Deeptalk.co.id – Hubungan antara Hoarding Disorder (Gangguan Penimbunan) dan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) adalah subjek yang menarik dalam dunia psikologi. Kedua gangguan ini memiliki persamaan dalam hal obsesi dan kompulsi, tetapi mereka memiliki karakteristik yang membedakan.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kaitan antara Hoarding Disorder dan OCD, menggali bagaimana keduanya saling terkait, serta perbedaan utama dalam gejala dan perawatannya. Pemahaman lebih lanjut tentang hubungan ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang cara mengidentifikasi, mendiagnosis, dan merawat individu yang mungkin mengalami salah satu atau kedua gangguan ini.
Tentang Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) adalah spektrum kondisi psikologis yang ditandai dengan obsesi berulang (pikiran, gambaran, atau desakan yang mengganggu) yang menyebabkan kecemasan atau kesusahan, dan kompulsi (tindakan mental atau perilaku berulang) yang membuat individu merasa terdorong untuk melakukan sehubungan dengan obsesinya atau sesuai dengan aturan yang dia miliki telah dibuat. Meskipun istilah “OCD” kini menjadi gambaran umum dalam interaksi sehari-hari untuk menyebut perilaku berulang atau kebutuhan akan ketertiban dan kebersihan, gangguan ini sebenarnya menyebabkan gangguan yang jauh lebih besar daripada yang biasanya dibayangkan orang.
Obsesi adalah pikiran, impuls, atau gambaran mental yang terus-menerus dan tidak terkendali, bersifat invasif, tidak diinginkan, dan mengganggu. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan atau kesusahan yang nyata. Contohnya meliputi rasa takut akan kontaminasi, rasa takut menyebabkan kerugian pada diri sendiri atau orang lain (misalnya, anak), rasa takut akan rasa malu, dorongan seksual yang tidak nyaman, atau rasa takut terhadap gangguan. Sedangkan kompulsi adalah perilaku berulang atau tindakan mental, seperti menghitung, berdoa, atau mencuci tangan yang dilakukan untuk mengendalikan atau menekan pikiran obsesif.
Ciri lain dari OCD adalah Thought-Action Fusion (TAF). Dengan TAF, individu tertentu mengacaukan pikiran mereka dengan tindakan; misalnya, seseorang mungkin khawatir orang yang dicintainya akan mengalami kecelakaan mobil, karena percaya bahwa pikirannya sebenarnya dapat menyebabkan kecelakaan mobil tersebut terjadi.
Spektrum OCD memiliki beragam presentasi. OCD yang berpusat pada keasyikan tubuh dapat bermanifestasi sebagai Gangguan Dismorfik Tubuh, Hipokondriasis, Trikotilomania (mencabut rambut), atau gangguan makan tertentu.
Baca juga: Penyebab Gangguan Mania dan Diagnosisnya
Gangguan OCD Pada Hoarding Disorder

Spektrum OCD juga dapat mencakup gejala gangguan penimbunan (hoarding disorder) atau Disposophobia. Namun beberapa psikolog lainnya percaya ada perbedaan antara perilaku “penimbunan murni” dan penimbunan yang berasal dari OCD.
Gangguan penimbunan atau hoarding disorder adalah kondisi kronis sebagai gangguan psikologis di mana individu mengumpulkan barang-barang material dalam jumlah yang luar biasa besar tanpa kemampuan untuk membuangnya secara sukarela terlepas dari apakah barang-barang tersebut memiliki kegunaan praktis. Penimbunan barang bisa sangat membebani sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari; masalah sanitasi juga dapat terjadi, sehingga menimbulkan risiko kesehatan akibat jamur, bakteri, dan kotoran hewan.
Bagi orang yang memiliki hoarding disorder yang juga menderita OCD, para psikolog percaya bahwa kebutuhan kompulsif untuk menyimpan “barang” dapat menjadi cara untuk mengelola pikiran-pikiran yang menjengkelkan dan mengganggu. Ini termasuk seperti kekhawatiran terhadap kebersihan, kesehatan, atau obsesi lainnya. Menyimpan kelebihan harta benda menjadi cara untuk mengelola sementara pikiran-pikiran mengganggu ini.
Orang yang menderita hoarding disorder tetapi tidak menunjukkan gejala OCD mungkin enggan melepaskan barang-barang di rumah mereka karena alasan lain. Seperti keyakinan bahwa suatu hari barang-barang mereka mungkin berguna atau karena membuang barang-barang menyebabkan mereka kehilangan sesuatu. Mereka menjadi merasa kesusahan atau bahkan membuat mereka depresi. Dalam beberapa kasus, penimbun bahkan mungkin tidak menyadari bahwa perilakunya merugikan diri sendiri dan orang lain.
Perawatan Hoarding Disorder yang Disertai OCD

Perawatan untuk gangguan penimbunan memerlukan perawatan profesional. Karena hoarding disorder sering kali termasuk dalam kategori OCD, cara terbaik yang terbukti secara klinis untuk mengatasi penimbunan adalah dengan Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dan Pencegahan Paparan dan Respons (ERP). CBT membantu klien untuk memahami kesalahan berpikir yang berujung pada perilaku penimbunan. ERP melibatkan pemaparan individu secara bertahap pada kondisi yang memicu kecemasan dan kemudian bekerja sama dengan individu tersebut untuk menghindari kompulsi.
Misalnya, seseorang dengan gangguan penimbunan dapat disuruh membuang suatu barang dari rumahnya (paparan); pelatih atau terapis kemudian bekerja dengan mereka untuk menghindari suatu keharusan (membawa lebih banyak barang) dan membantu mereka menurunkan tingkat kecemasan mereka. Hal ini perlu dilakukan dalam lingkungan yang terkendali, sehingga hanya memicu kecemasan dalam jumlah yang dapat dikendalikan, sehingga memungkinkan individu untuk secara perlahan meningkatkan ambang batas toleransi terhadap tekanan.
Tergantung pada tingkat penimbunannya, terapi ini dapat memakan waktu mulai dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, namun pada akhirnya dapat memungkinkan individu untuk kembali ke kehidupan fungsional, dan kini mampu mengelola perilaku menimbunnya.
Baca juga: Lima Aspek Penting dalam Metode RULER
Sumber:
Ball, J. (2019, April 3). Hoarding and Obsessive Compulsive Disorder. PCH Treatment Center. https://www.pchtreatment.com/hoarding-and-obsessive-compulsive-disorder-ocd/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



