Semua artikel
Emosi

Gen Z dan Gaslighting: Cara Menghadapi Manipulasi Emosional dalam Hubungan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Tumbuh di era teknologi nyatanya memiliki tantangan tersendiri. Gen z adalah generasi yang lahir pada tahun 1997-2012. Mereka sudah sangat familiar dengan segala bentuk kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi saat ini. Sayangnya hal tersebut tidak bisa menjamin kesejahteraan hidup manusia. Nyatanya, gen z mengalami tantangan baru yang tidak dialami oleh generasi sebelumnya.

Saat ini gen z sudah berusia remaja dan dewasa. beberapa diantara mereka sudah mulai menjalin hubungan romantis. Sayangnya, banyak faktor yang membuat hubungan para gen z dipengaruhi dengan gaslighting ini.

Masalah gaslighting pada gen z ini perlu menjadi fokus khusus. Bagaimana tidak, banyak dampak yang bisa mempengaruhi kehidupan gen z akibat gaslighting dalam hubungan. Lantas, apa yang membuat gen z rentan mengalami gaslighting? dan bagaimana cara gen z bisa menghadapi para pelaku gaslighting dalam hubungan mereka? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk jadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gaslighting dan mempengaruhi kondisi mental mu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Alasan Gen Z Rentan Terhadap Gaslighting

Toxic relationship illustration

Pada dasarnya gaslighting bisa dialami oleh siapa saja. Namun gen z melalui beberapa kondisi yang membuat mereka lebih rentan mengalami gaslighting. Berikut beberapa alasan mengapa gen z rentan mengalami gaslighting:

Penggunaan sosial media

Gen z hidup di era perkembangan teknologi. Sosial media menjadi platform yang sangat lekat dengan mereka. Namun perlu diingat bahwa saat ini gaslighting juga bisa terjadi di sosial media. Dengan demikian, aktifnya para gen z di sosial media bisa menjadi pemicu mereka mengalami gaslighting.

Kurangnya pengalaman

Saat ini usia gen z masih terbilang cukup muda. Artinya, banyak diantara mereka yang masih kurang berpengalaman dalam berinteraksi di lingkungan sosial. Kurangnya pengalaman ini bisa menjadi salah satu pemicu gen z rentan mengalami gaslighting.

Perubahan nilai-nilai sosial

Perkembangan teknologi membuat banyak sekali perubahan yang terjadi di lingkungan sosial. Salah satu yang terus berubah juga terkait dengan nilai-nilai sosial. Hal tersebut tentu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun sayangnya, perubahan nilai-nilai sosial ini juga bisa membuat para gen z rentan mengalami gaslighting.

Baca juga: Manipulasi Emosional: Bagaimana Gaslighting Mempengaruhi Gen Z?

Cara Gen Z Menghadapi Pelaku Gaslighting Dalam Hubungan

Gradient  divorce illustration

Sebagai gen z, penting untuk mengetahui cara yang tepat dalam menghadapi pelaku gaslighting dalam hubungan. Pasalnya, pelaku gaslighting adalah individu yang sangat manipulatif. Untuk itu, jangan sampai kamu terjebak dalam hubungan dengan pelaku gaslighting. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan dalam menghadapi pelaku gaslighting:

Mengenali tanda-tanda gaslighting

Cara paling utama dalam menghadapi pelaku gaslighting dalam hubungan adalah dengan mengenali tanda-tanda gaslighting. Bagaimana kamu bisa menghadapinya dengan baik, jika kamu justru tidak menyadari adanya tanda-tanda gaslighting.

Pelaku gaslighting cenderung memanipulasi fakta atau informasi yang sebenarnya. Selain itu, mereka juga cenderung membuat korban terus merasa bersalah dan tidak berdaya. Jika pasanganmu suka melakukan kekerasan baik secara fisik maupun verbal. Kamu juga perlu waspada, karena itu merupakan tanda-tanda gaslighting.

Mengembangkan kesadaran diri

Cara lain yang tidak kalah penting dalam menghadapi pelaku gaslighting dalam hubungan adalah dengan mengembangkan kesadaran diri. Dengan cara ini kamu bisa lebih menghargai diri sendiri, dan tentunya tidak membiarkan diri terjebak dengan orang yang salah.

Kamu bisa mulai dengan mengenali apa yang menjadi kekurangan maupun kelebihan yang kamu miliki. Selain itu, jika memang kamu merasa sudah terjebak dengan pelaku gaslighting. Coba pahami apa yang membuat kamu mudah mengalami gaslighting. Kamu bisa melakukan semua itu dengan refleksi dan juga evaluasi diri.

Membangun jaringan dan dukungan

Pelaku gaslighting umumnya akan membuat korbannya memiliki lingkungan sosial yang sempit. Bahkan sebisa mungkin korbannya hanya berinteraksi dengan dirinya. Hal ini dilakukan agar korban semakin terikat dan tidak memiliki dukungan dari orang lain untuk melepaskan diri dari pelaku gaslighting. Untuk itu, kamu harus mulai membangun jaringan dan mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat.

Kamu bisa menemui teman atau keluarga terdekat. Selain itu, cobalah untuk bergabung dengan komunitas yang bisa saling memberikan inside positif. Khususnya yang berhubungan dengan gaslighting. Jangan ragu untuk mendapatkan bantuan dari profesional jika memang dibutuhkan. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk bertemu dengan profesional di bidang kesehatan mental.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai penyebab gen z rentan mengalami gaslighting, dan cara bijak gen z dalam menghadapi pelaku gaslighting. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Gaslighting pada Gen Z: Dampaknya pada Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya

 

Sumber:

Bancroft, L. (2002). Why Does He Do That?: Inside the Minds of Angry and Controlling Men. Berkley Books.

Journal of Interpersonal Violence. (2020). The Effects of Gaslighting on Mental Health. (DOI: 10.1177/0886260520948846)

Psychological Trauma: Theory, Research, Practice, and Policy. (2019). Gaslighting and Emotional Abuse. (DOI: 10.1037/tra0000464)

Journal of Clinical Psychology. (2016). Gaslighting and Narcissistic Personality Disorder. (DOI: 10.1002/jclp.22323)

Pew Research Center. (2020). Mobile Technology and Home Broadband 2020.

Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking. (2017). Gaslighting in Online Communities. (DOI: 10.1089/cyber.2016.0366)

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Gen Z dan Gaslighting: Cara Menghadapi Manipulasi Emosional dalam Hubungan — DeepTalk