Deeptalk.co.id – Body shaming merupakan istilah yang tidak asing lagi ditelinga kita. Pasalnya pembahasan mengenai body shaming sudah banyak dimuat pada berbagai media, baik itu media cetak maupun media elektronik seperti yang sedang anda akses saat ini.
Kampanye untuk tidak menormalisasi body shaming selalu menjadi topik pembahasan yang cukup menarik. Hal tersebut sudah sepantasnya terjadi dan tidak boleh dihentikan begitu saja. Pasalnya, body shaming akan sangat berdampak bagi kehidupan seseorang, terutama bagi mereka yang menjadi korban body shaming.
Sebelum masuk dalam pembahasan lebih lanjut mengenai body shaming, perlu diketahui bahwa body shaming sendiri merupakan upaya untuk mempermalukan seseorang yang mengejek bentuk tubuh orang tersebut.
Pelaku body shaming umumnya akan mencari cela kekurangan fisik korbannya. Sebagai contoh, pelaku akan mengejek korban dengan sebutan “si gemuk” atau sejenisnya. Awalnya body shaming memang hanya berupa ungkapan-ungkapan secara verbal. Namun jika terus berlanjut tidak menuntut kemungkinan korban akan mengalami kekerasan secara fisik.
Walaupun body shaming umumnya berbentuk kekerasan secara verbal, hal ini justru dapat mengakibatkan seseorang menjadi depresi dan akhirnya berpikiran untuk mengakhiri hidup. Untuk itu artikel ini akan memberikan gambaran betapa berbahayanya body shaming terhadap kehidupan seseorang.
Menimbulkan Rasa Rendah Diri

Sebagian besar korban body shaming mengalami rasa rendah diri. Mendapatkan ejekan demi ejekan mengenai bentuk tubuh yang dimiliki membuat mereka merasa penampilan mereka membawa dampak negatif untuk kehidupannya.
Rasa rendah diri yang berlebihan ini akan membuat korban mengalami hambatan dalam aktivitas sosialnya. Dalam beberapa kasus yang cukup parah, rasa rendah diri membuat korban enggan untuk berinteraksi dengan orang lain karena merasa dirinya terlalu rendah untuk sekedar bercakap-cakap.
Selain itu, perasaan rendah diri ini juga membuat korban menyembunyikan bakat yang dimiliki. Bahkan beberapa dari mereka tidak menyadari adanya bakat yang dimiliki. Hal ini karena mereka merasa bahwa tidak ada satupun hal baik di dalam dirinya sendiri. Bakat yang tidak diungkapkan kurang mendapatkan stimulus. Akhirnya korban tidak mendapatkan kesempatan untuk mengasah bakat yang dimiliki.
Membenci Diri Sendiri

Korban body shaming juga sering kali membenci diri sendiri. Hal ini masih berhubungan dengan rasa rendah diri yang kita bahas di poin sebelumnya. Adanya rasa rendah diri yang dimiliki membuat korban tidak melihat sisi baik dari dalam dirinya, ditambah lagi dengan ejekan demi ejekan yang diterima mengenai tubuhnya. Hal inilah yang akhirnya membuat korban body shaming membenci dirinya sendiri.
Alih-alih mencoba untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih percaya diri, rasa benci terhadap diri sendiri ini membuat korban enggan untuk tampil di depan umum. Mereka merasa tidak akan ada orang yang dapat melihat dirinya lebih baik dari apa yang mereka pandang. Kondisi inilah yang akhirnya membuat mereka terus-menerus malu akan dirinya sendiri, mulai dari bentuk tubuh, hingga kepribadian dan kemampuan yang mereka miliki.
Baca juga : Stress Setelah Berhubungan Intim? Kenali Post-Sex Blues
Memicu Eating Disorder

Eating disorder atau gangguan makan menjadi gangguan yang cukup erat kaitannya dengan korban body shaming. Body shaming sering kali membuat korbannya mengalami stress berat dan melampiaskan rasa stress yang dimiliki dengan mengkonsumsi makanan dengan porsi yang besar atau yang dikenal binge eating disorder yang merupakan salah satu gangguan makan.
Selain binge eating disorder, beberapa korban body shaming juga mengalami anoreksia nervosa yang juga salah satu dari gangguan makan. Anoreksia nervosa sendiri merupakan kondisi dimana seseorang memiliki obsesi untuk memiliki tubuh yang kurus, dan adanya rasa takut terhadap kenaikan berat badan.
Korban body shaming, terutama mereka yang diejek dengan berat badan berlebih bisa saja melakukan diet ketat dan terobsesi dengan badan yang kurus. Hal ini akan membuat korban turun berat badan dengan drastis, namun dengan cara yang tidak sehat. Beberapa dari mereka bahkan memuntahkan makanan secara paksa untuk mempertahankan berat badan yang dimiliki.
Depresi

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, cukup banyak korban body shaming yang akhirnya mengalami depresi. Tekanan demi tekanan yang didapatkan dari pelaku body shaming membuat mereka merasakan kesedihan mendalam dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Ditambah lagi penderita mengalami rendah diri yang membuat mereka tidak pantas untuk memiliki pertemanan yang positif.
Jika kondisi depresi sudah masuk ke tahap yang cukup serius, beberapa penderita body shaming akan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, bahkan mengakhiri kehidupan yang dimiliki. Bahkan beberapa dari mereka memutuskan untuk merealisasikan pikiran-pikiran tersebut.
Seperti itulah bahaya dari body shaming. Sedikit kalimat yang bagi seseorang hanyalah sebuah candaan, bisa saja merengut nyawa orang lain. Dengan adanya artikel ini, diharapkan kedepannya tidak ada lagi yang menjadi korban dari body shaming.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Cara Mengatasi Premenstrual Dysphoric Disorder
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



