Semua artikel
Otak dan Tubuh

Faktor-Faktor Berikut Ini Dapat Merangsang Terjadinya Neuroplastisitas

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Hingga kini, semakin banyak bukti ilmu saraf yang mengakui bahwa otak orang dewasa berubah sebagai respons terhadap pengalamannya. Ini ada kaitannya dengan faktor neuroplastisitas yang mengacu pada kemampuan otak untuk menjalani reorganisasi struktural dan fungsional sebagai respons terhadap pembelajaran atau pengalaman. Proses ini dikaitkan dengan pembelajaran, memori, dan peningkatan fungsi kognitif.

Neuroplastisitas terjadi melalui berbagai mekanisme, mulai dari perubahan sementara hingga modifikasi struktural jangka panjang. Proses ini melibatkan pembentukan koneksi sinaptik baru, perkembangan neuron baru, dan pembentukan pembuluh darah serta sel glial non-neuronal di otak.

Teori klasik yang menyatakan bahwa “neuron-neuron yang menyala bersama-sama, menyatu” secara akurat menggambarkan bagaimana plastisitas otak adalah hasil dari penguatan hubungan antar neuron melalui pola penembakan berulang yang mengaktifkan mekanisme neurobiologis yang berbeda. Sebaliknya, prinsip “use it or lose it” juga berlaku pada neuroplastisitas, dimana kurangnya aktivitas antar neuron dalam suatu sirkuit menyebabkan penurunan kekuatan koneksi antar neuron tersebut.

Konsep neuroplastisitas mengungkapkan bahwa otak memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berubah sebagai respons terhadap pengalaman. Ada beragam faktor yang dapat memengaruhi atau merangsang terjadinya neuroplastisitas seseorang, seperti olahraga, pola makan dan tidur.

Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana olahraga, pola makan, dan tidur dapat memengaruhi atau merangsang terjadinya neuroplastisitas otak kita. Selain itu, ada juga beberapa faktor lainnya yang dapat merangsang terjadinya neuroplastisitas pada seseorang yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam artikel berikut ini.

Dengan memahami faktor yang merangsang neuroplastisitas tersebut, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk merawat otak kita. Melalui gaya hidup yang sehat, kita tidak hanya menjaga tubuh tetap bugar, tetapi juga meningkatkan kemampuan otak untuk belajar, mengingat, dan berfungsi secara optimal.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Neuroplastisitas

Aktivitas otak dan kemampuan neuroplastisitas dipengaruhi oleh gaya hidup kita. Tiga faktor utama yang berperan dalam hal ini adalah olahraga, pola makan, dan tidur. Nutrisi yang baik, olahraga teratur, dan tidur yang cukup terbukti menjadi dasar kesehatan mental yang penting. Selain itu, beberapa faktor lainnya, seperti usia, tingkat stres, jenis kelamin, dll juga bisa menjadi faktor yang berpengaruh.

1) Olahraga

Olahraga bukan hanya baik untuk tubuh, tetapi juga memiliki dampak positif pada struktur dan fungsi otak. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan neuroplastisitas, terutama dalam meningkatkan kontrol motorik otot.

Hal tersebut juga didukung oleh sebuah penelitian yang menemukan bahwa tikus yang berlari dengan roda olahraga setiap hari selama tiga minggu memiliki lebih banyak aktivitas otak dan menumbuhkan lebih banyak sel otak baru dibandingkan tikus yang tidak berolahraga.

Baca juga: Strategi Psikologis Untuk Menyembuhkan Patah Hati

2) Pola Makan yang Meningkatkan Kesehatan Mental

Makanan yang kita konsumsi dapat memainkan peran kunci dalam neuroplastisitas. Studi menunjukkan bahwa asupan buah dan sayuran yang cukup dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan mengurangi gejala depresi.

Asam lemak omega-3 sangat penting untuk kesehatan otak. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen omega-3 mengalami peningkatan daya ingat dan fungsi kognitif.

3) Tidur dan Istirahat yang Diperlukan

Tidur yang cukup dan berkualitas memiliki dampak besar pada neuroplastisitas. Kurang tidur dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan meningkatkan risiko gejala depresi. Oleh karena itu, tidur yang cukup memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan otak.

Selain itu, saat tertidur, otak mengkonsolidasikan ingatan dan keterampilan baru yang telah dipelajari sepanjang hari. Tanpa tidur yang cukup, otak menjadi kesulitan merumuskan koneksi baru dan memproses informasi.

4) Usia

Neuroplastisitas menurun seiring bertambahnya usia. Anak-anak dan remaja mempunyai lebih banyak otak plastik dibandingkan orang dewasa. Inilah salah satu alasan mengapa sangat penting bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang baik karena otak mereka lebih mampu belajar dan mengingat informasi baru.

Begitupun dengan seiring bertambahnya usia, otak menjadi semakin tidak elastik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain penurunan jumlah neuron, perubahan koneksi saraf, dan penurunan tingkat neurotransmiter tertentu.

5) Jenis Kelamin

Ternyata perbedaan jenis kelamin menjadi salah satu faktor dalam merangsang terjadinya neuroplastisitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki neuroplastisitas yang lebih besar dibandingkan pria. Ini mungkin salah satu alasan mengapa perempuan cenderung mengungguli laki-laki dalam jenis tugas memori tertentu.

6) Stres

Terlalu banyak stres justru dapat menghambat neuroplastisitas. Hal ini karena stres menyebabkan pelepasan kortisol, hormon yang dapat merusak hipokampus, struktur kunci yang terlibat dalam pembelajaran dan memori. Stres kronis dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya.

7) Lingkungan

Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi neuroplastisitas. Misalnya, orang yang hidup dalam kemiskinan atau pernah mengalami peristiwa traumatis memiliki risiko lebih besar mengalami penurunan kognitif. Kabar baiknya adalah intervensi kecil sekalipun, seperti memberikan materi pendidikan atau dukungan sosial, dapat meningkatkan fungsi kognitif pada populasi ini.

Baca juga: Tipe-Tipe Intrusive Thought, Apa Saja Itu?

 

Sumber:

Pickersgill JW, Turco CV, Ramdeo K, Rehsi RS, Foglia SD and Nelson AJ (2022) The Combined Influences of Exercise, Diet and Sleep on Neuroplasticity. Front. Psychol. 13:831819. doi: 10.3389/fpsyg.2022.831819

https://neuropraxis.com/resource/what-factors-affect-neuroplasticity/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait