Deeptalk.co.id – Hidup di era digital memang banyak mendatangkan manfaat. Banyak sekali kemudahan yang bisa kita dapatkan. Salahnya satunya adalah kemudahan dalam mengakses informasi. Namun tahukah kamu bahwa era digital juga memberikan dampak negatif untuk kehidupan sehari-hari. Jika kita mudah mengakses informasi, maka akan mudah juga bagi orang lain mengakses informasi pribadi kita. Maka dari itu, kita tetap perlu waspada walau hidup di era yang penuh kemudahan ini.
Beberapa diantara kita mungkin pernah mendengar istilah gaslighting. Tahukah kamu bahwa era digital ini membuat gaslighting tidak hanya bisa dilakukan secara langsung, melainkan juga bisa dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Lantas, seperti apa gaslighting di era digital ini? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gaslighting di era digital, dan bagaimana seharusnya gen z menghadapinya.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gaslighting dan berdampak pada kesehatan mental. Segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Apa Itu Gaslighting?

Gaslighting merupakan suatu bentuk manipulasi emosional yang membuat seseorang meragukan kemampuan, pikiran, perasaan, dan peristiwa yang dialami. Gaslighting juga termasuk pelecehan atau kekerasan emosional. Pelaku melakukan gaslighting terhadap korban agar dapat menguasai dan mengontrol korban, dan melakukan apa yang pelaku inginkan.
Sama halnya dengan bentuk kekerasan dan pelecehan lainnya. Gaslighting juga bisa memberikan dampak negatif yang sangat serius, terutama bagi para korbannya. Tidak hanya dampak terhadap kondisi fisik, melainkan juga terhadap kondisi mental dan emosional. Maka dari itu, gaslighting bukan hal yang bisa dinormalisasi begitu saja.
Baca juga: JOMO: Cara Baru untuk Mengalami Kehidupan Tanpa FOMO
Bagaimana Bentuk Gaslighting di Era Digital?

Para gen z yang hidup di era digital perlu waspada dengan bentuk manipulasi emosional yang satu ini. Pasalnya, gaslighting tidak hanya bisa dilakukan secara langsung. Melainkan juga bisa dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Justru, gaslighting menjadi lebih efektif dan efisien dengan adanya perkembangan teknologi ini. Adapun bentuk gaslighting di era digital adalah sebagai berikut:
Penggunaan sosial media
Bentuk gaslighting di era digital pertama bisa dengan memanfaatkan sosial media. Cara yang satu ini bisa sangat efektif mengingat gaslighting tidak hanya ditujukan kepada satu orang, melainkan pada banyak orang. Gaslighting menggunakan sosial media bisa dengan menyebarkan informasi hoax, atau berkomentar dengan menggiring opini yang tidak pantas.
Penggunaan aplikasi pesan
Bentuk gaslighting di era digital kedua bisa dengan memanfaatkan aplikasi pesan. Seperti yang kita ketahui saat ini banyak sekali aplikasi pesan yang bisa diakses dengan mudah dan gratis. Walaupun metode yang satu ini menjurus ke satu korban, namun cukup efektif karena adanya pendekatan personal. Gaslighting menggunakan aplikasi pesan bisa dengan mengirimkan pesan yang tidak pantas kepada korban.
Penggunaan email
Bentuk gaslighting di era digital ketiga bisa dengan memanfaatkan email. Hampir sama dengan poin sebelumnya. Namun, email akan cenderung lebih formal dibandingkan dengan aplikasi pesan.
Penggunaan situs web
Bentuk gaslighting di era digital keempat bisa dengan memanfaatkan situs web. Penggunaan situs web ini bisa dengan cara menyebarkan informasi tidak pantas tentang korban, menyebarkan informasi hoax, dan lain sebagainya.
Cara Gen Z Menghadapi Gaslighting di Era Digital

Sebagai gen z, penting untuk lebih bijak menghadapi gaslighting di era digital ini. Pasalnya, penggunaan sosial media yang tidak bijak bisa memberikan dampak yang lebih fatal lagi. Untuk itu, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan gen z untuk menghadapi gaslighting di era digital:
· Jangan mudah mempercayai informasi tidak jelas yang didapatkan dari internet, media sosial, email, pesan text, situs web, dan lain sebagainya. Pasalnya, tidak ada yang bisa menjamin kebenaran informasi tersebut.
· Lakukan verifikasi informasi, artinya cobalah untuk mencari kebenaran dari setiap informasi yang kamu dapatkan dari internet, media sosial, email, pesan text, situs web, dan lain sebagainya.
· Jangan merespon pesan yang tidak pantas, atau pesan-pesan yang berisikan tentang upaya memanipulasi, penyebaran hoax, dan sejenisnya.
Itu dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi gaslighting di era digital. Namun, perlu diketahui bahwa ada kalanya kita membutuhkan bantuan profesional. Terutama jika gaslighting sudah mempengaruhi kehidupan kita. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan psikologis. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk menemui para profesional di bidang kesehatan mental.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: FOMO vs JOMO: Mengenal Perbedaan dan Dampaknya pada Kesehatan Mental
Sumber:
National Domestic Violence Hotline. (n.d.). Gaslighting.
Psychology Today. (2020). Gaslighting.
Verywell Mind. (2020). What Is Gaslighting?
MindTools. (n.d.). Gaslighting.
Journal of Interpersonal Violence. (2018). Gaslighting in Intimate Relationships.
Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking. (2017). Gaslighting in Online Communities.
Computers in Human Behavior. (2016). Gaslighting in Online Relationships.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



