Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah berjumpa dengan orang yang tampak datar secara emosional? Misalnya orang-orang yang terlampau dingin, tidak tertawa saat orang lain sedang melucu, namun juga tidak marah saat orang lain bertindak tidak senonoh. Jika pernah, bisa jadi orang tersebut mengalami kondisi emotionally unavailable.
Umumnya orang memiliki emosi dan mengekspresikan emosinya sesuai dengan apa yang dirasakan. Hal ini tampak berbeda dengan orang-orang pada kondisi emotionally unavailable. Mereka cenderung tidak menampakan perasaannya kepada orang lain. Maka tidak heran jika mereka terkesan sangat dingin, dan seakan tidak peduli dengan orang disekitarnya.
Lantas, seperti apa sebenarnya emotionally unavailable itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai emotionally unavailable. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera konsultasi dan periksakan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai emotionally unavailable.
Pengertian Emotionally Unavailable

Emotionally unavailable adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk mengekspresikan emosi yang dirasakan, serta kesulitan untuk menjadi hubungan secara emosional dengan orang lain. Kondisi ini merupakan kebalikan dari emotionally available, yang merupakan kemampuan menggambarkan dan mempertahankan ikatan emosional dengan orang lain.
Emotionally unavailable tidak hanya mengenai kesulitan mengekspresikan emosi dan menjalin kedekatan emosi dengan orang lain. Melainkan, orang dengan kondisi tersebut cenderung susah mengelola emosi, dan menghindari topik yang mengharuskan mereka mengeluarkan ekspresi sesuai dengan emosi yang dialami.
Emotionally unavailable bisa dialami laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, kondisi ini paling sering ditemukan pada laki-laki. Pasalnya, laki-laki memiliki tekanan sosial untuk selalu terlihat kuat. Mereka juga tidak ingin tampak lemah dengan mengekspresikan emosi yang dirasakan.
Dalam beberapa kasus, penderita emotionally unavailable memiliki ketertarikan untuk menjalin hubungan secara emosional. Misalnya dengan mendekati lawan jenis untuk bisa menjalin hubungan romantis. Namun pada akhirnya, hubungan tersebut justru berlanjut tanpa kepastian atau kejelasan apapun.
Baca juga : Tips Bangkit Dari Sebuah Kegagalan
Penyebab Emotionally Unavailable

Sayangnya hingga saat ini belum ditemukan penyebab pasti dari kondisi emotionally unavailable itu sendiri. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan dapat memperbesar resiko seseorang mengalami kondisi emotionally unavailable. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:
Attachment wounds
Seorang psikolog asal Amerika Serikat yang bernama Dr. Lindsay Jernigan menyatakan bahwa, salah satu penyebab seseorang mengalami emotionally unavailable adalah attachment wounds. Attachment wounds sendiri adalah kejadian di masa lalu yang menimbulkan trauma. Misalnya diabaikan pada masa kanak-kanak, menjadi korban bullying, pernah ditinggalkan, dan lain sebagainya. Kondisi semacam itu menimbulkan luka mendalam di dalam batin, dan bisa memicu kondisi emotionally unavailable.
Pola asuh orang tua
Faktor resiko selanjutnya adalah pola asuh orang tua. Tidak bisa dipungkiri bahwa pola asuh orang tua memang sedikit banyak membentuk seorang individu di masa depannya. Dalam hal ini, orang tua yang tidak memberikan kasih sayang yang cukup bagi anaknya, dan tidak bisa memberikan dukungan secara emosional, bisa saja membentuk anak dengan kondisi emotionally unavailable di masa depan sang anak. Untuk itu, hal ini perlu menjadi perhatian bagi setiap orang tua dan calon orang tua.
Masalah kesehatan mental
Kondisi emotionally unavailable juga bisa dipicu oleh beberapa masalah kesehatan mental. Misalnya, orang dengan kondisi depresi akan mengalami kesulitan untuk mengekspresikan emosi yang mereka rasakan.
Masalah asmara
Orang yang sedang dalam masalah asmara juga beresiko mengalami emotionally unavailable. Misalnya orang-orang yang baru saja putus cinta, dikhianati oleh pasangan, dan masalah asmara lainnya. Kondisi semacam itu akan membuat seseorang seakan mati rasa dan pada akhirnya mengalami kesulitan untuk mengekspresikan emosinya. Orang-orang dengan masalah asmara juga cenderung mengalami kehilangan rasa percaya diri. Hal ini berdampak kepada rasa tidak tertarik untuk menjalin kembali hubungan asmara dengan orang lain. Dengan demikian, secara tidak langsung masalah asmara juga bisa berujung pada kondisi emotionally unavailable.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi emotionally unavailable. Dari paparan di atas dapat kita simpulkan bahwa, emotionally unavailable adalah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk mengekspresikan emosi dan menjalin hubungan emosional dengan orang lain. Penyebab dari kondisi emotionally unavailable ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, kondisi tersebut bisa dipicu oleh attachment wounds, pola asuh orang tua, masalah kesehatan mental, serta masalah asmara yang dialami.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami kondisi emotionally unavailable dan mengalami masalah akibat kondisi tersebut, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Kemampuan yang Dibutuhkan Untuk Membentuk Resiliensi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



