Deeptalk.co.id – Kemampuan public speaking merupakan skill dasar yang sangat dibutuhkan sebagai makhluk sosial. Kemampuan public speaking yang baik akan membantu seseorang memiliki koneksi dengan orang-orang yang dibutuhkan. Tidak jarang, kemampuan ini justru menjadi sumber penghasilan bagi beberapa profesi.
Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan public speaking yang baik. Beberapa dari mereka justru memiliki ketakutan berlebih saat diharuskan untuk berbicara di depan umum. kondisi tersebut bisa jadi gejala glossophobia.
Artikel ini akan membahas lebih detail mengenai gangguan glossophobia. Artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika pembaca memiliki kemiripan gejala, silahkan konsultasikan dengan Psikolog atau para ahli.
Pengertian Gangguan Glossophobia

Istilah glossophobia berasal dari Bahasa Yunani, yaitu glossa yang berarti lidah, dan phobos yang berarti rasa takut. Jika diartikan secara lebih detail, gangguan glossophobia merupakan kondisi dimana seseorang mengalami ketakutan berlebih saat mencoba untuk berbicara di depan umum.
Penderita gangguan glossophobia bisa mengalami ketakutan berlebih, bahkan serangan panik, jika diharuskan untuk berbicara di depan kelompok tertentu. Hal tersebut bisa memicu beberapa gejala fisik seperti gemetar, keringat dingin, dan lain sebagainya.
Walaupun penderita gangguan glossophobia memiliki ketakutan untuk berbicara di depan umum, uniknya beberapa dari mereka tidak takut jika diminta untuk menari, menyanyi, bermain alat musik, atau yang lainnya di depan umum. Hal tersebut bisa dilakukan selama mereka tidak diminta untuk berbicara di depan umum.
Gangguan glossophobia merupakan gangguan kesehatan mental, lebih tepatnya bagian dari gangguan fobia sosial. Walaupun masih dalam kategori gangguan kesehatan mental, namun gangguan ini tidak terlalu berbahaya dibandingkan dengan gangguan mental lainnya. Meski demikian, gangguan glossophobia perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak memburuk di kemudian hari. Selain itu, gangguan glossophobia yang tidak mendapatkan penanganan tepat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
Penyebab Gangguan Glossophobia

Penyebab pasti dari gangguan glossophobia ini belum diketahui. Namun, beberapa orang mengalami gangguan glossophobia disebabkan oleh adanya pengalaman tidak menyenangkan saat berbicara di depan umum. Misalnya, penderita pernah dipermalukan saat berbicara di depan umum, dihakimi, dan lain sebagainya.
Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang dipercaya dapat meningkatkan resiko gangguan glossophobia, yaitu:
Genetik
Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan atau jenis fobia lain akan beresiko mengalami gangguan glossophobia. Selain itu, terdapat kelainan pada bagian otak yang disebut dengan amigdala. Bagian otak tersebut bertugas untuk mengelola respons rasa takut seseorang. Saat struktur ini terlalu aktif, stres, kecemasan, dan kekhawatiran akan meningkat.
Pola asuh saat kecil
Anak yang diasuh atau dididik dengan orang tua atau orang dewasa yang memiliki gangguan kecemasan atau menunjukkan kecemasan yang tinggi, akan membuat anak belajar akan hal tersebut. Hal ini akan beresiko anak tumbuh dengan berbagai gangguan kecemasan, salah satunya adalah gangguan glossophobia.
Baca juga: Ini Dia Gejala dan Penanganan Gangguan Bipolar
Gejala Gangguan Glossophobia

Jika dilihat dari pengertian gangguan glossophobia, sudah jelas bahwa gejala utama dari gangguan glossophobia adalah adanya rasa takut atau kecemasan berlebih saat mencoba untuk berbicara di depan umum. Selain itu, penderita gangguan glossophobia juga menunjukkan beberapa gejala fisik dan gejala psikologis berikut:
Gejala fisik
Sama halnya dengan gangguan fobia lainnya, penderita gangguan glossophobia juga menunjukkan beberapa gejala fisik saat berhadapan dengan faktor pemicu rasa takutnya. Gejala fisik tersebut bisa berupa gemetar, kesulitan bernafas, berbicara tidak teratur, keringat dingin, diare atau sakit perut, jantung berdebar lebih cepat, pusing, otot tegang, dan berkali-kali merasa ingin buang air kecil.
Gejala psikologis
Sedangkan gejala psikologis yang ditunjukkan oleh penderita gangguan glossophobia bisa berupa perasaan cemas berlebih bahkan sebelum memulai untuk berbicara di depan umum. Selain itu, penderita gangguan glossophobia juga cenderung menghindar atau menolak jika diminta untuk berbicara di depan umum.
Penanganan Pada Penderita Gangguan Glossophobia

Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, kamu bisa mengunjungi Psikolog untuk melakukan konsultasi. Psikolog umumnya akan melakukan serangkaian proses untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Setelah menemukan diagnosis yang tepat, Psikolog akan menawarkan beberapa terapi psikologi sesuai dengan kebutuhan klien.
Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan Psikolog. Namun jika kamu masih belum siap, kamu bisa sering-sering melakukan diskusi. Bisa dimulai dengan kelompok kecil dan lama-lama berkembang menjadi kelompok besar. Hal ini akan membantu kamu terbiasa berbicara di depan banyak orang.
Selain melakukan diskusi, kamu juga bisa berlatih banyak mengenai public speaking. Cukup banyak buku, video pendek, bahkan seminar-seminar gratis yang membahas kiat-kiat melakukan public speaking yang baik. Dengan memiliki ilmu mengenai public speaking, kamu akan semakin siap untuk berbicara di depan umum. Kamu juga akan semakin jauh dengan kondisi gangguan glossophobia.
Semoga artikel ini dapat membantu.
Baca juga: Genofobia: Ketakutan Berlebih Terhadap Aktivitas Seks



