Semua artikel
Gangguan Psikologi

Faktor Penyebab Seseorang Bisa Mengalami Body Dysmorphic Disorder

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Body dysmorphic disorder ialah suatu kondisi gangguan kesehatan mental ketika seseorang tidak bisa berhenti memikirkan satu atau lebih cacat atau kekurangan yang dirasakan dalam penampilannya hingga mereka merasa malu dan cemas. Kecacatan yang mereka anggap ada ini pun bahkan sangat kecil dan tidak diperhatikan orang lain juga. Ada beragam hal yang menjadi faktor penyebab dari body dysmorphic disorder ini.

Seseorang dengan body dysmorphic akan sangat fokus pada penampilan dan citra tubuhnya, sehingga mereka mungkin bisa berulangkali memeriksa tubuhnya melalui cermin. Bahkan untuk menutupi kekurangan yang mereka rasakan, mereka akan berdandan untuk mencari ketenangan yang bahkan bisa dilampaui selama berjam-jam. Segala perilaku tersebut pun tak jarang membuat penderitanya kelelahan dan sangat tertekan sehingga dapat memengaruhi kemampuannya untuk berfungsi sehari-hari.

Penyebab Body Dysmorphic Disorder

Penyebab dari body dysmorphic disorder masih belum diketahui secara pasti. Gangguan ini pun dapat menyerang siapa saja dari semua jenis kelamin, dan biasanya dimulai pada masa remaja. Namun penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah faktor berbeda yang dapat menyebabkan Anda lebih mungkin mengalami BDD, ini termasuk:

Pelecehan atau intimidasi

Mengalami pengalaman traumatis seperti pelecehan atau penindasan dapat menyebabkan Anda mengembangkan citra diri yang negatif, yang dapat membuat Anda terobsesi dengan penampilan. Hal ini terutama berlaku jika Anda mengalami pelecehan, intimidasi, atau bentuk trauma lainnya ketika Anda masih remaja, karena ini adalah masa ketika Anda mungkin merasa sensitif terhadap penampilan Anda atau perubahan tubuh Anda.

Baca juga: Tahap-Tahap Terjadinya Kondisi Erotomania

LGBTQIA+ dan BDD

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang mengidentifikasi diri sebagai LGBTQIA+ lebih mungkin menderita BDD. Alasan yang mungkin menyebabkan hal ini rumit. Namun sebagian dari penjelasannya mungkin adalah bahwa pengalaman homofobia, bifobia, atau transfobia dapat berkontribusi pada perasaan rendah diri, termasuk perasaan sulit terhadap penampilan fisik seorang individu.

Rendah diri

Jika Anda memiliki harga diri yang rendah, Anda mungkin menjadi terpaku pada aspek penampilan yang ingin Anda tingkatkan. Hal ini lebih mungkin terjadi jika Anda sangat mementingkan penampilan, atau jika Anda merasa penampilan adalah hal yang paling berharga dalam diri Anda. Sehingga rendah diri bisa menjadi salah satu faktor penyebab adanya body dysmorphic disorder.

Rasisme

Cara Anda diperlakukan sebelumnya dapat menjadi faktor penyebab kemunculan body dysmorphic. Termasuk salah satunya pengalaman rasisme dengan pandangan negatif pada diri Anda dari orang lain. Rasisme mendorong Anda menjadi memiliki perasaan rendah diri hingga muncul gangguan dismorfik tubuh.

Atau Anda mungkin juga pernah mengalami colourism, yaitu ketika seseorang memperlakukan Anda secara berbeda berdasarkan seberapa terang atau gelap warna kulit Anda. Pesan-pesan halus di masyarakat dan media mengenai kulit cerah lebih disukai dapat membuat sebagian dari kita merasa warna kulit kita terlalu gelap, atau rambut atau fitur tubuh kita tidak sesuai dengan ‘ideal’ masyarakat.

Hal ini dapat berkontribusi pada tekanan yang kita rasakan untuk mengubah bagian dari diri kita sendiri. Beberapa orang yang mengidap BDD mungkin mengubah sebagian identitasnya, seperti warna kulit, untuk mengatasi hal ini.

Takut akan penolakan

Jika Anda khawatir tidak bisa menyesuaikan diri, ditolak, atau kesepian, Anda mungkin mengembangkan pola pikir yang bisa mengarah pada BDD. Misalnya, jika Anda merasa perlu mencari cara tertentu untuk mempertahankan teman atau mencari pasangan, Anda mungkin mengembangkan kekhawatiran obsesif terhadap penampilan Anda. Jika suatu hubungan kemudian putus atau kelompok pertemanan berubah, hal ini dapat memperburuk kekhawatiran Anda.

Perfeksionisme atau membandingkan diri dengan orang lain

Pesan mengenai body image yang kita dapatkan dari film, majalah, media sosial dan iklan dapat memberikan dampak negatif terhadap body image dan harga diri kita. Mereka dapat memberi kita ide-ide yang tidak dapat dicapai tentang bagaimana kita seharusnya berpenampilan dan membuat kita merasa bahwa kita tidak cukup baik. Aplikasi dan filter yang meningkatkan penampilan kita saat online juga dapat berkontribusi terhadap hal ini.

Jika Anda mencoba tampil ‘sempurna’ secara fisik atau sering membandingkan penampilan Anda dengan orang lain, kemungkinan besar Anda terkena BDD. Atau jika Anda melakukan aktivitas yang sangat fokus pada tubuh Anda – misalnya modeling, binaraga, atau kebugaran – Anda mungkin juga berisiko lebih besar.

Genetika

Beberapa bukti menunjukkan bahwa BDD lebih sering terjadi pada orang yang anggota keluarganya juga menderita BDD. Namun sulit untuk mengetahui apakah gejala – seperti percaya bahwa Anda cacat atau sering memeriksa cermin – diwariskan dari gen orang tua Anda atau diturunkan dari perilaku mereka.

Depresi, kecemasan atau OCD

Orang dengan masalah kesehatan mental lainnya, khususnya depresi, kecemasan, dan OCD, juga lebih mungkin menderita BDD. Namun masih belum jelas apakah depresi, kecemasan, atau OCD merupakan penyebab BDD, atau apakah BDD merupakan penyebab masalah kesehatan mental tersebut.

Baca juga: Gangguan Kesehatan Mental yang Berkaitan dengan Gangguan Mania

 

Sumber:

Body dysmorphic disorder – Symptoms and causes – Mayo Clinic. (2022, December 13). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/body-dysmorphic-disorder/symptoms-causes/syc-20353938

Causes of body dysmorphic disorder (BDD). (2023). Mind. https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/body-dysmorphic-disorder-bdd/causes/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Faktor Penyebab Seseorang Bisa Mengalami Body Dysmorphic Disorder — DeepTalk