangnya tidak semua orang seberuntung itu. Beberapa pasangan harus melewati lika-liku kehidupan pernikahan yang tidak mudah untuk dilalui. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka memiliki opsi perceraian untuk dapat melanjutkan hidup dengan tenang.

Namun tahukah kamu bahwa pilihan untuk bercerai bukan sesuatu yang mudah bagi setiap pasangan. Beberapa pasangan bahkan mengalami stress dan depresi sebelum akhirnya memilih untuk bercerai. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum akhirnya memilih untuk bercerai. Salah satu pertimbangan beratnya adalah anak.

Perceraian orang tua tidak hanya mengganggu kondisi mental orang tua saja. Anak juga akan berimbas akan hal tersebut. Untuk itu penting bagi kita memahami apa saja yang dampak perceraian orang tua terhadap kesehatan mental anak. Artikel kali ini akan secara khusus membahas hal tersebut. namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Ada baiknya segera konsultasikan ke Psikolog atau Psikiater jika anak dirasa mengalami perubahan sifat dan sikap setelah perceraian orang tua.

Berikut beberapa dampak perceraian orang tua terhadap kesehatan mental anak:

Anak Kehilangan Keceriaannya

Tidak sedikit anak yang tadinya ceria, mendadak menjadi sosok yang pendiam setelah perceraian orang tuanya. Perceraian orang tua akan membuat anak kebingungan memposisikan diri mereka. Walaupun hal ini bisa diatasi dengan adanya support dari kedua orang tua. Namun sayangnya tidak sedikit orang tua yang memutuskan komunikasi saat akhirnya memilih untuk bercerai.

Anak akhirnya akan sibuk dengan pikiran-pikiran kecil di kepalanya seperti “kenapa Ayah tidak tinggal serumah lagi dengan Ibu?” dan lain sebagainya. Pikiran-pikiran semacam ini membuat anak terlihat lebih murung dan cenderung menjadi pendiam. Sama halnya dengan kedua orang tua, anak juga membutuhkan adaptasi untuk melewati perubahan situasi ini.

Memicu Stress Pada Anak

Berbeda dengan orang dewasa yang umumnya telah memiliki manajemen stress yang baik, anak belum sampai pada tahap itu. Perceraian orang tua dapat memicu stress pada anak. Walaupun pada kenyataannya permasalahan yang ada bukan pada anak, melainkan pada orang tuanya. Namun hal ini bukan sesuatu yang mudah untuk dihadapi oleh anak.

American of Child & Adolescent Psychiatry menyatakan bahwa anak merasa mereka berkontribusi terhadap keputusan perceraian orang tuanya. Walaupun pada kenyataannya tidak seperti itu. Namun secara alamiah anak-anak akan berpikir seperti itu. Terlebih lagi saat mereka menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya. Tidak heran mengapa perceraian orang tua akhirnya dapat memicu stress pada anak.

Penurunan Prestasi Akademik Anak

Beberapa anak mengalami penurunan prestasi akademik setelah perceraian orang tua mereka. Hal ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya, dimana perceraian orang tua dapat memicu stress pada anak. Anak akan memikirkan banyak hal setelah perceraian orang tua mereka. Hal tersebut membuat anak kesulitan untuk berkonsentrasi, termasuk saat di sekolah.

Kesulitan untuk berkonsentrasi ini akan sedikit banyak mempengaruhi prestasi akademik anak. Terlebih lagi tidak sedikit kasus perceraian orang tua menjadi bahan ejekan bagi sesama anak-anak. Dengan demikian anak akan kehilangan semangat belajarnya dan mengalami penurunan prestasi akademik.

Baca juga : Jatuh Cinta Baik Untuk Kesehatan Mental! Ini Dia Manfaat Jatuh Cinta

Menjadi Lebih Agresif

Perlu diketahui bahwa pembawaan setiap anak bisa berbeda-beda. Jika pada poin pertama dikatakan bahwa perceraian orang tua dapat membuat anak kehilangan keceriaannya atau menjadi sosok yang pendiam. Namun ternyata beberapa anak bahkan menjadi lebih agresif dari biasanya.

Anak-anak yang pada dasarnya merupakan sosok yang pendiam, umumnya akan menjadi lebih agresif setelah perceraian orang tuanya. Anak akan lebih mudah marah, suka melempar barang, memukul, dan lain sebagainya. Tindakan tersebut dilakukan oleh anak untuk mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya.

Memiliki Trust Issue

Cukup banyak anak yang akhirnya memiliki strus issue setelah perceraian orang tua mereka. Saat anak tumbuh dan melihat perpisahan orang tuanya, anak-anak mulai menumbuhkan keraguan mereka akan cinta dan pentingnya komitmen dalam sebuah hubungan. Hal ini akan semakin diperkuat jika anak tidak mendapatkan tempat yang nyaman setelah perceraian orang tua mereka.

Hal tersebut akhirnya membuat anak memiliki strus issue dan kesulitan untuk menghadapi konflik dengan pasangan di masa yang akan datang. Tidak sedikit dari mereka juga yang memutuskan untuk tidak menjalin komitmen dengan lawan jenisnya, atau sekedar tidak bisa menikmati cinta dengan pasangannya.

Seperti itulah sebagian kecil dampak psikologis pada anak setelah perceraian orang tua. Tentu saja tidak semua anak mengalami dampak tersebut, terlebih lagi jika orang tua mampu untuk menyediakan waktu bagi anak. Namun untuk bisa mengantisipasi dampak tersebut, tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater terlebih dahulu.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Dampak dan Penanganan Pada Penderita Masokisme

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini Dia Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kesehatan Mental Anak — DeepTalk