Semua artikel
Gangguan Psikologi

Gangguan Somatisasi: Kamu Mungkin Sering Mengalaminya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Gangguan somatisasi merupakan sebuah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan fisik yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Dalam kondisi ini, seseorang seringkali merasakan gejala fisik yang nyata, namun tidak dapat dijelaskan dengan pemeriksaan medis yang dilakukan. Gangguan somatisasi dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, dan seringkali membutuhkan perawatan kesehatan jangka panjang. Berikut ini adalah penjelasan mengenai gangguan somatisasi beserta cara mengatasinya.

Apa Itu Gangguan Somatisasi?

Gangguan somatisasi adalah kondisi di mana seseorang mengalami gejala fisik yang tidak dapat dijelaskan dengan pemeriksaan medis yang dilakukan. Gejala ini seringkali dirasakan secara nyata. Dan dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti pekerjaan, hubungan sosial, dan kesehatan mental. Beberapa gejala yang seringkali muncul pada gangguan somatisasi adalah sakit kepala, nyeri perut, nyeri punggung, lelah yang berlebihan, serta gangguan pencernaan.

Penyebab Gangguan Somatisasi

Penyebab gangguan somatisasi belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kondisi ini adalah faktor psikologis, seperti stres, kecemasan, dan depresi. Selain itu, faktor lingkungan dan sosial juga dapat mempengaruhi terjadinya gangguan somatisasi. Misalnya, seseorang yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat atau memiliki hubungan sosial yang buruk. Mereka dapat lebih rentan terhadap kondisi ini.

Baca juga: Pahami Perbedaan Somatization Disorder dan Conversion Disorder

Kriteria Diagnostik DSM IV TR Untuk Gangguan Somatisasi

Seiring dengan perkembangan penggolongan penyakit mental, DSM IV TR atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fourth Edition, Text Revision telah mengembangkan kriteria diagnostik untuk gangguan somatisasi. Berikut adalah kriteria diagnostik DSM IV TR untuk gangguan somatisasi:

  1. Terdapat riwayat banyak keluhan fisik selama beberapa tahun.
  2. Kriteria ini menunjukkan gangguan somatisasi memiliki riwayat keluhan fisik yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama, minimal 2 tahun.
  3. Keluhan fisik tersebut dapat berupa nyeri kepala, nyeri perut, nyeri punggung, atau keluhan fisik lainnya.
  4. 4 simtom rasa sakit yaitu terdiri dari dua gastrontestinal, 1 seksual dan, 1 pseudoneurologis. 
  5. Symptom simtom tidak disebabkan oleh kondisi medis.

Kriteria ini menunjukkan bahwa individu yang mengalami gangguan somatisasi harus memiliki setidaknya empat simtom fisik yang berbeda, yang terdiri dari dua gejala gastrointestinal, satu gejala seksual, dan satu gejala pseudoneurologis. Gejala gastrointestinal dapat termasuk nyeri perut, diare, atau mual. sGejala seksual dapat termasuk disfungsi seksual atau nyeri selama hubungan seksual. Gejala pseudoneurologis dapat termasuk kesulitan berbicara atau kehilangan keseimbangan.

Kriteria ini menunjukkan bahwa gejala fisik yang dialami oleh individu tidak dapat dijelaskan oleh kondisi medis yang ada. Artinya, setelah menjalani serangkaian tes medis dan pemeriksaan fisik, tidak ditemukan penyebab medis yang jelas untuk gejala tersebut. Ini menunjukkan bahwa gangguan somatisasi adalah gangguan psikologis, bukan kondisi medis.

Dalam DSM IV TR, kriteria diagnostik gangguan somatisasi mencakup lebih dari sekadar keluhan fisik. Diagnosis juga mempertimbangkan adanya kecemasan dan ketakutan yang berlebihan terkait kesehatan atau gejala fisik. Selain itu, individu dengan gangguan somatisasi seringkali memiliki riwayat mengunjungi dokter atau fasilitas medis yang berulang-ulang tanpa adanya hasil medis yang signifikan.

Kriteria diagnostik ini dirancang untuk membantu dokter, psikolog, dan ahli kesehatan mental dalam menentukan apakah seseorang menderita gangguan somatisasi. Namun, diagnosis ini tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan pada kriteria diagnostik saja. Seorang profesional kesehatan mental harus melakukan evaluasi yang cermat dan menyeluruh terhadap pasien, termasuk wawancara klinis dan evaluasi medis yang mendalam, sebelum membuat diagnosis.

Contoh Gangguan Somatisasi

Salah satu contoh somatisasi dalam kehidupan sehari-hari yang ringan adalah saat seseorang berbicara di depan panggung atau di depan umum. Beberapa orang mungkin merasakan gejala fisik seperti berkeringat, gemetar, jantung berdebar kencang, atau mual saat berbicara di depan orang banyak. Meskipun gejala ini seringkali dianggap sebagai tanda gugup atau nervousness, namun pada kenyataannya, gejala-gejala tersebut adalah contoh somatisasi yang terjadi karena faktor psikologis.

Bagaimana Terjadinya Somatisasi?

Saat seseorang berbicara di depan umum, terkadang ada tekanan dan ekspektasi yang tinggi dari orang lain yang membuat seseorang merasa sangat gugup dan cemas. Ketika pikiran seseorang terlalu fokus pada rasa gugup dan kecemasan ini, maka otak akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk merespons situasi tersebut dengan cara mengeluarkan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hal ini menyebabkan gejala fisik yang dirasakan, seperti jantung berdebar kencang dan berkeringat.

Namun, penting untuk diingat bahwa gejala somatisasi seperti ini pada umumnya bukanlah tanda kondisi medis serius dan dapat diatasi dengan beberapa cara, seperti bernapas dalam-dalam dan melatih teknik relaksasi sebelum berbicara di depan umum.

Dalam situasi seperti ini, seseorang dapat mengambil beberapa napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, berbicara dengan tempo yang lambat dan tenang, serta fokus pada pesan yang ingin disampaikan, bukan pada rasa gugup dan kecemasan yang dirasakan.

Dengan mengenali gejala somatisasi dalam situasi seperti berbicara di depan umum dan mencoba untuk mengatasi gejala tersebut dengan cara yang tepat, maka seseorang dapat mengurangi rasa cemas dan ketidaknyamanan yang dirasakan, serta meningkatkan kemampuan dalam berbicara di depan umum di masa depan.

Baca juga: Kenali Variasi Gangguan Somatisasi Yang Berbeda Di Tiap Negara

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Gangguan Somatisasi: Kamu Mungkin Sering Mengalaminya — DeepTalk