Deeptalk.co.id – Perasaan bersalah merupakan sesuatu yang wajar untuk dialami seseorang, terutama setelah seseorang melakukan kesalahan, atau salah dalam mengambil keputusan. Perasaan bersalah juga sangat dibutuhkan, hal ini dikarenakan perasaan tersebutlah yang membuat seseorang berbenah diri dari kesalahan yang telah diperbuat, dan meminta maaf kepada orang lain yang dirugikan.
Perasaan bersalah umumnya akan sangat mengganggu untuk beberapa saat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, seseorang akan berdamai dengan keadaan dan mampu untuk menerima segala yang terjadi.
Namun bagaimana dengan perasaan bersalah yang berlebihan, dan membuat seseorang justru terus menerus merasa terpuruk akan kesalahan yang diperbuat? Kondisi semacam itu biasanya dikenal dengan istilah gluit complex.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi gluit complex atau perasaan bersalah yang berlebihan. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis, terutama pada kondisi kesehatan mental.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah dengan kesehatan mental atau perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut kepada Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai kondisi gluit complex.
Pengertian Gluit Complex

Gluit complex adalah istilah untuk menggambarkan kondisi dimana seseorang selalu merasa bersalah hingga terkesan berlebihan. Seseorang yang mengalami gluit complex ini bahkan akan merasa melakukan kesalahan sebelum mereka melakukan tindakan. Tidak hanya perasaan bersalah, kondisi gluit complex juga bisa membuat seseorang merasa malu dan cemas secara berlebihan.
Orang-orang yang mengalami gluit complex bisa saja merasa sangat bersalah, walaupun apa yang dilakukan bukan menjadi sumber masalah yang terjadi, bahkan belum melakukan hal-hal yang bisa memicu suatu masalah. Dalam kasus gluit complex ini juga akan membuat penderitanya merasa bahwa hal kecil yang diperbuat bisa saja mendatangkan masalah besar di kemudian hari.
Walaupun perasaan bersalah pada dasarnya bukan sesuatu yang buruk, namun perasaan bersalah berlebihan justru dapat menimbulkan masalah baru. Misalnya saja akan membuat orang lain merasa tidak nyaman, atau justru dapat membatasi ruang gerak penderita gluit complex itu sendiri karena tingkat kewaspadaan yang meningkat.
Baca juga : Euthymia : Mood Stabil Pada Penderita Bipolar
Tipe-Tipe Gluit Complex

Kondisi gluit complex sendiri terbagi atas beberapa tipe berikut:
Natural guilt (rasa bersalah alami)
Tipe pertama dari gluit complex adalah natural guilt atau rasa bersalah alami, yang merupakan perasaan bersalah setelah melakukan sebuah kesalahan yang menimbulkan dampak negatif seperti merugikan orang lain. Meski hal ini terlihat wajar, namun dalam konteks gluit complex, perasaan bersalah cenderung berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Maladaptive guilt (rasa bersalah maladaptif)
Tipe kedua dari gluit complex adalah maladaptive guilt atau rasa bersalah maladaptif, yang merupakan perasaan bersalah yang sebenarnya disebabkan oleh hal-hal diluar kendali penderita. Walaupun hal tersebut diluar kendali, namun perasaan bersalah tetap ada karena menganggap diri tidak bisa mencegah hal yang tidak diinginkan.
Guilty thoughts (pikiran bersalah)
Tipe ketiga dari gluit complex adalah guilty thoughts atau pikiran bersalah, yang merupakan perasaan bersalah yang disebabkan oleh pikiran-pikiran negatif yang tak pantas mengenai suatu hal. Pada kasus guilty thoughts ini, penderita mengalami rasa takut jika orang lain mengetahui pikiran negatif mereka.
Existential guilt (rasa bersalah eksistensial)
Tipe keempat atau yang terakhir dari gluit complex adalah existential guilt atau rasa bersalah eksistensial, yang merupakan perasaan bersalah yang disebabkan oleh ketidakpastian, atau tidak hidup sesuai prinsip yang diri sendiri maupun orang lain. Bisa dikatakan bahwa tipe yang satu ini cukup rumit. Contohnya, perasaan bersalah karena dirinya selamat dari bahaya, namun temannya tidak.
Penyebab Gluit Complex

Terdapat beberapa faktor penyebab seseorang memiliki perasaan bersalah yang berlebihan dalam dirinya, yaitu:
Kecemasan
Seseorang yang masalah kecemasan, khususnya orang-orang dengan gangguan kecemasan cenderung mudah memikirkan hal-hal negatif. Hal inilah yang akhirnya bisa memicu rasa bersalah secara berlebihan.
Pengalaman traumatis
Seseorang yang pernah mengalami pengalaman traumatis, terlebih lagi jika dialami pada masa kanak-kanak juga bisa berpotensi mengalami guilt complex. Misalnya pada anak yang dibesarkan dengan menumbuhkan rasa bersalah berlebih terhadap anak, atau sering menyalahkan anak untuk hal-hal kecil. Dengan demikian anak bisa saja tumbuh menjadi pribadi yang mudah merasa bersalah secara berlebihan.
Budaya
Orang-orang yang tumbuh pada lingkungan dengan kepercayaan terhadap larangan dari norma budaya yang dianutnya akan cenderung merasa bersalah jika melakukan larangan tersebut, walau orang itu sudah tidak lagi mempercayai norma tersebut.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai guilt complex. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa apapun yang berlebihan bisa mendatangkan dampak buruk untuk diri sendiri, termasuk berlebihan dalam merasa bersalah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Waspada Dampak Dari Kebiasaan Berbohong dan Cara Mengatasinya
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



