Semua artikel
Emosi

Emosi dan Perasaan Adalah Dua Hal yang Berbeda, Berikut Penjelasannya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Emosi dan perasaan adalah sifat yang kita miliki sebagai manusia. Banyak orang menggunakan istilah “perasaan” dan “emosi” sebagai sinonim, tetapi keduanya tidak dapat dipertukarkan. Meskipun memiliki elemen yang sama, ada perbedaan yang mencolok antara perasaan dan emosi.

Baik pengalaman emosional maupun sensasi fisik, seperti lapar atau rasa sakit, dapat memunculkan perasaan. Sehingga perasaan didefinisikan sebagai pengalaman sadar, seperti melihat atau percaya, namun tidak semua pengalaman sada dapat memicu suatu perasaan.

Sedangkan emosi hanya dapat dirasakan melalui pengalaman emosional yang ditimbulkannya, meskipun dapat ditemukan melalui pikiran, keyakinan, keinginan, dan tindakan yang terkait. Emosi ada secara alami dalam diri seorang individu dan tidak disadari keberadaannya, melainkan muncul dalam pikiran bawah sadar. Emosi ini dapat dibawa ke permukaan alam sadar melalui psikoterapi yang diperluas.

Perasaan Vs. Emosi

Orang sering kali menyamakan atau mencampuradukkan perasaan dengan emosi. Padahal kedua istilah ini berbeda. Perasaan tidak bisa ada tanpa emosi, sedangkan emosi pada dasarnya ada secara independen.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas selengkapnya pada penjelasan berikut ini.

Apakah emosi itu?

Emosi merupakan hal alamiah yang pasti dimiliki bagi semua manusia, tanpa memandang latar belakang atau budaya apapun. Secara teori, ahli menjelaskan bahwa emosi berasal dari sistem limbik amigdala. Ini merupakan salah satu korteks otak yang menentukan reaksi manusia terhadap rangsangan. Aktivitas pada bagian otak ini memengaruhi perilaku manusia, respons emosional, dan bahkan dapat menyebabkan sensasi fisik atau juga dikenal sebagai respons somatik.

Ada delapan emosi dasar, negatif atau positif yang dialami oleh semua manusia. Mereka memiliki banyak sinonim, tetapi inilah dasar-dasar roda emosi manusia. Diantaranya yakni kegembiraan, kesedihan, kemarahan, kebahagiaan, ketakutan, jijik, kepercayaan, dan antisipasi. Beberapa terapis menggunakan alat yang disebut roda emosi untuk membantu klien menunjukkan dengan tepat apa yang mereka rasakan. Mungkin ada beberapa versi yang berbeda untuk menjelaskan jenis-jenis emosi, tetapi yang paling dasar mengidentifikasi 8 emosi inti.

Emosi menentukan respons seorang individu terhadap sebagian besar rangsangan, baik yang menentukan apa yang penting maupun yang berbahaya baginya. Tanpa emosi, manusia tidak akan memiliki kemampuan sosial yang baik, naluri yang buruk, dan tidak memiliki kemampuan untuk berperilaku secara tepat dalam situasi yang sulit.

Emosi ini akan selalu ada, pun bahkan jika Anda tidak menyadarinya. Oleh karenanya, penting untuk Anda selalu menyadari emosi yang sedang Anda alami. Serta menekan atau mengabaikannya dapat menyebabkan perilaku beracun dan kesehatan mental yang buruk.

Baca juga: Waspada Efek Kesepian Bagi Kesehatan Mental

Apa itu perasaan?

Perasaan berhubungan dengan emosi dasar, tetapi mereka memainkan peran yang berbeda dalam hidup Anda. Yang membedakannya ialah perasaan lebih spesifik dibandingkan emosi. Meskipun ada beberapa jenis emosi yang terbagi secara universal, manusia dapat mengalaminya secara berbeda. Sebagai contoh, Anda mungkin mengalami “kemarahan” melalui perasaan agresi, dendam, atau kebencian. Ini adalah ekspresi yang berbeda dari emosi inti tersebut. Mereka lebih spesifik daripada sekadar mengatakan, “Saya marah.”

Perasaan adalah respons yang Anda pelajari terhadap pemicu emosi. Meskipun semua orang mampu merasakan sukacita dan ketakutan, setiap orang akan memiliki pengalaman emosi yang berbeda. Asosiasi mental yang Anda pelajari dan tidak disadari akan menentukan pengalaman subjektif ini.

Selain itu, perasaan adalah pengalaman sadar dari emosi yang terkadang tidak disadari dan sering kali terjadi karena trauma. Perasaan dapat bermanifestasi sebagai pikiran sadar dari emosi negatif yang tidak disadari.

Misal beberapa orang dewasa merasa benci kepada orang tua mereka, tetapi mungkin ada banyak emosi yang mendasari perasaan itu. Sebagai seorang anak, Anda mungkin pernah mengalami ketakutan karena pelecehan orang tua atau marah karena perceraian orang tua Anda. Emosi traumatis ini bisa jadi tidak terlihat oleh kita untuk waktu yang lama. Dan, jika Anda tidak mengidentifikasinya, perasaan itu dapat membusuk dan merusak kesehatan mental.

Lingkungan Anda dapat memengaruhi perasaan Anda, termasuk pada keluarga, lingkaran sosial, keyakinan, dan budaya yang dapat menentukan bagaimana Anda merespons emosi tertentu. Juga agama dan budaya dapat memengaruhi cara Anda memproses kematian dan berkabung. Kedua budaya mungkin mengalami perasaan duka dan kesedihan, tetapi memilih untuk mendekatinya dengan cara yang berbeda.

Perasaan, Emosi dan Kesehatan Mental Anda

Perbedaan mendasar antara perasaan dan emosi adalah bahwa perasaan dialami secara sadar, sedangkan emosi muncul baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa orang mungkin menghabiskan waktu bertahun-tahun, atau bahkan seumur hidup, untuk tidak memahami kedalaman emosi mereka.

Menjelajahi dunia batin Anda bisa sangat melelahkan. Perasaan dan emosi itu berantakan, dan tidak mudah untuk melihat bagaimana perasaan dan emosi memengaruhi perilaku Anda. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, hal tersebut dapat menimbulkan efek yang serius.

Orang dengan emosi dan trauma yang tidak diakui dapat mengalami gangguan penyalahgunaan zat, kecemasan, dan depresi, di antara tantangan kesehatan mental lainnya. Mereka juga dapat mengekspresikan emosinya dengan cara yang tidak sehat, sehingga menyakiti orang-orang di sekitarnya.

Di kantor, hal ini dapat berarti perilaku narsistik seperti mengambil pujian atas pekerjaan orang lain, tetapi mungkin juga muncul sebagai tangisan spontan yang sering terjadi di rumah. Jika perilaku Anda menyakiti diri sendiri atau orang lain, mungkin ini saatnya mencari bantuan profesional.

Baca juga: Apa Sajakah Yang Termasuk Gangguan Psikososial? Simak Selengkapnya

 

Sumber:

Feelings and Emotions: How to Tell the Difference. (2022, May 20). Feelings and Emotions: How to Tell the Difference. https://www.betterup.com/blog/feelings-vs-emotions

The Difference Between Feelings and Emotions | WFU Online. (2019, July 31). WFU Online Counseling. https://counseling.online.wfu.edu/blog/difference-feelings-emotions/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Emosi dan Perasaan Adalah Dua Hal yang Berbeda, Berikut Penjelasannya — DeepTalk