Semua artikel
Relationship

Efek Love Bombing terhadap Kesehatan Mental Gen Z dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Love bombing merupakan salah satu bentuk manipulasi emosional, dimana pelaku love bombing akan memberikan banyak perhatian, cinta, dan kasih sayang kepada korbannya. Namun dengan tujuan untuk bisa memanipulasi dan mengendalikan korban.

Kasus love bombing kembali marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, banyak gen z yang justru terjebak dalam hubungan semacam itu. Menjalin hubungan dengan pelaku love bombing sama dengan terjebak dalam toxic relationship, atau hubungan beracun.

Walaupun pada awalnya love bombing tidak diperuntukan dalam hubungan asmara. Namun seiring dengan bertambahnya waktu, perilaku love bombing ini justru lebih mengarah pada hubungan asmara. Sebelumya, love bombing justru digunakan untuk mengumpulkan anggota dalam salah satu sekte.

Perkembangan teknologi yang ada saat ini juga sedikit banyak berkontribusi dalam membantu pelaku love bombing untuk menargetkan korbannya. Misalnya dengan kemudahan berkomunikasi, akses pada informasi-informasi pribadi, hingga konten-konten yang menormalisasikan tanda-tanda love bombing.

Lantas, apakah love bombing berbahaya untuk diri kita? Pada dasarnya mayoritas korban love bombing yang datang ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan. Banyak diantara mereka yang mengalami trauma, walaupun sudah berhasil bebas dari hubungan toxic itu. Tidak hanya trauma psikologis, banyak masalah mental lainnya yang dipicu oleh love bombing yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat menjadi korban love bombing. Jangan ragu untuk mendapatkan bantuan dari psikologi maupun psikiater. Dengan begitu kamu bisa dibantu mengatasi trauma atau dampak lainnya yang timbul akibat love bombing itu sendiri.

Saat ini gen z berusia 13-28 tahun. Artinya, beberapa dari mereka tentu sudah menjalin hubungan asmara. Namun, kurangnya pengalaman dalam mengenal lawan jenis dan faktor lainnya, membuat beberapa dari mereka terjebak dalam love bombing. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, terjebak dalam love bombing bisa memicu berbagai masalah psikologis berikut:

Ketergantungan Emosional

Broken heart concept

Pelaku love bombing akan memberikan cinta dan perhatian dalam waktu singkat dan sangat intens. Hal ini memicu timbulnya ilusi cinta yang seakan benar-benar nyata. Pada akhirnya, gen z yang kebanyakan senang akan pengakuan, perhatian, dan validasi, akan sangat mudah terjerat oleh para pelaku love bombing yang cenderung bermulut manis di awal.

Pelaku love bombing akan mencoba untuk mendapatkan hati korbannya, lalu membuat korban bergantung secara emosional kepadanya. Setelah itu, barulah pelaku akan menghalalkan banyak cara agar korban melakukan apapun yang mereka inginkan.

Ketergantungan emosional ini juga akan memicu banyak hal, diantaranya:

·         Kehilangan otonomi diri

·         Kesulitan membuat keputusan tanpa bantuan dari pelaku, walaupun itu keputusan-keputusan sederhana.

·         Menurun hingga kehilangan rasa percaya diri, merasa tidak pantas, atau merasa tidak berdaya akan apapun yang dimiliki.

Baca juga: Love Bombing vs. Cinta Sejati: Cara Membedakan Niat Tulus dan Toksik

Gaslighting dan Disorientasi Emosional

Broken heart concept

Saat pelaku love bombing sudah berhasil menaklukan korbannya, biasanya mereka akan masuk ke fase gaslighting. Gaslighting sendiri merupakan upaya manipulasi emosional, dimana pelaku akan membuat korban meragukan dirinya sendiri, termasuk perasaan, persepsi, dan segala hal yang diyakini.

Pada fase gaslighting ini, korban akan mulai meragukan dirinya, kemampuan yang dimiliki, dan mengalami kebingungan akan banyak hal. Pada akhirnya korban akan sulit membedakan nyata dan tidak nyata. Korban juga akan mengalami disorientasi emosional yang membuat korban bahkan tidak tahu apa yang dirasakan.

Gaslighting dan disorientasi emosional ini akan berdampak pada banyak hal, diantaranya:

·         Kecemasan berlebih

·         Stress kronis

·         Disregulasi emosi dan overthinking

Krisis Identitas dan Harga Diri

Broken heart concept

Terjebak dalam love bombing juga bisa membuat korban mengalami krisis identitas dan harga diri. Terutama untuk gen z yang sedang dalam fase perkembangan identitas. Tentu dampak yang satu ini akan lebih rentan dialami. Pasalnya, love bombing akan menghancurkan proses perkembangan identitas itu. Hal tersebut juga akan berefek pada:

·         Perasaan tidak mengenal diri sendiri

·         Penurunan rasa percaya diri

·         Over adaptasi kepada orang lain.

Itu dia beberapa dampak psikologis yang bisa dirasakan saat terjebak dalam hubungan love bombing. Mirisnya walaupun berhasil lepas dari hubungan tersebut, tidak sedikit korban yang mengalami dampak psikologis yang lebih serius. Misalnya mengalami trauma trauma, PTSD, stress, depresi, dan masih banyak lagi. Beberapa diantaranya juga mengalami kesulitan untuk membangun hubungan baru yang lebih sehat.

Jika kamu menjadi salah satu korban love bombing. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para profesional. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengapa Love Bombing Begitu Umum di Kalangan Gen Z? Ini Penjelasannya!

 

Sumber:

Stines, S. (2017). Psychology Today – Love bombing digunakan untuk menciptakan ketergantungan emosional sebagai bentuk kontrol.

Durvasula, R. (2020). Don't You Know Who I Am? – Love bombing sering diikuti oleh gaslighting sebagai siklus manipulatif.

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. – Masa remaja dan dewasa awal adalah masa kritis pembentukan identitas diri.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Efek Love Bombing terhadap Kesehatan Mental Gen Z dan Cara Mengatasinya — DeepTalk