Deeptalk.co.id – Attachment atau keterikatan merupakan istilah klinis yang digunakan untuk menggambarkan “hubungan psikolologis abadi antar manusia. Keterikatan yang ada pada setiap orang satu sama lain tentunya berbeda, dan ada beberapa faktor pembentuk dari attachment style yang dimiliki setiap manusia.
Bowlby, sebagai pencetus attachment theory yang melatarbelakangi kecenderungan keterikatan setiap manusia, menyoroti pentingnya ikatan emosional anak dengan pengasuh utama mereka. Gangguan atau hilangnya ikatan ini dapat memengaruhi seorang anak secara emosional dan psikologi ketika mereka sudah dewasa yang kemudian berdampak pada hubungan mereka di masa depan.
Tidak semua orang dapat menilai sendiri attachment style yang dimilikinya, dan hanya profesional atau ahli terlatih yang bisa melakukannya. Akan tetapi, penting bagi setiap orang, terutama yang hidup bersama anak-anak untuk memahami dan mengetahui attachment style itu sendiri. Sehingga dapat membantu orang tua atau pengasuh seorang anak menjadi selaras dengan kebutuhan si anak.
Artikel kali ini kami akan menjelaskan lebih lanjut mengenai attachment style, termasuk pentingnya attachment style pada manusia serta beberapa faktor pembentuk attachment style pada setiap orang. Dalam jangka panjang, informasi atau pemahaman akan attachment style ini bisa membantu memberikan hasil positif dalam hal pengasuhan atau parenting bagi orang tua atau pengasuh dan anak.
Faktor Perkembangan Attachment Style pada Manusia

Attachment style pada setiap orang adalah sesuatu yang berkembang dari waktu ke waktu untuk seorang anak hingga dirinya dewasa. Akan tetapi, orang tua atau pengasuh memiliki andil utama dan pertama yang memulai dalam pembentukan attachment style ini. Terutama pada ikatan emosional yang mereka berikan dengan anak sebelum mereka lahir.
Pada attachment theory pun disebutkan bahwa pengalaman awal dengan pengasuh memainkan peran penting dalam pengembangan hubungan interpersonal dan kesejahteraan emosional sepanjang umur individu. Pun adakalanya juga orang tua atau pengasuh mengalami kesulitan dalam membentuk ikatan ini, misal jika mereka mengalami masalah kesehatan mental atau tidak memiliki jaringan pendukung yang efektif. Sehingga akan ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi pembentukan attachment style, entah bagaimana dan kapan keterikatan tersebut berkembang.
Baca juga: 4 Tipe Abandonment Issue yang Perlu Anda Ketahui
Kesempatan Untuk Keterikatan
Salah satu faktor yang paling signifikan sebagai pembentuk attachment style adalah adanya kesempatan untuk terikat antar pengasuh dengan anak. Seorang anak yang sejak bayi tidak memiliki pengasuh utama atau yang dibesarkan dalam pengaturan kelembagaan seperti panti asuhan mungkin kesulitan untuk membentuk attachment style nya. Mereka juga mungkin berjuang untuk membentuk hubungan sepanjang hidupnya.
Kualitas Pengasuhan
Kualitas pengasuhan merupakan faktor penting lainnya dalam perkembangan attachment style. Ketika pengasuh merespons secara konsisten dan cepat terhadap kebutuhan bayi, anak belajar bahwa mereka dapat bergantung pada pengasuhnya, yang membentuk dasar untuk keterikatan yang sehat. Pengasuhan yang konsisten dan responsif membantu meningkatkan rasa aman dan kepercayaan, yang dapat mengarah pada hubungan yang lebih positif dan kesejahteraan emosional di kemudian hari.
Riwayat Attachment Style Milik Pengasuh
Bentuk keterikatan atau attachment style milik pengasuh juga dapat memengaruhi proses pembentukan attachment style milik anak. Pengasuh yang memiliki riwayat keterikatan yang tidak aman berjuang untuk memberikan pengasuhan yang konsisten dan responsif. Sehingga ini memungkinkan dapat berdampak pada perkembangan attachment style yang sehat pula pada anak.
Temperamen Anak atau Bayi
Selain faktor yang berasal dari pengasuh, ternyata ada juga faktor pembentuk attachment style dari anak atau bayi itu sendiri. Yakni temperamen bayi yang juga dapat berperan dalam perkembangan attachment style. Bayi yang lebih mudah marah atau temperamennya sulit dikendalikan mungkin membutuhkan lebih banyak kesabaran dan pengasuhan untuk mengembangkan attachment style yang sehat pada dirinya.
Konteks Sosial Budaya
Terakhir, konteks sosial budaya yang menjadi faktor eksternal dalam pembentukan attachment style pada anak. Norma dan nilai budaya tempat si anak dibesarkan seputar praktik pengasuhan anak, serta faktor sosial dan ekonomi yang lebih luas, dapat memengaruhi kualitas dan ketersediaan pengasuhan dan memengaruhi perkembangan keterikatan.
Itu dia beberapa faktor pembentuk atau yang membantu dalam perkembangan attachment style pada anak yang terbawa hingga dewasa. Mulai dari faktor dari pengasuh, anak itu sendiri hingga faktor eksternal. Memahami berbagai faktor-faktor tersebut dapat membantu dalam mempromosikan pola keterikatan yang sehat pada anak.
Ini bisa membantu dalam memberikan perawatan yang konsisten dan responsif, dan pengasuh dapat membantu membangun keterikatan yang aman dan mendorong perkembangan emosi yang positif. Selain itu, mengenali dampak faktor sosial dan budaya yang lebih luas dapat membantu menginformasikan kebijakan dan praktik yang ditujukan untuk mendukung perkembangan keterikatan yang sehat pada semua anak.
Baca juga: Menjadi Highly Sensitive Person, Hati-Hati Dengan Redflag Berikut Ini
Sumber:
Attachment and child development | NSPCC Learning. (2021, August 10). NSPCC Learning. https://learning.nspcc.org.uk/child-health-development/attachment-early-years/
Sessoms, C. (2022, January 21). Factors that Influence Attachment Development. Clayre Sessoms. https://clayresessoms.com/mental-health-and-wellness/creating-a-foundation-for-healthy-attachment-insights-into-the-factors-that-influence-attachment-development/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



