Deeptalk.co.id – Terdapat serangkaian kelainan tertentu, yang meskipun gambarannya sangat berbeda, namun mereka memiliki kesamaan yang dapat disebut sebagai proses ironis pada tubuh. Pada sindrom yang berkaitan dengan ironic process ini, upaya untuk menolak, menghindari, atau menghentikan fenomena fisik yang tidak diinginkan juga berdampak sebaliknya.
Bahkan dengan memikirkannya saja pun Anda bisa mewujudkannya. Juga semakin keras Anda melakukan upaya untuk melakukan intervensi, hal tersebut justru akan semakin buruk.
Meskipun tampaknya relaksasi merupakan pendekatan terbaik untuk mengatasi gangguan ini, ternyata pendekatan langsung untuk meredakan gejalanya justru menjadi bumerang. Ironisnya, tidak mungkin untuk mendesak agar menjadi tenang. Setiap kali hal itu terjadi, kemungkinan besar hal itu akan terjadi lagi.
Sehingga, kecemasan antisipatif atau kecemasan yang dialami seseorang dalam mengantisipasi suatu bahaya melakukan kontak dengan tindakan atau situasi yang penuh kecemasan, menghasilkan self-fulfilling prophecy yang membuat frustasi. Keasyikan antisipatif ini dapat mengarah pada dorongan untuk memeriksa dan pemantauan yang cemas, yang kemudian semakin memperkuat proses ironis tersebut.
Ironic Process Theory, yang dikenal juga sebagai Teori Proses Ironis, adalah teori yang menggambarkan dinamika ketika seseorang mencoba untuk menghentikan atau mengendalikan pikiran atau perasaan tertentu, tetapi sebaliknya justru memperkuat perasaan atau perilaku yang diinginkan tersebut. Ini berhubungan dengan beberapa gangguan kesehatan mental dan fisik, di mana upaya untuk mengendalikan gangguan atau gejala yang dialami justru dapat memperburuk situasi tersebut.
Berikut adalah sebagian daftarnya. Banyak dari kelainan ini mempunyai penyebab medis yang harus ditelusuri, namun meskipun terdapat kondisi medis yang mendasarinya, ironic process mungkin juga menjadi penyebabnya.
1) Gagap

Orang yang mengalami gagap mungkin berusaha sangat keras untuk menghindari atau mengendalikan kecenderungan mereka untuk tergagap ketika berbicara. Namun, upaya ini kadang-kadang dapat memicu kecemasan atau ketegangan ekstra, yang justru memperburuk gejala gagap. Ini terkait dengan Ironic Process Theory karena upaya yang terlalu keras untuk menghindari gagap malah dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gagap.
Baca juga: Bagaimana Cara Menghibur Diri Sendiri Dengan Bijak
2) Insomnia
Individu yang mengalami insomnia sering mencoba keras untuk tidur dengan baik dan mungkin terlibat dalam praktik-praktik tidur yang berlebihan seperti berbaring terlalu lama di tempat tidur atau memaksa diri untuk tidur. Ironisnya, upaya ini seringkali membuat mereka lebih terjaga dan cemas tentang tidur, yang dapat memperburuk insomnia. Ini mencerminkan konsep Ironic Process Theory di mana ketidakmampuan untuk tidur dengan baik dipicu oleh keinginan yang berlebihan untuk tidur.
3) Disfungsi ereksi
Pria dengan disfungsi ereksi mungkin mengalami kecemasan yang kuat tentang kemampuan mereka untuk mempertahankan ereksi selama aktivitas seksual. Upaya mereka untuk mengendalikan kecemasan ini dengan berfokus terlalu keras pada kinerja seksual mereka seringkali mengarah pada tekanan yang lebih besar, yang dapat memperburuk masalah ereksi.
4) Anorgasmia

Anorgasmia adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan mencapai orgasme. Individu dengan anorgasmia mungkin mencoba sangat keras untuk mencapai orgasme, tetapi kecemasan atau tekanan yang timbul dari usaha ini justru dapat menghambat prosesnya. Hal ini terkait dengan Ironic Process Theory karena usaha berlebihan untuk mencapai orgasme dapat menghambat kemampuan seseorang untuk mengalami kenikmatan seksual.
5) Paruresis (kandung kemih malu)
Paruresis adalah ketakutan yang kuat dan kecemasan saat buang air kecil di tempat umum atau di depan orang lain. Orang dengan paruresis seringkali berusaha keras untuk mengatasi ketakutannya, tetapi usaha ini justru dapat memperparah kecemasan dan mempersulit proses buang air kecil. Ini mencerminkan prinsip Ironic Process Theory di mana semakin keras seseorang mencoba untuk menghindari ketakutan, semakin kuat ketakutan tersebut.
6) Berkeringat
Berkeringat atau bahkan secara berlebihan adalah kondisi di mana seseorang mencoba keras untuk mengendalikan keringat mereka, terutama dalam situasi sosial. Ironisnya, semakin keras mereka mencoba menghentikan keringat, semakin banyak mereka berkeringat karena stres dan kecemasan. Ini mencerminkan Ironic Process Theory karena upaya berlebihan untuk mengendalikan reaksi tubuh dapat menghasilkan hasil yang tidak diinginkan.
7) Memerah

Memerah adalah respons fisiologis di mana kulit menjadi merah atau memerah akibat peningkatan aliran darah. Pada beberapa orang, upaya untuk mengendalikan perubahan warna kulit ini, terutama jika merasa malu atau canggung, bisa mengakibatkan memerah yang lebih parah. Ini dapat terkait dengan Ironic Process Theory, di mana perasaan canggung atau perasaan malu memperkuat respons kulit yang merah.
8) Mutisme selektif
Mutisme selektif adalah gangguan di mana seseorang, biasanya anak-anak, memilih untuk tidak berbicara dalam situasi tertentu, terutama dalam situasi sosial atau di sekolah. Mereka mungkin berusaha sangat keras untuk berbicara, tetapi kecemasan atau tekanan yang muncul saat berbicara dalam situasi tertentu justru membuat mereka memilih untuk tidak berbicara. Ini mencerminkan konsep Ironic Process Theory di mana semakin keras usaha untuk berbicara, semakin kuat tekanan yang muncul.
9) OCD somatosensori
Orang dengan OCD somatosensori memiliki obsesi terkait dengan perasaan fisik mereka sendiri, seperti rasa sakit atau ketidaknyamanan. Upaya mereka untuk mengendalikan atau menghilangkan obsesi ini dengan melakukan ritual atau pemeriksaan fisik yang berlebihan dapat menguatkan obsesi tersebut. Ini terkait dengan Ironic Process Theory karena upaya berlebihan untuk menghilangkan ketidaknyamanan justru dapat memperburuknya.
10) Getaran esensial

Getaran esensial adalah gangguan gerakan yang ditandai oleh getaran atau tremor yang tidak disengaja di bagian tubuh tertentu. Orang dengan getaran esensial mungkin mencoba keras untuk mengendalikan getaran ini, tetapi upaya ini dapat memperburuknya. Ini mencerminkan Ironic Process Theory karena semakin keras usaha untuk menghentikan getaran, semakin kuat getaran tersebut.
11) Diare antisipatif
Diare antisipatif adalah kondisi di mana seseorang merasa cemas atau takut mengalami diare di tempat atau situasi tertentu, seperti di tempat umum atau saat bepergian. Upaya mereka untuk mengendalikan atau menghindari diare ini seringkali membuat mereka lebih cemas dan menimbulkan stres, yang justru dapat memicu gejala diare. Ini mencerminkan Ironic Process Theory karena semakin keras upaya untuk menghindari diare, semakin besar kemungkinan terjadinya.
Ironic Process Theory menggambarkan paradoks di mana upaya yang keras untuk mengendalikan atau menghindari suatu masalah dapat secara paradoks memperkuat masalah tersebut. Gangguan kesehatan yang terkait dengan teori ini mencerminkan bagaimana perasaan kecemasan, tekanan, atau usaha berlebihan untuk mengatasi masalah dapat memperburuk situasi yang ada.
Baca juga: Genophobia. Takut Berlebihan Berhubungan Badan
Sumber:
Seif, M., & Winston, S. (2020, August 29). Disorders of the Ironic Process. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/living-sticky-mind/202008/disorders-the-ironic-process
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



