Semua artikel
Emosi

Emotional Manipulative : Berikut Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Perilaku manipulatif mungkin sudah sering Anda dengar penjelasannya. Namun, bagaimana dengan emotional manipulative? Apakah Anda pernah mengalaminya?

Emotional manipulative atau manipulasi emosi ialah ketika seseorang memanfaatkan emosi lawan atau orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Manipulasi emosi ini yang dilakukan orang lain akan mengarahkan Anda untuk berperilaku tertentu, atau dapat memengaruhi cita-cita atau keinginan Anda.

Setiap manusia pastinya memiliki proses pemikirannya sendiri yang seharusnya tidak mudah untuk dikendalikan orang lain. Manusia sebagai individu memiliki keinginannya tersendiri, kebutuhan hingga minatnya yang dapat memandu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Akan menjadi sangat aneh dan buruk jika seseorang bisa mengontrol segalanya pada diri Anda melalui emosi yang Anda miliki.

Dengan demikian, Anda tentu tidak dapat melakukan apapun sesuka hati Anda karena dikontrol oleh orang lain sebagai akibat dari taktik manipulasi emosional.

Close-up portrait of surprised beautiful woman holding her head in amazement and open-mouthed.

Apa Itu Manipulasi

Manipulasi Emosional?

Seorang psikiater asal Raleigh, Carolina Utara, Dr. Harold Hong menjelaskan definisi manipulasi emosional sebagai bentuk manipulasi psikologis dimana seseorang berusaha untuk mengendalikan emosi orang lain. Perilaku tersebut sering dilakukan melalui bujukan, paksaan hingga bahkan pemerasan emosional.

Walaupun terdengar jahat, namun ternyata manipulasi emosional tidak selalu terjadi dari pikiran yang sadar atau disengaja. Namun, manipulasi emosional bisa menjadi sebuah perilaku yang mendarah daging atau sudah menjadi kebiasaan. Ini bisa jadi akibat dari trauma atau pengalaman buruk selama masa kanak-kanak si pelaku.

Misalnya seperti beberapa orang yang mengalami pelecehan kemudian mengembangkan perilaku manipulatif akibat trauma dari perlakuan manipulatif yang mereka dapat sebelumnya. Ini juga dikarenakan pelaku menghukumnya karena mencoba mengungkapkan kebutuhan mereka dengan cara yang sehat dan langsung.

Baca juga: Kenali 7 Jenis Tipe Trauma Berikut Ini

Tanda-tanda Manipulasi Emosi

Manipulasi emosional memiliki banyak konteks dengan gaya yang berbeda pula. Akan tetapi berikut ini adalah 8 strategi klasik yang kerap dilakukan oleh pelaku dari manipulasi emosiona. Diantaranya sebagai berikut :

Agresif Pasif

Isolated shot of speechless concerned shocked and angry woman, expressing silence and misconceptions, frightened. Isolated over grey background

Agresi pasif yang dilakukan para manipulator dalam memanipulasi emosi korbannya yakni dengan tidak menyuarakan perasaan negatif atau masalah yang ia alami. Mereka cenderung menggunakan cara tidak langsung untuk mengungkapkan kemarahan dengan tujuan melemahkan orang lain.

Manipulator mungkin menyetujui atau ingin melakukan sesuatu, namun kemudian tiba-tiba mulai mencari cara pasif-agresif untuk memberi tahu bahwa mereka tidak benar-benar ingin melakukannya. Selain itu, ada beberapa teknik agresif pasif khusus yang kerap mereka gunakan, yakni seperti sinisme, melakukan kesalahan yang disengaja dan penundaan, mengeluhkan dirinya yang kurang dihargai atau merasa ditipu dari sesuatu, hingga kebencian akan sesuatu oposisi terselubung.

Penindasan Sosial dan Emosional

Close-up portrait of surprised beautiful woman holding her head in amazement and open-mouthed.

Bullying atau penindasan tidak selamanya berupa kekerasan secara fisik. Pelaku bisa melakukannya dengan emosi yang menjadi korbannya, yakni bisa dengan kritik terus menerus, menggunakan suara yang meninggi, hingga ancaman dalam bentuk intimidasi emosional. Sedangkan penindasan sosial dapat berupa penyebaran rumor atau pengucilan yang disengaja.

Penindasan juga dapat mengambil bentuk intimidasi intelektual dan birokrasi. Dalam intimidasi intelektual, seseorang mencoba untuk mengklaim peran ahli materi pelajaran, membuat orang lain merasa tidak mampu dan bergantung pada mereka untuk mendapatkan informasi. Penindasan birokrasi adalah penggunaan birokrasi – undang-undang, prosedur, atau dokumen – untuk membuat seseorang kewalahan atau menumbangkan tujuan mereka.

Distorsi

Portrait of a woman in a dark green Tshirt

Dikenal juga dengan pemutarbalikan fakta, distorsi dilakukan oleh manipulator dengan selalu menyalahkan ucapan apapun dari korbannya. Korban dibuat seolah-olah selalu salah atas perkataan yang mereka sampaikan.

Dalam beberapa kasus, manipulator hanya akan berbohong atau berpura-pura tidak tahu akan suatu masalah yang telah terjadi. Hal ini kerap ditunjukkan secara halus dalam bentuk gaslighting, yakni sebuah taktik dimana seorang manipulator menanamkan keraguan pada korbannya. Sehingga korban akan mempertanyakan hak, motivasi atau kemampuan mereka sendiri.

Rasa Bersalah dan Simpati

Portrait of a woman in a dark green Tshirt

Ketika seseorang merasa bersalah, mereka bahkan merasa ingin menghukum diri mereka sendiri sebagai tanggapan atas kesalahan dan dosa yang dirasakan. Oleh manipulator, perasaan ini pun mereka manfaatkan sebagai alat untuk mengelabuhi emosi korbannya.

Manipulator dengan perasaan bersalah ini akan berperan sebagai korban. Ini bisa mereka lakukan dengan mengingatkan korbannya mengenai bantuan yang pernah ia berikan di masa lalu, sehingga mereka pun menanamkan rasa kewajiban atau simpati yang membuat manipulator lebih mungkin mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Penarikan

Portrait of a woman in a dark green Tshirt

Contoh termudah dari manipulasi emosional semacam ini adalah silent treatment, ketika seseorang menghukum Anda dengan mengabaikan Anda.

Namun, ada juga bentuk penarikan yang lebih berbahaya. Yakni ketika seseorang yang ingin Anda inginkan penegasan akan keintiman hubungan tertentu, namun dengan sengaja orang tersebut menahannya. Tidak ada kejelasan sama sekali akan hubungan yang mereka inginkan. Kemudian ini menciptakan ketidakseimbangan kekuatan hingga membuat Anda mendambakan kembali ke persetujuan atau kedekatan.

Perbandingan

Portrait of a woman in a dark green Tshirt

Terkadang orang yang manipulatif akan selalu membandingkan antara Anda dan orang lain dengan maksud mendorong diri Anda. Mereka mungkin menggunakan orang tertentu untuk membuat Anda merasa tidak aman atau mencoba membangun perasaan bahwa “semua orang” melakukan apa pun yang mereka ingin Anda lakukan. Mereka bahkan mungkin merekrut orang lain untuk menekan Anda hingga larut ke dalam emosi atau tindakan tertentu.

Manipulasi Keadaan

Teen woman pressing her bruised cheek with a painful expression as if she is having a terrible tooth ache

Strategi ini umum dalam negosiasi bisnis. Ini mungkin sesederhana ketika seseorang memaksa Anda menemui mereka di rumah atau kantor mereka, di mana mereka merasa paling berkuasa. Atau mereka mungkin membuat batasan, seperti tenggat waktu, dengan cara yang dirancang untuk menekan Anda agar membuat keputusan yang tidak dipertimbangkan dengan baik.

Kedekatan yang Luar Biasa dan Tidak Diperoleh

Teen woman pressing her bruised cheek with a painful expression as if she is having a terrible tooth ache

Manipulator emosional mungkin mencoba mengikat Anda dengan mereka, yakni melalui kerentanan yang dibuat-buat atau hubungan yang dipercepat secara artifisial. Menghujani kenalan baru dengan pujian dan kasih sayang, juga disebut “love bombing”, adalah taktik umum manipulasi emosional yang sering terlihat secara umum.

Baca juga: Orang Manipulatif Kerap Mengucapkan Kalimat Ini, Lho 

 

Sumber:

Gillette, H. (2022, October 5). Emotional Manipulation: What It Is and How to Cope. Psych Central. https://psychcentral.com/health/signs-of-psychological-and-emotional-manipulation

WebMD Editorial Contributors. (2020, January 25). Signs of Emotional Manipulation. WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/signs-emotional-manipulation

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Emotional Manipulative : Berikut Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai — DeepTalk