Deeptalk.co.id – Dalam keseharian kita yang sering kali penuh tekanan dan tuntutan, kesehatan tidak hanya terbatas pada aspek fisik semata, tetapi juga melibatkan dimensi mental dan emosional. Gangguan psikosomatis adalah contoh nyata bagaimana pikiran dan perasaan kita dapat mempengaruhi tubuh secara nyata.
Artikel ini akan membahas secara rinci tentang gangguan psikosomatis, menggali lebih dalam tentang hubungan yang kompleks antara pikiran dan tubuh, serta bagaimana stres, kecemasan, dan faktor psikologis lainnya dapat memicu gejala fisik yang sering kali membingungkan. Dengan memahami hubungan ini, kita dapat lebih bijaksana dalam merawat kesehatan secara keseluruhan, mengakui peran penting dukungan psikologis dalam penyembuhan fisik, dan mengambil langkah-langkah yang lebih baik untuk mengelola stres dan tekanan dalam hidup kita.
Apa Itu Gangguan Psikosomatis?

Gangguan psikosomatis merupakan suatu kondisi psikologis yang melibatkan timbulnya gejala-gejala fisik, yang biasanya tidak memiliki penjelasan medis. Mereka yang mengalami kondisi ini mungkin memiliki pikiran, perasaan atau kekhawatiran yang berlebihan mengenai gejala-gejala tersebut yang kemudian memengaruhi kemampuan mereka untuk berfungsi lebih baik.
Orang dengan gangguan psikosomatis biasanya tidak melaporkan gejala-gejala gangguan kejiwaan secara terbuka. Sebaliknya, mereka percaya bahwa masalah mereka disebabkan oleh kondisi medis. Mereka cenderung sering mengunjungi penyedia layanan kesehatan untuk menjalani tes dan perawatan, dan sering kali tidak mendapatkan diagnosis, yang dapat menyebabkan frustrasi dan tekanan.
Gangguan psikosomatis kadang-kadang disebut gangguan gejala somatik, gejala somatik, atau nyeri somatik. Ini biasanya umum terjadi pada sekitar 5% hingga 7% populasi umum. Untuk alasan yang tidak dimengerti, wanita justru lebih sering mengalami nyeri somatik sekitar 10 kali lebih sering dibandingkan pria. Gangguan ini juga tidak memandang usia berapa pun.
Penelitian telah menemukan bahwa hal-hal tertentu dapat membuat orang lebih mungkin mengalami gejala somatik, yakni seperti gaya hidup yang kacau, kesulitan mengenali dan mengekspresikan emosi, penelantaran masa kecil, riwayat pelecehan seksual, kondisi psikologis lainnya, seperti depresi atau gangguan kepribadian hingga penyalahgunaan zat (seperti kecanduan alkohol atau narkoba).
Hingga saat ini para ahli masih belum pasti mengetahui apa penyebab dari gangguan psikosomatis ini. Namun mereka menduga bahwa stres melepaskan hormon dan bahan kimia dalam tubuh yang menyebabkan kerusakan atau disfungsi.
Baca juga: Mengetahui Ambivert : Tipe Kepribadian Antara Introvert dan Ekstrovert
Tanda dan Gejala Gangguan Psikosomatis

Mempelajari tentang bagaimana stres mental dan emosional bermanifestasi secara fisik dapat membantu mengurangi efek stres pada kesehatan Anda. Tanda-tanda fisik umum dari stres meliputi masalah pencernaan, pusing atau gemetar, sakit kepala, sakit dan nyeri otot, jantung berdebar-debar, dan tekanan darah tinggi.
Selain gejala somatik itu sendiri (misalnya, nyeri atau sakit perut), penderita gangguan psikosomatis sering:
- Menjadi marah atau mudah tersinggung karena mereka merasa kebutuhan medis mereka tidak terpenuhi.
- Menjadi depresi atau cemas.
- Sering mengunjungi penyedia layanan kesehatan, sering berpindah-pindah dari satu dokter ke dokter lainnya.
- Mengalami kesulitan berfungsi di tempat kerja, sekolah, atau secara sosial.
Pada penyakit psikosomatis, stres emosional atau masalah psikologis lainnya memainkan peran kunci dalam perjalanan tanda dan gejala fisik. Sebagai contoh, depresi dapat berkontribusi pada penyakit psikosomatis, terutama ketika sistem kekebalan tubuh telah dilemahkan oleh stres yang parah atau kronis.
Kesalahpahaman yang umum terjadi adalah bahwa gangguan psikosomatis adalah khayalan atau “hanya ada di dalam kepala”. Kenyataannya, gejala psikosomatis itu nyata dan membutuhkan pengobatan, sama seperti penyakit lainnya. Sayangnya, stigma sosial yang melekat pada penyakit psikosomatis menghalangi sebagian orang untuk mencari pengobatan. Stigma juga ada di komunitas penelitian dan medis, sebagian karena pengalaman para profesional kesehatan sendiri.
Gejala Psikosomatik Berdasarkan Jenis Kelamin
Tanda-tanda stres pada tubuh dapat bervariasi antara jenis kelamin. Sebagai contoh, saat stres, orang yang secara biologis berjenis kelamin perempuan sering melaporkan gejala-gejala seperti kelelahan (meskipun sudah cukup tidur) dan mudah tersinggung, serta tanda-tanda seperti kembung pada perut dan perubahan menstruasi. Namun, tanda dan gejala stres pada pria lebih cenderung meliputi nyeri dada, peningkatan tekanan darah, dan perubahan dorongan seksual.
Gejala Psikosomatis Berdasarkan Usia
Tanda dan gejala stres juga bervariasi berdasarkan usia. Anak-anak sering mengalami stres secara fisik karena mereka belum mengembangkan bahasa untuk mengomunikasikan apa yang mereka rasakan. Sebagai contoh, seorang anak yang mengalami kesulitan di sekolah mungkin sering mengalami sakit perut atau sakit kepala.
Stres pada masa remaja dapat menjadi sangat intens, terutama selama periode penyesuaian sosial yang besar dan pergeseran hormon. Sering kali, orang dewasa mengaitkan tanda-tanda stres dengan “kegelisahan remaja” dan bukannya depresi remaja.
Orang dewasa yang lebih tua juga rentan terhadap depresi karena mereka menghadapi isolasi, kehilangan dan kesedihan, dan masalah kesehatan. Jika Anda merawat orang yang Anda cintai yang sudah lanjut usia, penting untuk mengetahui tanda-tanda depresi pada orang dewasa yang lebih tua.
Nyeri Psikogenik vs. Nyeri Psikosomatik
Nyeri psikogenik dan nyeri psikosomatis sama-sama menggambarkan tanda dan gejala fisik, tetapi maknanya sedikit berbeda. Pada nyeri psikogenik diakibatkan oleh gangguan atau masalah psikologis seperti stres mental atau emosional. Dengan kata lain, masalah psikologis adalah penyebab utama rasa sakit. Sedangkan nyeri psikosomatis memiliki sumber fisik yang diketahui, tetapi masalah psikologis seperti kecemasan berperan dalam bagaimana nyeri berkembang – misalnya, depresi yang memperburuk gangguan endokrin.
Baca juga: Menggunakan Big Five Untuk Mengetahui Kepribadian Diri
Sumber:
C. (2023). Psychosomatic Disorder: What Is It, Symptoms, Diagnosis & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21521-psychosomatic-disorder
How Your Stress and Depression Can Really Make You Sick. (2022, April 10). Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/depression-can-be-a-real-pain-1065455
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



