Deeptalk.co.id – Autism spectrum disorder (ASD) merupakan kondisi gangguan pada fungsi otak dan saraf. Gangguan tersebut mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan untuk berkomunikasi, bersosialisasi, dan adanya masalah perilaku.
Autism spectrum disorder atau yang dikenal juga dengan istilah autisme tentu sudah tidak asing lagi ditelinga. Pasalnya, cukup banyak kasus anak dengan gangguan tersebut. Namun tahukah kamu bahwa terdapat 5 tipe dari gangguan autis ini, berikut kelima tipenya:
Autistic Disorder

Tipe pertama dari gangguan spektrum autisme adalah autistic disorder yang merupakan definisi gangguan autis yang dikenal di masyarakat. Autistic disorder atau gangguan autisme merupakan kondisi gangguan otak dan saraf yang mengakibatkan masalah komunikasi, sosialisasi, serta perilaku.
Penderita autistic disorder memiliki gejala kesulitan dalam berkomunikasi. Mereka mengalami perkembangan kemampuan bahasa yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya. Selain itu, penderita gangguan ini juga kesulitan untuk berkomunikasi. Mereka cenderung tidak ekspresif dan kesulitan untuk memahami perasaan orang disekitarnya.
Dari berbagai kekurangan yang dimiliki, penderita autistic disorder cenderung fokus dan lebih realistis. Hal tersebut membuat mereka mampu menekuni satu bidang. Tidak jarang anak dengan gangguan ini memiliki keahlian di bidang tertentu dibandingkan dengan teman-temannya, misalnya di bidang matematika, seni, sains, dan lain sebagainya.
Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui penyebab utama dari autistic disorder. Meski demikian, beberapa faktor seperti genetik, kelahiran prematur, konsumsi obat-obatan tertentu pada ibu saat mengandung, konsumsi alkohol berlebihan pada ibu saat mengandung, dan kondisi struktur otak, dipercaya menjadi faktor pemicu resiko gangguan ini.
Asperger Syndrome

Sindrom asperger atau asperger syndrome merupakan gangguan fungsi otak yang ditandai dengan terganggunya kemampuan komunikasi dan interaksi seseorang. Berbeda dengan gangguan spektrum autis lainnya, penderita sindrom asperger masih memiliki kemampuan bahasa yang cukup baik. Sindrom asperger juga dikenal sebagai gangguan autis dengan gejala ringan.
Penderita sindrom asperger juga masih memiliki empati kepada orang disekitarnya. Namun, mereka cenderung datar dan tindak memberikan respon yang sesuai. Selain itu, mereka juga memiliki kecenderungan untuk menceritakan dirinya atau hal-hal yang dianggapnya menarik saja.
Adapun gejala yang dimunculkan oleh penderita sindrom asperger berupa kesulitan dalam berkomunikasi, tidak ekspresif, kurang peka, obsesif, repetitif, kurang menyukai perubahan, memiliki gangguan motorik, dan gangguan fisik atau koordinasi.
Anak laki-laki akan berpeluang lebih besar mengalami sindrom asperger, namun sindrom asperger yang terjadi pada anak perempuan umumnya menunjukkan gejala yang lebih parah. Bayi yang lahir prematur juga memiliki kecenderungan mengalami sindrom asperger. Selain itu, usia Ibu diatas 35 tahun saat melahirkan juga meningkatkan resiko sindrom asperger.
Baca juga : Ini Dia Tips Mengatasi Serangan Panik
Childhood Disintegrative Disorder

Gangguan disintegrasi anak atau dikenal juga dengan childhood disintegrative disorder merupakan kondisi dimana anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, bahasa, dan fungsi sosialnya. Umumnya, anak dengan gangguan ini mengalami proses perkembangan yang normal hingga usia 2 tahun, namun setelah itu mereka akan mengalami penurunan kemampuan bahkan kehilangan kemampuan yang pernah mereka pelajari sebelumnya hingga usia 3 bahkan 10 tahun.
Umumnya, gejala yang ditunjukkan oleh penderita childhood disintegrative disorder memiliki kesamaan dengan autistic disorder, namun terjadi lebih lambat dan dalam tingkat keparahan yang lebih tinggi. Gangguan yang ditunjukkan berupa kehilangan kemampuan bahasa termasuk pengaturan volume suara, kehilangan kemampuan bersosialisasi, kehilangan kemampuan motorik, hingga kesulitan untuk mengendalikan kantung kemih atau ususnya.
Penyebab dari childhood disintegrative disorder juga belum diketahui secara pasti. Namun, faktor genetik, paparan lingkungan seperti racun atau infeksi dan juga respons autoimun, dipercaya menjadi faktor yang meningkatkan resiko gangguan tersebut.
Pervasive Developmental Disorder - Not Otherwise Specified

Pervasive developmental disorder - not otherwise specified atau yang biasa disingkat dengan PDD-NOS merupakan bagian dari gangguan spektrum autisme. Gangguan yang satu ini mungkin masih cukup asing di telinga
PDD-NOS sendiri merupakan gangguan pada fungsi otak yang mengakibatkan gangguan pada keterampilan sosial, gangguan interaksi dengan orang lain, dan adanya masalah komunikasi verbal dan non-verbal. Kondisi PDD-NOS biasanya diberikan untuk menggambarkan penderita autisme namun tidak memenuhi gejala gangguan autisme lainnya.
Penderita PDD-NOS mungkin akan menunjukkan begala yang berbeda-beda. Namun, gejala utamanya berupa kesulitan kemampuan sosial dan komunikasi. Gejala tersebut juga sudah dapat dideteksi sejak bayi, namun baru bisa didiagnosis pada usia 4 tahun.
Sindrom Rett

Sindrom rett merupakan kondisi kelainan genetik pada otak yang menyebabkan gangguan perkembangan neurologis yang progresif. Sindrom rett ini merupakan bagian dari gangguan spektrum autisme yang dapat didiagnosis pada usia 6-18 bulan.
Adapun gejala yang ditunjukkan oleh penderita sindrom rett berupa kehilangan kemampuan berjalan atau kelainan gaya jalan, ukuran kepala lebih kecil, mengalami gangguan bicara, kehilangan fungsi tangan, mengalami gerakan tangan yang tidak disengaja, kejang, kesulitan bernafas, masalah tidur, dan mengalami skoliosis.
Itu dia 5 tipe gangguan spektrum autis. Jika kamu berhadapan dengan anak pada gejala yang sudah dijelaskan di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Anxiety Disorder: Bagaimana Ciri-Ciri Gangguan Kecemasan Sosial?



