Semua artikel
Relationship

Fetisisme : Ketertarikan Seksual Terhadap Benda Mati

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Istilah fetisisme atau yang juga dikenal dengan fetis sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bagaimana tidak, fetisisme dianggap ketertarikan seksual yang cukup aneh. Karena hal tersebutlah pembahasan mengenai fetisisme cukup menuai pro dan kontra di masyarakat.

Untuk lebih memahami mengenai fetisisme, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Berikut pembahasannya.

Pengertian Fetisisme

Fetisisme merupakan salah satu penyimpangan seksual yang dimana seseorang memiliki ketertarikan secara seksual terhadap benda-benda mati atau bagian tubuh yang tidak dianggap sebagai objek seksual bagi orang-orang pada umumnya.

Objek yang membuat orang dengan fetisisme tertarik secara seksual juga bisa berbeda-beda, misalnya kaki, pakaian dalam, sepatu wanita, seragam tertentu, dan lain sebagainya. Jika kamu pernah mendengar berita mengenai mahasiswa bernama Gilang yang memiliki ketertarikan seksual terhadap orang-orang yang dibungkus dengan kain jarik, maka itu adalah salah satu contoh dari fetisisme.

Perlu diketahui bahwa penyimpangan seksual sebenarnya belum masuk dalam kategori gangguan mental. Namun jika penyimpangan seksual ini sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan orang disekitarnya, maka hal tersebut bisa masuk dalam kategori gangguan mental yang dikenal dengan gangguan seksual.

Fetisisme  ini bisa dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, laki-laki lebih rentan mengalami fetisisme dibandingkan dengan perempuan. Bahkan jenis penyimpangan seksual ini hampir secara eksklusif terjadi pada laki-laki.

Jika fetisisme yang dialami tidak mengganggu aktivitas sehari-hari dan orang disekitar, atau masih dapat dikontrol dengan baik, maka fetisisme belum masuk dalam kategori gangguan mental. Namun jika hal tersebut sudah menunjukkan gejala-gejala seperti mendesak kehendak yang dimiliki terhadap orang lain, maka kondisi tersebut sudah masuk dalam kategori gangguan fetisisme. Gangguan fetisisme sendiri termasuk dalam kategori umum gangguan paraphilic atau gangguan seksual.

Penyebab Fetisisme

Sayangnya penyebab pasti dari fetisisme ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, seperti yang sudah diketahui bahwa gangguan fetisisme merupakan bagian dari gangguan paraphilic yang dimana gangguan tersebut terjadi di awal masa pubertas. Dengan demikian,dalam proses menuju pubertas, seseorang dapat mengembangkan gangguan tersebut.

Selain itu, banyak sumber yang mengatakan bahwa trauma di masa kanak-kanak juga bisa menjadi pemicu seseorang mengalami gangguan fetisisme yang dikembangkan hingga memasuki awal masa pubertas. Untuk itu penting bagi orang tua memberikan pemahaman kepada anak mengenai seks edukasi.

Baca juga : Kenali Macam-Macam Perilaku Menyimpang Seksual

Ciri-Ciri Gangguan Fetisisme

Kondisi fetisisme ini juga dimuat dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th edition (DSM-5) yang merupakan pedoman diagnosis gangguan mental bagi para Psikolog dan Psikiater di seluruh dunia. Dalam DSM-5, kategori diagnosis fetisisme adalah sebagai berikut:

·         Adanya fantasi, dorongan, atau perilaku yang berulang dan intens, di mana hasrat seksual melibatkan benda mati atau bagian tubuh nongenital. Dimana kondisi tersebut setidaknya berlangsung selama 6 bulan.

·         Fantasi dan dorongan akan hasrat seksual terhadap benda mati atau bagian tubuh nongenital ini sering kali menimbulkan tekanan yang signifikan dan mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, dan kehidupan pribadi.

·         Objek yang meningkatkan hasrat seksual tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan seksual.

Selain beberapa ciri-ciri di atas, seseorang yang memiliki gangguan fetisisme cenderung tidak bisa menahan hasrat seksualnya dan akhirya menyikapi apa yang menjadi hasrat seksual mereka. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki fetisisme dengan objek pakaian dalam wanita akan secara diam-diam mengambil pakaian dalam wanita.

Penanganan Gangguan Fetisisme

Pada dasarnya fetisisme memang bukanlah sebuah gangguan. Karena itu beberapa dari kasus fetisisme tidak mendapatkan penanganan secara serius. Meski demikian, jika kondisi fetisisme sudah mengganggu orang-orang sekitar dan merugikan diri sendiri, maka kondisi ini masuk dalam kategori gangguan fetisisme yang perlu mendapatkan penanganan.

Dalam kasus gangguan fetisisme, penanganan yang dilakukan cukup memakan banyak waktu. Pasalnya, untuk mengubah apa yang telah terbentuk sejak kecil memang bukanlah hal yang mudah, namun juga tidak mustahil.

Penanganan pada gangguan fetisisme umumnya berupa pemberian psikoterapi dan mengkonsumsi obat-obatan. Psikoterapi ini bisa berupa terapi kognitif yang membantu penderita memperbaiki pola pikir yang salah.

Sedangkan beberapa obat-obatan yang diberikan bisa membantu untuk mengurangi perilaku impulsif dan berpikir secara rasional. Tentu saja obat-obatan tersebut harus melalui peresepan oleh Dokter atau Psikiater. Jenis obat yang umum diberikan untuk kasus ini adalah anti androgen, yang berfungsi untuk menurunkan kadar testosteron sementara. Dimana saat seseorang mengalami peningkatan hormon testosteron, mereka akan mengalami kenaikan hasrat seksual.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fetisisme bukanlah gangguan mental, namun dapat berkembang menjadi gangguan mental yang masuk dalam kategori gangguan parafilia. Untuk itu beberapa kasus fetisisme perlu mendapatkan penanganan secara medis.

Sekian pembahasan mengenai fetisisme, semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Fakta Seputar Orientasi Seksual

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Fetisisme : Ketertarikan Seksual Terhadap Benda Mati — DeepTalk