Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah melihat orang yang secara sengaja memamerkan atau menunjukkan alat kelamin mereka kepada orang lain? Atau kamu pernah mendengar pengalaman serupa? Jika pernah, bisa jadi orang tersebut memiliki penyimpangan seksual yang dikenal dengan istilah ekshibisionisme.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai ekshibisionisme, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai penyimpangan seksual tersebut. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar memiliki kecenderungan yang sama dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka segera konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai ekshibisionisme.
Pengertian Ekshibisionisme

Ekshibisionisme merupakan salah satu bentuk penyimpangan seksual, dimana penderitanya memiliki kebiasaan atau dorongan seksual untuk menunjukkan organ intim atau alat kelaminnya kepada orang lain tanpa adanya persetujuan dari orang tersebut. Alih-alih merasa malu setelah menunjukkan alat kelaminnya, orang dengan ekshibisionisme justru mendapatkan kesenangan dan kepuasan tersendiri. Semakin korbannya menunjukkan rasa takut atau jijik, mereka akan semakin bersemangat dan semakin memiliki dorongan untuk terus mengulangi perbuatan penyimpangan seksual tersebut.
Jenis penyimpangan seksual yang satu ini sangat merugikan orang yang menyaksikannya. Bahkan beberapa korban mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Karenah hal tersebut ekshibisionisme masuk dalam kategori gangguan mental, khususnya gangguan parafilia. Dengan demikian, orang dengan ekshibisionisme perlu mendapatkan penanganan yang tepat secara medis agar tidak mengulangi perbuatan tidak senonoh tersebut.
Berdasarkan apa yang tertulis dalam Diagnostic And Statistical Manual Of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5), ekshibisionisme paling umum dialami oleh laki-laki, namun tidak menuntut kemungkinan perempuan juga mengalami kondisi yang sama.
Jenis-Jenis Ekshibisionisme

Untuk dapat mengetahui jenis-jenis dari ekshibisionisme, kita dapat melihat dari dua perspektif. Yaitu berdasarkan targetnya dan berdasarkan perilakunya. Berikut penjelasannya:
Ekshibisionisme berdasarkan targetnya
Berdasarkan targetnya, ekshibisionisme terbagi atas 3 bagian, yaitu:
· Menunjukkan alat kelamin kepada anak-anak yang belum memasuki usia pubertas.
· Menunjukkan alat kelamin kepada orang dewasa.
· Menunjukkan alat kelamin kepada anak-anak yang belum memasuki usia pubertas dan orang dewasa.
Ekshibisionisme berdasarkan perilakunya
Berdasarkan perilakunya, ekshibisionisme terbagi atas 8 bagian, yaitu:
· Anasyrma, yaitu kegiatan mengangkat rok atau sarung dalam kondisi tidak memakai pakaian dalam.
· Candaulism, yaitu mengekspos atau mempertontonkan tubuh pasangan agar dapat dilihat oleh orang lain.
· Martymachlia, yaitu dengan sengaja menunjukkan kegiatan seksual seperti masturbasi atau berhubungan intim di depan orang lain.
· Telephone scatologia, yaitu dengan sengaja melakukan sex phone tanpa persetujuan orang yang ditelepon untuk mendapatkan kepuasan seksual.
· Flashing, yaitu kegiatan membuka atau menunjukkan secara singkat anggota tubuh yang biasanya tertutup.
Baca juga : Sadomasokisme : Kepuasan Seksual Setelah Melakukan Kekerasan
· Mooning, yaitu kegiatan menurunkan celana dan celana dalam untuk menunjukkan bokongnya yang telanjang.
· Streaking, yaitu kegiatan berlarian di tempat umum tanpa mengenakan pakaian sehelaipun. Tindakan ini bukan bertujuan untuk hal-hal bersifat seksual, melainkan untuk mendapatkan ketegangan.
· Reflekporn, yaitu kegiatan mengambil gambar atau video menggunakan media memantul seperti cermin, lalu mengunggahnya ke internet.
Klasifikasi Ekshibisionisme

Berdasarkan karya ilmiah yang berjudul Forensik dan Aspek Medik-Legal atas Kejahatan Seksual dan Praktik Seksual yang Tidak Biasa pada tahun 2009, ekshibisionisme terbagi ke dalam 4 kelas klasifikasi, yaitu:
Kelas 1 : ekshibisionisme berfantasi
Ekshibisionisme berfantasi merupakan keinginan untuk memamerkan alat kelamin kepada orang lain, namun terlalu takut untuk merealisasikan keinginan tersebut. Meski demikian, mereka sudah cukup puas dengan fantasi mereka.
Kelas 2 : ekshibisionisme murni
Ekshibisionisme kelas 2 ini bisa dibilang tingkatan lebih tinggi dari kelas 1, dimana ekshibisionisme murni adalah kondisi dimana seseorang memamerkan alat kelamin atau melakukan masturbasi dari kejauhan. Mereka tidak melakukan upaya untuk menyentuh korban, apalagi menyakiti korban.
Kelas 3 : ekshibisionisme kriminal
Ekshibisionisme kelas 3 ini merupakan tindakan ekshibisionisme yang sudah mencapai tingkat kriminal. Dimana ekshibisionisme kriminal adalah upaya untuk menunjukkan alat kelamin bahkan bahkan sampai terlibat dalam kekerasan seksual seperti pedofilia atau penganiayaan terhadap anak.
Kelas 4 : ekshibisionisme eksklusif
Ekshibisionisme eksklusif merupakan kondisi dimana seseorang tidak mendapatkan kepuasan seksual dari melakukan hubungan intim atau kegiatan seksual normal lainnya. Mereka hanya akan merasakan kepuasan seksual jika melakukan tindakan ekshibisionisme. Walaupun kondisi ekshibisionisme eksklusif belum secara resmi dituliskan dalam berbagai literatur, namun dilapangan kondisi ini cukup sering terjadi di masyarakat. Bisa dikatakan bahwa ekshibisionisme eksklusif ini merupakan tingkat tertinggi dari ekshibisionisme.
Seperti itulah pembahasan mengenai ekshibisionisme. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekshibisionisme merupakan salah satu kegiatan penyimpangan seksual yang dimana pelakunya dengan sengaja menunjukkan alat kelaminnya kepada orang lain tanpa persetujuan orang tersebut. Ekshibisionisme juga terbagi atas 4 tingkatan berdasarkan tingkat keparahannya.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Homoseksual : Ketertarikan Seksual Terhadap Sesama Jenis
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



