Semua artikel
Gangguan Psikologi

Gangguan Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda: Ketika Satu Tubuh Memiliki Dua Kepribadian yang Berbeda

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali mengalami perubahan suasana hati yang berbeda-beda. Namun, tahukah kamu bahwa ada sebuah gangguan mental yang membuat seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Gangguan tersebut dikenal dengan istilah gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda.

Maka dalam pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai gangguan identitas disosiatif atau lebih dikenal dengan kepribadian ganda. Dalam artikel ini kita akan membahas lebih dalam mengenai pengertian dan gejala yang sering dialami oleh penderita kepribadian ganda serta terdapat fakta menarik dari kepribadian ganda tersebut.

Jadi simaklah pembahasan kali ini hingga akhir untuk memahami secara utuh Apa itu gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda.

Apa Itu Gangguan Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda?

Gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda adalah sebuah kondisi di mana seseorang memiliki dua atau lebih identitas atau kepribadian yang berbeda-beda. Identitas tersebut dapat terasa seperti kepribadian yang berbeda-beda. Bahkan setiap kepribadian dalam diri seseorang memiliki nama, sifat, cara bicara, hingga memori yang berbeda-beda.

Lalu, Apa Gejala Umum Yang Dialami Angguan Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda?

Gejala umum yang dialami oleh seseorang yang mengalami gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda adalah sebagai berikut:

  1. Perubahan drastis dalam cara berpikir dan berperilaku.
  2. Merasa kehilangan waktu dan tidak ingat apa yang terjadi pada dirinya dalam jangka waktu tertentu.
  3. Merasa seperti memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda-beda.
  4. Perasaan depersonalisasi atau merasa seperti dirinya bukan dirinya sendiri.
  5. Merasa kebingungan atau cemas karena tidak mampu mengingat bagaimana mereka melakukan sesuatu atau apa yang mereka katakan. 

Sedangkan berdasarkan DSM IV TR, gejala atau sinton dari gangguan identitas disosiatif dapat kamu pahami di bawah ini. Dimana menurut DSM IV TR (Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental), gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda dapat didiagnosis jika memenuhi kriteria berikut:

  1. Terdapat dua atau lebih identitas atau kepribadian yang berbeda-beda, masing-masing dengan perilaku dan cara berpikir yang berbeda-beda.
  2. Setidaknya dua dari identitas atau kepribadian tersebut mengambil alih kontrol atas perilaku individu.
  3. Ketidakmampuan individu untuk mengingat informasi penting mengenai dirinya sendiri yang tidak bisa dijelaskan oleh masalah kognitif atau gangguan ingatan biasa.
  4. Gangguan tersebut menyebabkan stres atau kesulitan dalam berfungsi secara normal dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Penyebab Kepribadian Ganda: Ketika Trauma dan Kondisi Keluarga yang Tidak Sehat Membentuk Kepribadian Baru

Fakta Menarik Tentang Gangguan Identitas Disosiatif Atau Kepribadian Ganda

Kondisi ini sering kali berkaitan dengan pengalaman traumatis di masa lalu.

Beberapa tokoh terkenal seperti Billy Milligan dan Sybil Dorsett diketahui mengalami gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda.

Terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif dan terapi integratif sangat membantu dalam mengatasi kondisi ini.

Gambaran Kehidupan Seseorang yang Mengalami Kepribadian Ganda

Kehidupan seorang penderita kepribadian ganda dapat sangat rumit dan menyulitkan. Individu yang mengalami gangguan ini mungkin mengalami perubahan kepribadian yang tiba-tiba dan seringkali tidak terduga. Setiap kepribadian yang muncul dapat memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang sangat berbeda, bahkan sampai pada tingkat pandangan hidup, preferensi seksual, dan kebiasaan sehari-hari.

Sebagai contoh, seorang penderita kepribadian ganda mungkin memiliki satu kepribadian yang sangat sopan dan teratur, dan yang lainnya mungkin sangat kasar dan tidak sabar. Kepribadian yang berbeda ini dapat terkait dengan pengalaman masa lalu yang berbeda atau bahkan identitas yang sama sekali berbeda, seperti seorang anak laki-laki dan anak perempuan dalam satu tubuh.

Selain itu, penderita kepribadian ganda juga dapat mengalami gap memory, yaitu ketika mereka tidak dapat mengingat apa yang terjadi saat kepribadian yang berbeda muncul. Ini dapat menyebabkan kebingungan dan kecemasan, terutama jika seseorang berada dalam situasi yang membutuhkan ingatan yang tepat, seperti di tempat kerja atau dalam hubungan interpersonal.

Hal ini dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang secara signifikan, terutama dalam hal menjalin hubungan yang stabil dan produktif dengan orang lain. Individu yang mengalami gangguan ini mungkin juga merasa kesulitan menjaga hubungan yang stabil dengan orang-orang di sekitarnya, karena perubahan yang tiba-tiba dalam kepribadian mereka dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman atau tidak stabil.

Oleh karena itu, sangat penting bagi individu yang mengalami gangguan kepribadian ganda untuk mendapatkan perawatan dan dukungan yang tepat dari keluarga, teman-teman, dan profesional medis. Dengan perawatan yang tepat, individu ini dapat belajar untuk mengelola gejala-gejala yang muncul dan hidup dengan lebih stabil dan seimbang.

Jadi, itulah pembahasan mengenai pengertian dan gejala umum yang dialami penderita kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif. Setelah kamu memahami hal tersebut, semoga menjadi pemahaman tambahan yang bermanfaat untuk dirimu.

Baca juga: Terapi untuk Kepribadian Ganda: Mengintegrasikan Kepribadian yang Terpisah

 

Sumber:

Davison, G. C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Gangguan Identitas Disosiatif atau Kepribadian Ganda: Ketika Satu Tubuh Memiliki Dua Kepribadian yang Berbeda — DeepTalk