Semua artikel
Relationship

Hati-Hati Terjebak Hubungan Kodependensi, Berikut Pengertian dan Tandanya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Hubungan kodependensi adalah dinamika yang kompleks dan sering kali tidak sehat antara dua individu di mana salah satu atau kedua belah pihak sangat bergantung satu sama lain secara emosional. Dalam hubungan ini, individu-individu tersebut cenderung mengorbankan kebutuhan dan keinginan pribadi demi memenuhi kebutuhan dan keinginan pasangannya. Kodependensi sering kali berkembang sebagai akibat dari trauma masa lalu, kecemasan yang mendalam, atau masalah kepercayaan diri.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam pengertian dan tanda-tanda hubungan kodependensi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kodependensi, diharapkan kita dapat mengenali pola-pola yang tidak sehat dalam hubungan kita dan mencari jalan untuk menyembuhkan dan membangun hubungan yang lebih seimbang, saling mendukung, dan bermakna.

Memahami Kodependensi dalam Suatu Hubungan

Kodependensi pada suatu hubungan merupakan kondisi emosional dan perilaku yang memengaruhi kemampuan individu untuk memiliki hubungan yang sehat dan saling memuaskan. Kondisi ini juga dikenal sebagai “addicted relationship” atau kecanduan hubungan. Ini dikarenakan seseorang dengan kodependensi sering kali membentu atau mempertahankan hubungan yang sepihak, merusak secara emosional, atau bahkan bersikap kasar.

Gangguan kodependensi dalam hubungan pertama kali diidentifikasi sekitar sepuluh tahun yang lalu sebagai hasil dari bertahun-tahun mempelajari hubungan interpersonal dalam keluarga pecandu. Perilaku saling tergantung tersebut dipelajari dengan mengamati dan meniru anggota keluarga lain yang menunjukkan jenis perilaku ini.

Meskipun setiap orang memiliki orang yang dicintai dan merasa bertanggung jawab atas mereka, hubungan menjadi tidak sehat ketika identitas Anda bergantung pada orang lain. Kodependensi tidak mengacu pada semua perilaku atau perasaan peduli. Melainkan hanya yang berlebihan pada tingkat yang tidak sehat. Anda menjadi melupakan bahwa tanggung jawab untuk hubungan dengan orang lain perlu hidup berdampingan dengan tanggung jawab untuk diri sendiri.

Masalah yang melekat pada hubungan kodependensi adalah bahwa pihak pemberi kehilangan kesadaran diri mereka yang sebenarnya. Ini dikarenakan mereka menuangkannya berlebihan ke dalam sisi pihak pengambil (perhatian). Bahkan jika si pemberi tidak langsung merasakan hal ini, karena mereka mungkin senang memberikan cintanya dan diandalkan, hal itu dapat berkembang ke tingkat yang tidak sehat seiring berjalannya hubungan.

Masalah lain dengan kodependensi adalah menjadi sulit bagi pemberi untuk melepaskan diri dari hubungan karena mereka mungkin merasa orang lain sangat bergantung pada mereka. Bahkan jika mereka tahu bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Sebaliknya, pengambil akan merasa sangat bergantung pada pemberi sehingga mereka juga kesulitan meninggalkan hubungan yang beracun.

Namun demikian, bergantung pada orang lain tidak berarti Anda seorang yang kodependen. Dalam hubungan yang sehat, setiap orang dapat mengandalkan satu sama lain untuk berbagai kebutuhan. Ketergantungan ada ketika satu orang memberi lebih dari yang lain, menciptakan ketidakseimbangan kebutuhan yang terpenuhi.

Baca juga: Cari Tahu Manfaat Dari Konseling Untuk Kesehatan Mental

Tanda Hubungan Kodependensi

Hubungan kodependensi merupakan hubungan sirkular di mana satu orang membutuhkan orang lain, yang pada gilirannya perlu dibutuhkan. Orang yang kodependensi, yang disebut “pihak pemberi” merasa tidak berharga kecuali mereka dibutuhkan hingga mau berkorban demi pasangannya, atau yang disebut pihak penerima.

Kodependensi mengacu pada pola hubungan yang tidak sehat akan adanya ketidakseimbangan. Dalam pola tersebut, salah satu pihak memikul tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan atau perasaannya sendiri. Hubungan kodependensi dengan demikian dibangun di sekitar ketidaksetaraan kekuasaan yang mempromosikan kebutuhan pihak penerima. Ini membuat pihak pemberi akan terus memberi, yang seringkali dengan mengorbankan diri mereka sendiri.

Ada beberapa hal yang menjadi tanda dari kodependensi. Jika Anda mengalami salah satu dari yang disebutkan berikut ini, Anda kemungkinan menjadi pihak pemberi dalam hubungan kodependensi.

– Merasa “berjalan di atas kulit telur” untuk menghindari konflik dengan orang lain

– Selalu menghubungi orang lain atau pasangan untuk meminta izin ketika akan melakukan tugas dan aktivitas sehari-hari

– Sering menjadi orang yang meminta maaf, yang bahkan Anda tidak melakukan kesalahan apa pun

– Merasa kasihan pada orang lain, meskipun padahal mungkin mereka menyakiti Anda

– Secara teratur mencoba mengubah atau menyelamatkan orang-orang bermasalah, kecanduan, atau kurang berfungsi yang masalahnya melampaui kemampuan seseorang untuk memperbaikinya

– Melakukan apa pun untuk orang lain, meskipun itu membuat Anda merasa tidak nyaman

– Menempatkan orang lain di atas tumpuan, meskipun faktanya mereka tidak pantas mendapatkan posisi ini

– Kebutuhan orang lain untuk menyukai Anda agar merasa nyaman dengan diri sendiri

– Berjuang untuk menemukan waktu untuk diri sendiri, terutama jika waktu luang Anda secara konsisten pergi ke orang lain

– Merasa seolah-olah Anda telah kehilangan rasa diri Anda dalam hubungan tersebut

Baca juga: Pluviophile. Mengapa Seseorang Merasa Senang Ketika Hujan Turun

 

Sumber:

Co-Dependency. (2023). Mental Health America. https://www.mhanational.org/co-dependency

What Is Codependency? (2022, November 7). Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-codependency-5072124

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Hati-Hati Terjebak Hubungan Kodependensi, Berikut Pengertian dan Tandanya — DeepTalk