Deeptalk.co.id – Hidup di era digital membuat segala hal yang mustahil menjadi sangat mungkin terjadi. Kita juga akan berjumpa dengan berbagai macam jenis manusia yang memiliki keunikannya masing-masing. Bahkan, untuk berinteraksi dengan orang di belahan dunia lain sangat bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Gen z yang hidup di era digital ini tentu sangat dimanjakan dengan teknologi yang ada. Meski demikian, tidak semua hal positif yang datang seiring dengan perkembangan teknologi. Banyak juga dampak negatif yang dirasakan oleh para gen z. Sebagai contoh, jika dulu kita hanya mengenal bullying secara langsung. Sekarang sudah ada yang namanya cyber bullying. Selain itu, segala bentuk penipuan dan manipulasi juga bisa dilakukan melalui media online.
Salah satu bentuk manipulasi yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan media online adalah gaslighting. Gaslighting adalah bentuk manipulasi emosional yang membuat korban meragukan kemampuan, ingatan, maupun pengalamannya. Para pelaku gaslighting ini menjalankan aksinya demi untuk bisa mengontrol korban agar mau melakukan apa yang mereka inginkan.
Para gen z harus berhati-hati dengan segala bentuk gaslighting yang ada. Baik itu gaslighting yang dilakukan secara langsung, maupun gaslighting secara online. Pasalnya, dampak dari gaslighting itu sendiri bisa sangat fatal untuk kesehatan mental. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak gaslighting terhadap kesehatan mental, dan cara mengatasinya.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis, maupun metode penanganan gangguan mental secara profesional. Jika kamu mengalami masalah kesehatan mental akibat gaslighting atau hal lain, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Dampak Gaslighting pada Kesehatan Mental Gen Z

Gaslighting merupakan bentuk pelecehan atau kekerasan emosional. Artinya, perilaku tersebut bisa sangat berdampak terhadap kondisi mental korbannya. Ditambah lagi dengan beban gen z dalam persaingan di era digital ini. Berikut beberapa dampak gaslighting terhadap kesehatan mental yang bisa dialami oleh para gen z:
Kerusakan harga diri
Pelaku gaslighting adalah orang yang sangat manipulatif. Mereka bisa merusak harga diri korbannya, membuat korban merasa tidak berharga, dan kehilangan kontrol akan dirinya sendiri.
Stress dan kecemasan berlebih
Menjadi korban gaslighting juga bisa membuat seseorang mengalami stress dan kecemasan berlebih, seta timbulnya perasaan tidak tenang. Pasalnya, mereka selalu dalam kontrol sang pelaku.
Depresi
Dalam beberapa kondisi, gaslighting juga bisa memicu depresi pada korbannya. Korban bahkan bisa merasa putus asa, dan kehilangan minat untuk merencanakan masa depan.
Gangguan tidur
Korban gaslighting juga cenderung mengalami gangguan tidur. Misalnya mengalami insomnia dan mimpi buruk.
Kerusakan hubungan
Salah satu upaya yang dilakukan oleh para pelaku gaslighting adalah untuk menjauhkan korban dari orang-orang terdekatnya. Upaya tersebut bertujuan agar korban tidak memiliki dukungan dari orang lain, dan selalu terikat dengan pelaku. Hal semacam ini tentu akan merusak hubungan sosial korban.
Baca juga: Mengenal Gaslighting: Cara Mengenali dan Menghadapi Manipulasi Emosional pada Gen Z
Cara Mengatasi Gaslighting

Setelah mengetahui dampak dari gaslighting, tentu kita perlu untuk mengatasi hal tersebut. Akan sangat baik jika kita bisa menghindarinya. Namun kita tidak pernah tahu kapan hal itu bisa terjadi dalam hidup kita. Untuk itu, berikut beberapa cara untuk mengatasi gaslighting:
· Mengembangkan kesadaran diri, dengan begitu kamu bisa tahu apa yang menjadi kelemahan dan juga kelebihan yang kamu miliki. Orang dengan kesadaran diri tidak akan menjadi rentan terhadap gaslighting.
· Membangun jaringan yang kuat, walaupun pada umumnya pelaku gaslighting akan membuat korbannya kehilangan kontak dengan lingkungan. Namun percayalah, dorongan dari orang lain akan membuat kamu menjadi lebih kuat untuk bebas dari pelaku gaslighting.
· Dokumentasikan semua bukti kekerasan yang kamu alami. Perlu diingat bahwa pelaku gaslighting sangat manipulatif dan mampu membolak-balikan fakta. Untuk itu, kamu perlu bukti kejahatan mereka jika sewaktu-waktu itu dibutuhkan.
· Dapatkan bantuan dari profesional, terutama jika gaslighting sudah sangat mempengaruhi kondisi mental, emosional, dan juga produktivitas mu. Jika kamu bingung hendak kemana, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk menemukan para profesional di bidang kesehatan mental.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai dampak dan cara mengatasi gaslighting yang bisa dilakukan oleh para gen z. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Gaslighting di Era Digital: Bagaimana Gen Z Menghadapi Manipulasi Emosional
Sumber:
Journal of Interpersonal Violence. (2020). The Effects of Gaslighting on Mental Health. (DOI: 10.1177/0886260520948846)
Psychological Trauma: Theory, Research, Practice, and Policy. (2019). Gaslighting and Emotional Abuse. (DOI: 10.1037/tra0000464)
Journal of Clinical Psychology. (2016). Gaslighting and Narcissistic Personality Disorder. (DOI: 10.1002/jclp.22323)
National Domestic Violence Hotline. (n.d.). Gaslighting.
American Psychological Association. (2020). Gaslighting.
Stern, R. (2018). The Gaslight Effect: How to Spot and Survive the Manipulation Tactics People Use to Control Others. Harmony Books.
Bancroft, L. (2002). Why Does He Do That?: Inside the Minds of Angry and Controlling Men. Berkley Books.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



