Semua artikel
Perilaku

Gen Z dan Prokrastinasi: Bagaimana Teknologi Mempengaruhi Kebiasaan Mereka?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Gen z adalah generasi yang lahir pada era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hal tersebut membuat mereka sangat familiar dengan teknologi yang ada. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi akan perkembangan teknologi. Meski demikian, perkembangan teknologi tidak selamanya berdampak positif. Dalam banyak kasus, perkembangan teknologi justru memunculkan masalah baru yang berdampak pada perilaku dan kondisi psikologis para gen z.

Salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi ini adalah membuat para gen z memiliki kebiasaan menunda pekerjaan atau yang kita kenal dengan istilah prokrastinasi. Lantas, bagaimana pengaruh perkembangan teknologi terhadap perilaku prokrastinasi pada gen z? Artikel ini akan membahas hal tersebut.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami memiliki kebiasaan prokrastinasi, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan psikologis. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Cara Teknologi Mempengaruhi Kebiasaan Prokrastinasi Pada Gen Z

Young men working overtime in the office

Pada dasarnya teknologi diciptakan untuk mempermudah tugas manusia. Namun, beberapa orang menyalahgunakan hal tersebut. Orang-orang yang kurang bijak dalam pemanfaatan teknologi, akan terpengaruh untuk memiliki kebiasaan prokrastinasi. Sayangnya, hal tersebut banyak terjadi dikalangan gen z. Berikut cara teknologi mempengaruhi kebiasaan prokrastinasi pada gen z:

Ketergantungan terhadap teknologi

Penggunaan teknologi secara terus-menerus dan tak terkontrol akan memicu ketergantungan terhadap teknologi. Walaupun teknologi itu baik, namun segala hal yang berlebihan tentu tidak baik. Ketergantungan terhadap teknologi ini memicu terganggunya perhatian, gaya belajar, dan juga keterampilan sosial para gen z. Dengan demikian, banyak yang berujung pada kebiasaan prokrastinasi.

Penggunaan internet yang berlebihan

Teknologi bisa mempengaruhi kebiasaan prokrastinasi pada gen z dengan penggunaan internet yang berlebihan. Seperti yang kita ketahui, internet dan gen z bagaikan dua hal yang sulit untuk dipisahkan. Hal ini bisa berdampak buruk, karena bisa berdampak pada kecanduan internet. Saat gen z mengalami kecanduan internet, mereka akan mudah terganggu dengan notifikasi dari media sosial. Notifikasi itulah yang nantinya akan menunda niat untuk menyelesaikan tugas, atau dengan kata lain melakukan prokrastinasi.

Penggunaan smartphone yang berlebihan

Cara pengaruh teknologi terhadap kebiasaan prokrastinasi selanjutnya bisa dengan penggunaan smartphone yang berlebihan. Kasus yang satu ini hampir sama dengan poin sebelumnya. Dimana notifikasi smartphone, baik itu dari media sosial, email, aplikasi pesan singkat, dan sejenisnya, akan menunda niat untuk menyelesaikan tugas, atau dengan kata lain melakukan prokrastinasi.

Baca juga: Gen Z, Overgeneralisasi, dan Kesehatan Mental: Membangun Kesadaran dan Empati

Tips Mengatasi Prokrastinasi yang Disebabkan Oleh Teknologi

Young men working overtime in the office

Sebagai gen z yang sudah sangat lekat dengan teknologi bisa jadi akan sedikit menantang untuk melakukan tips-tips ini. Namun, perlu diingat bahwa prokrastinasi memberikan banyak sekali dampak negatif untuk segala sektor kehidupan gen z. Untuk itu, walaupun sedikit menantang, tips berikut tetap perlu untuk dicoba.

Mengatur waktu penggunaan teknologi

Tips pertama adalah dengan mengatur waktu penggunaan teknologi. Tips ini sangat penting walaupun cukup sulit dilakukan oleh para gen z yang sudah sangat tergantung dengan teknologi. Namun mengatur waktu dalam penggunaan teknologi sangat mungkin untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi. Selain itu, pengaturan waktu penggunaan teknologi ini juga bisa dilakukan secara perlahan agar tidak terlalu terasa terbebani.

Memanfaatkan teknologi yang membantu

Tips kedua adalah dengan memanfaatkan teknologi yang membantu. Mungkin hal yang satu ini akan terasa sedikit unik. Pasalnya, kita akan mengurangi penggunaan teknologi dengan memanfaatkan teknologi. Namun semua itu bisa diusahakan. Misalnya dengan menggunakan aplikasi pengatur waktu dalam penggunaan teknolog. Kamu juga bisa menggunakan alarm untuk mengatur jadwal harian agar bisa lebih produktif, atau mengingatkan diri untuk mengerjakan tugas tepat waktu.

Mengembangkan keterampilan mengatur waktu

Tips ketiga adalah dengan mengembangkan keterampilan mengatur waktu. Keterampilan yang satu ini akan membuat sadar bahwa penggunaan teknologi yang berlebihan akan membuang banyak waktu berharga. Saat mampu mengatur waktu dengan baik, kamu akan sadar, dan tidak lagi melakukan prokrastinasi.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai bagaimana teknologi mempengaruhi kebiasaan prokrastinasi pada gen z, dan cara mengatasinya. Jika kebiasaan prokrastinasi sudah mengganggu aktivitas dan kondisi mental, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan psikologis. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk menemukan para profesional di bidang kesehatan mental. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Gaslighting di Sekolah dan di Rumah: Bagaimana Gen Z Menghadapi Manipulasi Emosional

 

Sumber:

Klingsberg, T. (2014). The effects of task segmentation on procrastination. Journal of Applied Developmental Psychology, 35, 101-106.

O'Brien, K. (2018). The physical and mental health effects of procrastination. Journal of Behavioral Addictions, 7(2), 241-246.

Steel, P. (2007). The nature of procrastination: A meta-analytic and theoretical review of the literature. Psychological Bulletin, 133(1), 65-94.

Tice, D. M., & Baumeister, R. F. (1997). Longitudinal study of procrastination, stress, and performance. Psychological Science, 8(6), 454-458.

Wang, Y., & Kong, J. (2018). The impact of social media on procrastination. Computers in Human Behavior, 89, 241-248.

Zhang, Y., & Feng, X. (2019). The relationship between smartphone addiction and procrastination in college students. Journal of Behavioral Addictions, 8(2), 251-258.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Gen Z dan Prokrastinasi: Bagaimana Teknologi Mempengaruhi Kebiasaan Mereka? — DeepTalk