Semua artikel
Sifat

Hyperarousal : Menjadi Lebih Siaga Setelah Trauma

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Post traumatic stress disorder (PTSD) merupakan salah satu gangguan mental yang disebabkan oleh kejadian traumatis. Penderita PTSD yang tidak mendapatkan penanganan sesegera mungkin akan beresiko mengalami masalah dikemudian hari. Salah satu masalahnya adalah mereka memiliki kecenderungan untuk selalu waspada terhadap faktor pemicu yang membuat mereka mengingat kejadian traumatis. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah hyperarousal.

Untuk mengenal lebih dalam mengenai kondisi hyperarousal, artikel kali ini akan secara khusus membahas hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu memiliki gejala serupa dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasannya.

Pengertian Hyperarousal

Penderita PTSD yang tidak mendapatkan penanganan sesegera mungkin akan beresiko mengalami tiga dampak, yaitu gangguan mood, kecemasan berlebih, dan hyperarousal. Hyperarousal adalah kondisi dimana penderita menjadi lebih siaga setelah mengalami kejadian traumatis. Hal ini biasanya dipicu oleh segala sesuatu yang dapat mengingatkan mereka terhadap kejadian traumatis.

Penderita hyperarousal bisa mengalami kecemasan berlebih saat mengingat kejadian traumatis yang pernah mereka alami. Walaupun kejadian traumatis tersebut sudah lama berlalu, namun mereka masih merasakan ketakutan-ketakutan yang sama seperti saat kejadian tersebut berlangsung.

Kondisi hyperarousal ini membuat penderita hyperarousal mengalami kesulitan untuk berdamai dengan kejadian traumatis. Hal tersebut dikarenakan mereka menjadi sangat responsif terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan kejadian traumatis.

Kondisi hyperarousal ini juga tidak hanya dialami oleh orang dewasa, namun juga bisa dialami oleh anak-anak. Justru kondisi tersebut bisa berdampak buruk terhadap kehidupan penderita untuk kedepannya jika tidak mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Penyebab Hyperarousal

Kondisi hyperarousal terjadi saat penderita mendapatkan stimulus yang mengingatkan mereka terhadap kejadian-kejadian traumatis yang pernah mereka alami. Dengan demikian, kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh adanya kejadian traumatis. Meski begitu, orang-orang yang mendapatkan penanganan tepat setelah mengalami trauma bisa jadi tidak mengalami hyperarousal ini. Sedangkan penyebab dari trauma atau PTSD sendiri cukup beragam. Mulai dari kekerasan fisik ataupun mental, pelecehan seksual, bencana alam, dan lain sebagainya.

Baca juga : Ternyata Pesimis Tidak Selamanya Buruk! Ini Dia Dampak Positif dan Negatif Dari Sifat Pesimis

Selain adanya kejadian traumatis, kondisi hyperarousal ini juga bisa dipicu oleh beberapa faktor berikut:

·         Mengalami kejadian traumatis berulang dan berkepanjangan.

·         Kejadian traumatis yang dialami pada masa anak-anak dan masa remaja.

·         Memiliki pekerjaan yang beresiko menyebabkan trauma seperti pemadam kebakaran, tenaga medis, tentara, dan lain sebagainya.

·         Adanya riwayat gangguan mental seperti depresi, dan gangguan kecemasan.

·         Pernah menjadi pelaku penyalahgunaan zat-zat berbahaya seperti alkohol dan narkoba.

·         Faktor genetik

·         Minimnya dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, dan pasangan.

Gejala Hyperarousal

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kondisi hyperarousal ini dipicu oleh adanya kejadian traumatis atau PTSD. Dengan demikian, gejala yang dialami oleh penderita hyperarousal kurang lebih sama dengan gejala PTSD. Namun pada penderita hyperarousal mengalami kilas balik ingatan mengenai kejadian-kejadian traumatis yang pernah dialami. Selain itu, penderita hyperarousal juga memiliki kecenderungan untuk menghindari hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis mereka.

Selain itu, penderita hyperarousal juga mengalami beberapa gejala lain seperti:

·         Menjadi waspada terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis. Contohnya, waspada saat menaiki kendaraan bermotor setelah mengalami kecelakaan motor.

·         Mengalami gangguan tidur seperti tidur terlalu banyak, tidur terlalu sedikit, atau tidak mendapatkan tidur yang berkualitas. Hal tersebut disebabkan oleh pikiran-pikiran mengenai kejadian traumatis.

·         Kesulitan dalam berkonsentrasi.

·         Mengalami masalah dalam mengelolah emosi. Misalnya menjadi emosional dan mudah terpancing emosi.

·         Mengalami serangan panik saat dipicu oleh hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis.

·         Beresiko mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

·         Mengalami kecemasan berlebih, terutama saat mengingat atau berhadapan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian traumatis.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi hyperarousal. Perlu diketahui bahwa kondisi hyperarousal cukup serius dan perlu mendapatkan perhatian lebih. Pasalnya, jika kondisi hyperarousal tidak mendapatkan penanganan, maka kondisinya bisa menjadi lebih parah.

Untuk itu, jika kamu atau orang sekitar pernah mengalami kejadian traumatis dan memiliki beberapa gejala hyperarousal di atas, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dari diagnosis tersebut barulah akan ditentukan penganan apa yang bisa diberikan.

Namun terlepas dari itu semua, kondisi hyperarousal ini sebenarnya bisa dihindari dengan cara memberikan penanganan yang tepat dan sesegera mungkin kepada orang-orang yang mengalami kejadian traumatis. Dengan begitu, kondisi mental bisa lebih stabil dan tentunya bisa berdamai dengan pengalaman-pengalaman pahit yang pernah mereka alami.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.                                                                                  

Baca juga : Selalu Merasa Gagal? Bisa Jadi Kamu Orang yang Pesimis

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait