Deeptalk.co.id – Umumnya orang-orang ingin selalu tampil sempurna dengan kondisi fisik yang lengkap. Bahkan tidak sedikit orang yang melakukan segala upaya untuk bisa memulihkan kembali kondisi fisik yang mengalami gangguan.
Namun tahukah kamu bahwa terdapat kondisi dimana seseorang dengan sadar melakukan penghilangan bagian tubuh tertentu. Bisa dengan mengamputasi lengan, kaki, menghilangkan mata, atau bagian tubuh lainnya. Kondisi semacam itu memang fenomena langkah yang dikenal dengan istilah body identity integrity disorder.
Kondisi body identity integrity disorder memang hampir tidak pernah kita jumpai. Namun kondisi tersebut beberapa kali dijumpai dan masih menjadi pembahasan hangat bagi para psikolog, psikiater, dan juga ahli saraf.
Lantas, seperti apa sebenarnya body identity integrity disorder ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai body identity integrity disorder. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Body Identity Integrity Disorder

Body identity integrity disorder (BIID) dalam bahasa Indonesia dikenal dengan gangguan integritas identitas tubuh. Body identity integrity disorder sendiri merupakan kondisi mental yang ditandai dengan perasaan bahwa dirinya tidak seharusnya memiliki anggota tubuh tertentu. Artinya, penderita body identity integrity disorder merasa bahwa tubuhnya yang sehat itu perlu untuk dilumpuhkan. Hal yang sama juga berlaku untuk alat indera yang dimiliki.
Penderita body identity integrity disorder mengalami ketidaksesuaian antara kondisi mental dan fisik mereka. Kondisi mental mereka beranggapan bahwa dirinya tidak pantas memiliki anggota tubuh tertentu, namun fisiknya menunjukan keberadaan anggota tubuh tersebut. Hal inilah yang pada akhirnya memicu keinginan untuk mengamputasi atau menghilangkan anggota tubuh yang dianggap tidak pantas untuk dimiliki itu.
Penderita body identity integrity disorder secara sadar mengetahui bahwa anggota tubuh yang dimiliki itu sehat, tidak memiliki masalah, masih bisa digunakan, dan masih menggerakan anggota tubuh tersebut. Meski demikian mereka merasa tidak layak untuk memiliki anggota tubuh tersebut. Pemikiran semacam ini memang tidak bisa dimengerti oleh orang-orang umum. Namun kira-kira, seperti itulah pandangan seseorang dengan body identity integrity disorder.
Setiap penderita body identity integrity disorder memiliki bagian tubuh yang berbeda-beda untuk dihilangkan. Namun secara umum bagian tubuh tersebut bisa berupa kaki, lengan, jari tangan atau kaki, mata, telinga, gigi, dan masih banyak lagi. Dalam sebuah penelitian yang tercantum pada artikel clevelandclinic.org ditemukan bahwa tungkai diri merupakan tungkai yang paling sering menjadi sasaran penderita body identity integrity disorder. Responden penelitian tersebut mengemukakan bahwa mereka masih memiliki tungkai kanan untuk melakukan aktivitas.
Body identity integrity disorder memang merupakan fenomena yang cukup langkah. Namun tidak bisa dipastikan apakah kelangkaan body identity integrity disorder memang karena jarang orang mengalami kondisi tersebut, atau justru karena jarang orang melaporkan kondisi body identity integrity disorder yang dialami.
Kelangkaan kasus body identity integrity disorder membuat penelitian akan kondisi tersebut juga sangat terbatas. Maka dari itu, tidak heran jika hingga saat ini belum diketahui penyebab seseorang mengalami body identity integrity disorder.
Baca juga: Misophonia dan Penyebabnya
Gejala Body Identity Integrity Disorder

Penderita body identity integrity disorder bisa mengalami berbagai gejala yang berbeda-beda, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pula. Pada tahap ringan, penderita hanya mengalami keinginan kuat untuk menghilangkan anggota tubuh tertentu. Namun pada tahap berat, penderita bahkan sudah mulai melakukan aksi untuk percobaan menghilangkan anggota tubuh tertentu.
Secara lebih spesifik, penderita body identity integrity disorder akan menunjukan beberapa gejala berikut:
· Keinginan kuat untuk menghilangkan anggota tubuh, atau mengalami cacat fisik. Walaupun tidak ada masalah dengan anggota tubuh yang ingin dihilangkan.
· Merasa tidak nyaman akan keberadaan anggota tubuh yang dianggap tidak pantas untuk mereka miliki.
· Cenderung menarik diri dengan lingkungan sosial, karena merasa lebih asik dengan obsesi mereka untuk menghilangkan anggota tubuhnya.
· Bertindak selayaknya penderita disabilitas, walaupun pada dasarnya mereka tidak memiliki masalah disabilitas.
· Melakukan upaya untuk menghilangkan anggota tubuh tertentu. Misalnya dengan mengamputasi kakinya sendiri.
Itu dia penjelasan singkat mengenai kondisi body identity integrity disorder. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan psikologis jika kamu mengalami beberapa kondisi di atas. Walaupun body identity integrity disorder belum tercantum dalam DSM-5 yang merupakan panduan diagnosis psikologis, namun kondisi tersebut bisa sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Selain bisa beresiko kehilangan anggota tubuh, body identity integrity disorder yang dibiarkan juga bisa memicu kelelahan, stress berlebih, hingga depresi.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: 6 Tipe PTSD
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



