Deeptalk.co.id – Istilah toxic relationship tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Kondisi ini juga cukup sering terjadi di masyarakat, bisa jadi dialami oleh keluarga, teman dekat, atau bahkan diri sendiri. Walaupun istilah toxic relationship sendiri sudah mengarah ke hal-hal negatif, sayangnya tidak sedikit orang yang memilih untuk bertahan dalam kondisi tersebut.
Toxic relationship atau jika diartikan kedalam Bahasa Indonesia artinya hubungan beracun, merupakan hubungan yang tidak sehat yang dimana salah satu individu dalam hubungan tersebut merasa direndahkan, diperlakukan tidak adil, atau bahkan menjadi sasaran kemarahan. Tentu saja saat terjebak dalam hubungan semacam ini akan berdampak negatif untuk kesehatan mental dan fisik korbannya.
Sayangnya, beberapa orang justru tidak sadar bahwa dirinya sudah diperdaya oleh pasangannya dan menjadi korban toxic relationship. Bagaimana seseorang bisa mengatasi kondisi tersebut jika dirinya sendiri tidak sadar? Untuk itu, perlu diketahui ciri-ciri dari toxic relationship itu sendiri untuk mengantisipasi dampak negatif yang akan ditimbulkan di masa yang akan datang.
Artikel ini akan secara khusus membahas mengenai ciri-ciri dari toxic relationship. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu terjebak dalam kondisi toxic relationship, maka sebaiknya mintalah pertolongan dari orang-orang terdekat mu. Jika kamu membutuhkan bantuan secara profesional, tidak ada salahnya untuk konsultasi dengan Psikolog. Terutama jika kondisi mental mu sudah terganggu akibat toxic relationship tersebut.
Berikut beberapa ciri-ciri yang dapat kamu temukan jika kamu atau orang disekitar mu sedang terjebak dalam toxic relationship:
Selalu Mendapatkan Kekangan Dari Pasangan

Untuk mempermudah pembahasan dalam artikel ini, orang yang melakukan atau menimbulkan toxic relationship akan kita sebut dengan istilah “pelaku”, sedangkan korbannya akan disebut dengan “korban”.
Dalam kasus toxic relationship, pelaku memiliki kecenderungan untuk selalu mengekang dan mengontrol segala pergerakan dari korbannya. Sebagai contoh, pelaku akan memaksa korban untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan selera mereka, tanpa peduli dengan pendapat dari korban. Tentu saja dalam kasus toxic relationship tidak sesederhana dalam memilih pakaian saja, namun juga termasuk menentukan jalan hidup dan rencana kedepan.
Tidak sedikit juga dari pelaku toxic relationship akan memaksakan kehendaknya dengan menggunakan alasan-alasan yang dapat meluluhkan hati korbannya seperti “demi kebaikan kamu”, atau “karena aku sayang kamu”. Tentu saja hal-hal tersebut hanya sebagai alasan supaya korban menuruti keinginan pelaku.
Tidak Mendukung

Tidak hanya memaksakan kehendak mereka, pelaku toxic relationship juga cenderung tidak mendukung pilihan dari korbannya. Mereka tidak peduli dengan pendapat dan langkah yang akan diambil oleh korban. Bahkan sebisa mungkin mereka akan menggagalkan rencana tersebut jika bertolak belakang dengan keinginan pelaku.
Bentuk tidak adanya dukungan dari pelaku juga bisa ditunjukkan dari ketidak pedulian mereka saat korban berhasil mencapai keinginannya. Mereka bahkan akan membandingkan korban dengan dirinya atau orang lain untuk membuat korban merasa tidak pantas berbangga diri akan pencapaian tersebut. Padahal seperti yang kita semua ketahui bahwa hubungan yang sehat adalah mereka yang saling mendukung satu sama lain.
Baca juga : Ini Dia Manfaat Deep Talk Bersama Anak
Kesulitan untuk Menjadi Diri Sendiri

Jika kamu adalah korban toxic relationship, kamu pasti merasa bahwa apa yang kamu lakukan, yang kamu kenakan, atau yang kamu tuju tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Hal ini memang salah satu ciri-ciri bahwa kamu sudah terjebak dalam toxic relationship. Korban terlalu sering diatur dan diarahkan untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pelaku. Hal inilah yang membuat korban sering kali tidak menjadi dirinya sendiri.
Dalam beberapa kasus yang sudah cukup parah, korban toxic relationship bahkan mengalami kesulitan untuk berpendapat. Mereka akan meikirkan pendapat yang hendak diungkapkannya berkali-kali. Tentu saja pandangan pasangannya merupakan salah satu pertimbangan besar bagi mereka.
Mendapatkan Banyak Sekali Kalimat Sarkasme

Pujian adalah ungkapan yang cukup penting dalam sebuah hubungan. Sayangnya bagi pelaku toxic relationship, pujian yang mereka ungkapkan merupakan bentuk dari sebuah sarkasme. Mereka tidak benar-benar memuji pasangannya, melainkan hanya sekedar sindiran untuk melukai hati pasangannya. Korban dalam hal ini akan dibuat sebisa mungkin untuk merasa terhina dari kalimat-kalimat manis yang diungkapkan oleh pelaku.
Cemburu Buta

Merasa cemburu jika pasangan kita memperhatikan lawan jenis lain tentu merupakan tindakan yang wajar. Namun bagaimana dengan cemburu buta alias merasa cemburu tanpa sebab dan alasan yang jelas? Hal semacam ini bisa menjadi salah satu bentuk dari toxic relationship.
Pelaku toxic relationship cenderung mengawasi pasangannya secara berlebihan. Dalam beberapa kasus mereka bahkan tidak membiarkan pasangannya melakukan interaksi dalam bentuk apapun itu dengan lawan jenis selain dirinya. Bahkan jika kecemburuannya sudah terbukti salah, mereka tetap saja terus mengawasi pasangannya.
Seperti itulah beberapa ciri-ciri dari toxic relationship. Jika kamu atau orang terdekat mu sedang terjebak dalam hubungan semacam itu, maka mintalah bantuan orang terdekat untuk segera terlepas dari toxic relationship sebelum kesehatan mental mu terganggu olehnya.
Semoga artikel ini dapat membantu.
Baca juga : Kenali Manfaat Deep Talk Dengan Pasangan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



