Semua artikel
Relationship

Homoseksual : Ketertarikan Seksual Terhadap Sesama Jenis

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Walaupun pernah masuk dalam kategori gangguan mental, namun saat ini homoseksual bukan lagi gangguan mental atau penyakit kejiwaan. Hal tersebut telah disepakati oleh American Psychiatric Association (APA) dan World Health Organization (WHO). Selain itu, dalam  PPDGJ (Pedoman Penggolongan dan Diagnosa Gangguan Jiwa) yang sering digunakan di Indonesia, dan DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition) yang merupakan patokan diagnosis bagi Psikolog dan Psikiater di seluruh dunia, juga sudah menghapuskan homoseksual dari deretan gangguan mental. Dengan demikian, homoseksual hanya masuk dalam kategori orientasi seksual.

Untuk lebih memahami mengenai homoseksual apa yang menyebabkan seseorang menjadi homoseksual, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat hanya sebagai bahan edukasi. Jika kamu atau orang sekitar mengalami kebingungan mengenai orientasi seksual yang dimiliki, maka melakukan konsultasi dengan Psikolog akan sangat membantu.

Berikut pembahasannya.

Pengertian Homoseksual

Istilah homoseksual sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yaitu ὁμός/homos yang artinya sama, dan seksual itu sendiri. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa homoseksual merupakan salah satu orientasi seksual yang ditandai dengan adanya ketertarikan secara personal, emosional, atau secara seksual kepada orang lain dengan jenis kelamin yang sama dengannya. Istilah homoseksual ini digambarkan ke dalam dua jenis, yaitu lesbian untuk wanita yang memiliki ketertarikan kepada wanita, dan gay untuk pria yang memiliki ketertarikan kepada pria.

Karena homoseksual masuk dalam kategori orientasi seksual, maka kondisi yang satu ini akan berkelanjutan pada kondisi pengalaman seksual, kasih sayang, atau ketertarikan romantis secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin sama. Hal inilah yang menjadikan banyak sekali pro dan kontra terhadap orang-orang yang memiliki orientasi homoseksual. Pasalnya, hubungan intim yang dilakukan oleh sesama jenis bisa memicu berbagai macam penyakit, yang salah satunya kita kenal dengan kondisi HIV/AIDS.

Jenis-Jenis Homoseksual

Menurut Santoso pada tahun 1988, homoseksual sendiri terbagi ke dalam dua jenis berdasarkan aspek kesehatan jiwa. Berikut jenis-jenis homoseksual yang dimaksud:

Homoseksual ego sintonik

Seseorang dengan homoseksual ego sintonik tidak memiliki masalah atau tidak terganggu sama sekali dengan orientasi seksual yang dimiliki. Mereka tidak mengalami perang batin antara ketertarikan sesama jenis atau ketertarikan dengan jenis kelamin berbeda. Mereka tidak memiliki keinginan untuk mengubah orientasi seksual yang dimiliki.

Homoseksual ego distonik

Berbeda dengan jenis homoseksual sebelumnya, seseorang dengan homoseksual ego distonik justru mengalami kebimbangan dengan orientasi seksual yang dimiliki. Mereka bahkan memiliki sedikit ketertarikan dengan lawan jenis. Hal tersebutlah yang membuat mereka mengalami perang batin antara menjadi homoseksual atau heteroseksual. Adanya konflik batin ini membuat seseorang dengan homoseksual ego distonik mengalami masalah emosional seperti perasaan bersalah, kesepian, malu, cemas bahkan depresi.

Baca juga : Fetisisme : Ketertarikan Seksual Terhadap Benda Mati

Penyebab Homoseksual

Homoseksual memang sudah tidak masuk dalam kategori gangguan mental, namun kondisi yang satu ini masih sering dianggap sebagai perbuatan yang menyimpang. Hal tersebut dikarenakan homoseksual dipandang sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya, agama, dan tradisi di Indonesia khususnya. Karena itulah banyak orang yang menentang orientasi seksual yang satu ini.

Sayangnya penyebab pasti dari homoseksual ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang menjadi homoseksual. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:

Kondisi otak

Banyak penelitian yang membuktikan adanya perbedaan struktur dan bentuk otak pada seorang homoseksual dan heteroseksual. Pada seorang homoseksual, bagian anterior cingulate cortex dan temporal otak sebelah kiri kebanyakan sedikit lebih tebal dibandingkan dengan seorang heteroseksual. Meski telah ditemukan perbedaan dalam otak tersebut, namun belum bisa dijelaskan secara detail mengapa perbedaan tersebut membuat seseorang menjadi homoseksual.

Faktor genetik

Walaupun faktor yang satu ini tidak bisa menjadi patokan seseorang memiliki orientasi homoseksual, namun banyak peneliti yang percaya bahwa genetik dapat mempengaruhi orientasi seksual seseorang. Hal ini didukung dengan teori yang menyatakan bahwa wanita homoseksual mungkin mengalami kelebihan hormon androgen saat ia masih dalam kandungan. Selain itu beberapa sifat-sifat genetik juga dipercaya dapat diturunkan dari orang tua ke anak.

Trauma masa kecil

Trauma psikologis yang dialami seseorang saat kecil akan sedikit banyak mempengaruhi orientasi seksual orang tersebut, termasuk homoseksual. Tidak sedikit kasus yang membuktikan bahwa seorang homoseksual saat kecil pernah mengalami pelecehan seksual atau menyaksikan pelecehan seksual terhadap orang-orang terdekatnya. Meski demikian, tidak sedikit juga seorang heteroseksual yang pernah mengalami pelecehan seksual saat masih kecil.

Seperti itulah pembahasan mengenai homoseksual. Dapat disimpulkan bahwa homoseksual tidak termasuk dalam gangguan mental, melainkan orientasi seksual terhadap orang yang memiliki jenis kelamin yang sama. Homoseksual juga terbagi dua yaitu homoseksual ego sintonik dan homoseksual ego distonik. Penyebab pasti seseorang memiliki orientasi homoseksual juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko hal tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga : Kenali Macam-Macam Perilaku Menyimpang Seksual

 

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Homoseksual : Ketertarikan Seksual Terhadap Sesama Jenis — DeepTalk