Semua artikel
Relationship

Ini Dia Ciri-Ciri Kekerasan Emosional Dalam Hubungan Asmara

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Istilah cinta itu buta rasanya bisa menormalisasi mengapa banyak pasangan yang tidak sadar bahwa dirinya sedang menjadi korban kekerasan emosional dari pasangannya. Hal ini cukup membahayakan jika mengingat menjadi korban kekerasan emosional bisa berdampak negatif bagi kondisi mental seseorang.

Kekerasan emosional sendiri merupakan salah satu bentuk kekerasan baik secara verbal maupun tindakan manipulatif. Beberapa bentuk kekerasan verbal ini justru dilakukan secara halus sehingga membuat korbannya tidak sadar bahwa dirinya sedang menjadi korban kekerasan emosional. Namun tanpa disadari, lambat laun korban mulai merasakan kebingungan dan kelelahan secara mental.

Alih-alih merasa bahagia dengan pasangan, korban kekerasan emosional dalam hubungan asmara justru dapat mengakibatkan berbagai bentuk gangguan mental. Gangguan mental yang bisa disebabkan oleh kekerasan emosional bisa berupa trauma berat, depresi, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri. Untuk mengantisipasi hal tersebut, setiap orang perlu memahami bagaimana ciri-ciri bahwa dirinya sedang mengalami kekerasan emosional dalam hubungan asmaranya.

Berikut beberapa tanda bahwa kamu sedang menjadi korban kekerasan emosional oleh pasangan mu:

Sering Disalahkan

Salah satu bentuk kekerasan emosional yang tanpa kita sadari sangat dekat disekitar kita adalah sering disalahkan. Merasa salah saat kita benar-benar salah merupakan hal yang wajar, namun bukan berarti kita harus menanggung setiap bentuk kesalahan, terlebih lagi jika kita tidak ikut andil dalam kesalahan tersebut.

Contohnya saat kamu disalahkan oleh pasangan akibat membuat janji temu saat cuaca buruk. Siapa yang sangka bahwa hari itu cuacanya akan buruk? Tentu saja ini bukan kesalahan mu, walaupun kamu yang menentukan waktu janjian tersebut.

Sering disalahkan akibat hal-hal yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawab mu akan membuat kamu enggan untuk mengambil keputusan kedepannya. Hal ini tentu tidak akan baik untuk diri mu sendiri.

Sering Mendapatkan Silent Treatment

Istilah silent treatment sendiri bukanlah istilah asing lagi dalam sebuah hubungan. Namun tahukah kamu bahwa silent treatment merupakan salah satu bentuk dari kekerasan emosional. Silent treatment sendiri adalah respon penolakan dalam bentuk diam terhadap lawan bicara.

Contohnya, saat kamu melakukan suatu kesalahan, pasangan akan diam seribu bahasa tanpa menyalahkan apa lagi membenarkan perbuatan mu. Tindakan semacam ini akan menimbulkan kebingungan. Sebagai orang yang dengan menerima silent treatment, kita tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih lagi jika kita tidak tahu letak kesalahan kita.

Pasangan yang melakukan silent treatment tidak akan menjelaskan apa kesalahan mu dan apa yang mesti kamu perbuat untuk menebus kesalahan tersebut. Mereka berharap kamu melakukan apa yang mereka inginkan tanpa harus mereka ungkapkan, walaupun hal tersebut sedikit mustahil untuk dilakukan. Kondisi ini akan menimbulkan efek tertekan bagi korbannya.

Baca juga : Ini Dia Tanda Bahwa Kamu Mengalami Kekerasan Emosional

Kesulitan Untuk Berdiskusi

Dalam sebuah hubungan yang sehat, tentu terdapat pola komunikasi yang sehat juga di dalamnya. Pola komunikasi yang sehat ini yaitu adanya komunikasi dua arah yang bisa saling memahami satu sama lain.

Dengan demikian, diskusi bersama pasangan bukan suatu hal yang aneh lagi seharusnya. Namun beberapa orang yang selalu mendapatkan kekerasan emosional dari pasangannya akan kesulitan melakukan hal tersebut. Hal ini dikarenakan pasangan yang melakukan kekerasan emosional seringkali memaksakan kehendak mereka tanpa memperdulikan pandangan dari pasangannya. Akhirnya, alih-alih melakukan hal-hal yang kalian sukai berdua, justru malah hanya melakukan apa yang disukai oleh pasangan mu.

Merasa Dipermalukan

Pasangan yang baik seharusnya akan membanggakan mu di depan umum. Namun tidak dengan pasangan yang melakukan kekerasan emosional. Salah satu bentuk kekerasan emosional adalah mempermalukan korbannya di depan umum. Maka dari itu, jika kamu selalu merasa dipermalukan di depan umum, baik itu di depan teman-teman, keluarga, atau orang yang tak dikenal, bisa jadi kamu sedang menjadi korban kekerasan emosional oleh pasangan mu sendiri.

Contohnya, pasangan mu akan melontarkan humor-humor yang mengejek dirimu seperti mengejek bentuk tubuh atau kebiasan buruk mu. Walaupun dikemas dalam bentuk humor atau candaan, namun hal ini tetap tidak pantas untuk dilakukan.

Pasangan yang Posesif

Sikap dan sifat posesif pasangan memang bisa jadi bentuk tanda cinta dan rasa tidak ingin kehilangan diri mu. Namun jika posesif ini berlebihan dan justru mempersempit ruang gerak mu, maka ini tanda bahwa kamu terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Dilain sisi, sikap dan sifat posesif ini juga merupakan salah satu bentuk kekerasan emosional. Tidak menuntut kemungkinan sikap posesif ini juga akan melukai perasaan mu karena tidak dipercaya sebagai pasangan.

Contohnya, pasangan mu membatasi pergaulan mu baik itu dengan teman ataupun rekan kerja. Hal ini umumnya dilakukan agar kamu tidak memalingkan perhatian kepada orang lain selain dirinya.

Seperti itulah beberapa ciri-ciri kekerasan emosional dalam hubungan asmara. Jika kamu mengalami beberapa hal di atas, tidak ada salahnya untuk melakukan konseling pasangan dengan Psikolog untuk mendapatkan hubungan yang lebih sehat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Tips Menghadapi Orang Tua Posesif

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini Dia Ciri-Ciri Kekerasan Emosional Dalam Hubungan Asmara — DeepTalk