Deeptalk.co.id – Kebahagiaan adalah perasaan yang menyenangkan dan hampir setiap orang pernah merasakannya. Bahkan banyak orang yang berlomba-lomba untuk bisa mencapai kebahagiaan versi dirinya sendiri. Hal ini tidak mengherankan jika mengingat betapa positifnya perasaan yang satu ini.
Namun pernahkah kamu merasa sangat bahagia sampai terkesan berlebihan? Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah euforia. Misalnya saat kamu merasa sangat bahagia setelah memenangkan undian, atau kesulitan untuk tidur karena menanti liburan keesokkan harinya. Kondisi semacam itulah yang disebut dengan euforia.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi euforia, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai euforia dan dampak dari kondisi tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu merasakan masalah dengan kesehatan mental, atau timbulnya perilaku abnormal, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut penjelasan mengenai euforia beserta dampaknya terhadap kehidupan seseorang.
Pengertian Euforia

Seperti yang dijelaskan di awal bahwa euforia adalah perasaan gembira atau bahagia yang berlebihan. Namun jika dijelaskan lebih detail lagi, euforia sendiri adalah perasaan gembira yang luar biasa akibat peristiwa yang menyenangkan atau aktivitas yang memicu perasaan gembira tersebut.
Pada dasarnya euforia adalah perasaan yang wajar dirasakan oleh siapa saja. Euforia yang sehat terjadi secara alami seperti yang sudah dipaparkan di awal pembahasan. Perasaan bahagia ini membawa energi positif bagi seseorang.
Tidak sedikit dampak positif dari euforia ini. Maka dari itu tidak heran jika banyak orang yang berlomba-lomba untuk bisa merasakan sensasi bahagia tersebut. Lantas, apakah euforia selalu mendatangkan dampak positif bagi kita?
Baca juga : Kepribadian Ekstrovert Beserta Mitos yang Beredar
Dampak Euforia

Sayangnya, perlu diketahui bahwa kondisi euforia tidak selalu berdampak positif untuk tubuh, melainkan juga bisa memberikan dampak negatif. Untuk itu kami akan memaparkan berbagai dampak negatif dan positif dari euforia berikut:
Dampak negatif euforia
Walaupun euforia pada dasarnya merupakan perasaan bahagia. Dimana perasaan bahagian ini harusnya menjadi hal yang positif. Namun sayangnya kondisi ini justru bisa mendatangkan dampak negatif seperti:
· Kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang
Alkohol dan obat-obatan terlarang memang mengandung zat yang mampu menimbulkan perasaan bahagia bagi penggunanya. Sayangnya, euforia yang dirasakan oleh pecandu alkohol dan obat-obatan terlarang ini justru akan membuat mereka semakin kecanduan. Tidak hanya kecanduan, tindakan ini juga bisa mendatangkan masalah lain seperti halusinasi, mata merah, masalah tekanan darah, detak jantung yang tak beraturan, dan lain sebagainya.
· Pengambilan keputusan yang gegabah
Saat seseorang merasakan euforia, mereka cenderung akan selalu berpikiran positif. Hal ini membuat kewaspadaannya menjadi berkurang. Dampaknya, saat pengambilan keputusan mereka tidak akan memikirkan dampak negatif yang bisa saja mereka alami. Dengan demikian tidak jarang mereka justru mengambil keputusan yang salah.
· Perilaku tidak terkontrol
Perasaan bahagia yang berlebihan terkadang membuat seseorang melakukan hal-hal diluar kontrol mereka. Mereka akan kurang mempertimbangkan baik dan buruknya dari perilaku mereka. Maka tidak heran jika mereka justru susah mengontrol perilakunya.
Dampak positif euforia
Terlepas dari beberapa dampak negatif mengenai euforia yang sudah dipaparkan di atas, tidak bisa dipungkiri bahwa ada banyak sekali dampak negatif dari perasaan bahagia yang satu ini. Untuk itu, berikut beberapa dampak positif dari euforia:
· Menurunkan resiko penyakit jantung
Salah satu pemicu penyakit jantung adalah stress. Perasaan bahagia ini akan membuat seseorang terhindar dari emosi-emosi negatif yang menjauhkan seseorang dari kondisi stress. Dengan demikian, resiko penyakit jantung juga akan menurun. Selain itu, hal ini juga bisa memperbaiki tekanan darah tinggi dan kualitas tidur.
· Menurunkan resiko penyakit mental
Sama halnya dengan poin sebelumnya, euforia memang akan membawa kebahagiaan dan menguras emosi-emosi negatif. Dimana emosi negatif ini cukup akrab dengan berbagai masalah kesehatan mental seperti depresi, gangguan tidur, gangguan suasana hati, dan lain sebagainya. Dengan demikian, euforia dapat membuat seseorang mengalami penurunan resiko gangguan mental.
Itu dia penjelasan mengenai euforia serta dampaknya terhadap kehidupan. Dapat disimpulkan bahwa euforia adalah perasaan bahagia yang dipicu oleh situasi tertentu. Dimana euforia bisa mendatangkan dampak negatif dan positif. Dampak negatif dari euforia bisa berupa kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang, pengambilan keputusan yang gegabah, dan timbulnya perilaku tidak terkontrol. Sedangkan dampak positif dari euforia bisa berupa menurunnya resiko penyakit jantung, dan menurunnya resiko penyakit mental.
Jika euforia yang kamu alami justru lebih banyak mendatangkan dampak negatif, ada baiknya segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini diperlukan untuk mengatisipasi adanya masalah kesehatan mental yang justru menyebabkan euforia pada seseorang. Sekian pembahasan dari artikel ini, semoga mudah dipahami dan dapat bermanfaat.
Baca juga : Jangan Sampai Salah Paham! Kenali Mitos-Mitos Seputar Introvert
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



