Deeptalk.co.id – Setiap orang tentu memiliki gaya hidupnya masing-masing. Mulai dari mereka yang memiliki gaya hidup minimalis, artinya merasa nyaman dengan kesederhanaan. Apa pula yang memiliki gaya hidup hedonisme, artinya menyukai gaya hidup mewah dan cenderung mencari kesenangan tanpa batas.
Walaupun gaya hidup hedonisme selalu dipandang negatif, namun nyatanya gaya hidup ini juga memiliki sisi positif. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa gaya hidup hedonisme juga bisa mendatangkan dampak bagi masalah kesehatan mental penderitanya.
Lantas seperti apa gaya hidup hedonisme itu, dan bagaimana bisa gaya hidup mempengaruhi kesehatan mental? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gaya hidup hedonisme. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah psikologis atau perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi dengan psikolog atau orang yang ahli di bidang tersebut. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai hedonisme.
Pengertian Hedonisme

Hedonisme merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu “hedone” yang artinya kesenangan. Dengan demikian, hedonisme sendiri diartikan sebagai sebuah gaya hidup yang berfokus pada pencarian kesenangan tanpa batas. Disisi lain para penganut hedonisme ini juga beranggapan bahwa tujuan hidup utama seseorang adalah kesenangan dan kenikmatan dalam bentuk materi. Maka tidak heran jika orang-orang dengan gaya hidup hedonisme cenderung terkesan materialistis.
Orang-orang dengan gaya hidup hedonisme memiliki pandangan bahwa mereka akan mengupayakan banyak hal demi mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan. Selain itu, mereka juga akan berupaya untuk menghindari hal-hal yang bisa menyakitkan dirinya.
Terlepas dari itu semua, gaya hidup hedonisme seringkali memiliki pandangan negatif. Pasalnya, mereka selalu tampak mengagungkan hal-hal yang berbau mater. Selain itu, mereka juga terlalu mengutamakan kesenangan diri sendiri. Bahkan tidak jarang apa yang dilakukan untuk mencapai kebahagiaannya, justru dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain.
Baca juga : Mengenal Dampak Positif dan Negatif Dari Retail Therapy
Dampak Gaya Hidup Hedonisme

Gaya hidup hedonisme memang tidak lepas dari pro dan kontra yang ada di dalamnya. Hal ini tentu memberikan berbagai dampak, baik itu negatif maupun positif bagi penganutnya. Untuk itu, berikut beberapa dampak bagi orang-orang penganut gaya hidup hedonisme:
Terjebak dalam masalah keuangan
Orang-orang dengan gaya hidup hedonisme memang tidak jauh-jauh dari masalah keuangan. Pandangan mereka mengenai kebahagiaan yang bersifat materi itulah yang membuat mereka cenderung boros dan susah mengakumulasi keuangan mereka.
Orang dengan gaya hidup hedonisme juga memiliki hobi berbelanja. Bahkan hal-hal yang dibelinya cenderung tidak memiliki manfaat besar bagi hidupnya. Hal inilah yang mengakibatkan struktur keuangan yang tidak sehat, serta minim investasi dan dana darurat bagi penganut gaya hidup hedonisme.
Mampu menemukan kebahagiaannya
Tidak semua orang mengetahui apa yang membuat mereka merasa senang. Bahkan hal ini juga tidak jarang membuat seseorang terjebak dalam kondisi stress dan depresi. Sedangkan para penganut gaya hidup hedonisme tahu pasti apa yang membuat mereka bahagia. Selain itu, mereka selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut. Hal inilah yang membuat penganut gaya hidup hedonisme jauh dari rasa sedih. Meski demikian, beberapa masalah yang timbul akibat gaya hidup hedonisme yang tidak terkendali justru dapat menimbulkan masalah lain.
Konsumtif
Penganut gaya hidup hedonisme sering kali membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan perilaku konsumtif. Selain itu, perilaku berbelanja yang tidak terkontrol ini bisa mengarah pada masalah kesehatan mental yang dikenal dengan impulsive buying disorder.
Individualisme
Dampak lainnya dari penganut gaya hidup hedonisme adalah timbulnya perilaku individualisme. Banyak sekali bukti di lapangan yang menyatakan bahwa gaya hidup hedonisme memiliki kelekatan dengan perilaku individualisme. Pasalnya, mereka yang menganut gaya hidup hedonisme cenderung mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Hal ini membuat mereka cenderung tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya.
Egois
Selain individualisme, kondisi lain yang erat kaitannya dengan penganut gaya hidup hedonisme adalah sifat egois. Tidak jauh dengan sikap individualisme yang dimiliki, sifat egois ini juga terbentuk dari kecenderungan untuk mencari kebahagiaan pribadi mereka. Maka tidak heran jika penganut gaya hidup hedonisme cenderung memikirkan diri sendiri.
Tidak memiliki perencanaan keuangan jangka panjang
Seiring dengan bertambahnya usia, manusia tentu akan memasuki masa-masa pensiun. Artinya pada masa tersebut, seseorang akan mengalami penurunan produktivitas. Dengan demikian, kita tentu membutuhkan perencanaan keuangan jangka panjang untuk menghadapi masa pensiun tersebut. Sayangnya, para penganut gaya hidup hedonisme kurang memikirkan hal tersebut. Akhirnya, mereka cenderung mengalami masalah keuangan di usia non-produktifnya. Hal ini tentu akan mendatangkan masalah kesehatan mental seperti stress atau sejenisnya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai gaya hidup hedonisme. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Retail Therapy : Berbelanja Dengan Tujuan Membuat Diri Merasa Lebih Baik
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



