Deeptalk.co.id – Dunia psikologi umumnya berhubungan dengan terapi psikologis, diagnosa gangguan mental, penelitian psikologi, dan juga relasi sosial serta persepsi. Bayangkan jika semua itu mengalami confirmation bias atau bias konfirmasi. Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang confirmation bias dalam dunia psikologis.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Apa Itu Confirmation Bias dalam Perspektif Psikologi?

Confirmation bias merupakan bias kognitif dimana individu hanya mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang mendukung keyakinan atau hipotesis awalnya saja. Disisi lain, individu tersebut justru mengabaikan atau meremehkan informasi yang bertentangan dengan keyakinan atau hipotesisnya.
Dalam dunia psikologi, confirmation bias merupakan salah satu distorsi atau kesalahan dalam berpikir yang paling umum. Dimana hal tersebut bisa mempengaruhi cara individu dalam memahami dunia, membuat keputusan, hingga interaksinya di lingkungan sosial.
Confirmation bias bekerja dengan melibatkan tiga proses utama, yaitu:
- Pencarian informasi yang selektif, yaitu individu hanya mencari informasi yang sejalan dengan keyakinannya.
- Penafsiran informasi secara bias, yaitu menafsirkan informasi yang ambigu sebagai pendukung akan keyakinannya.
- Ingatan yang selektif, yaitu hanya mengingat informasi-informasi yang mendukung keyakinannya, dan mengabaikan atau melupakan informasi yang bertentangan dengan keyakinannya.
Baca juga: Confirmation Bias di Ruang Kelas: Tantangan bagi Guru dan Murid dalam Belajar Kritis
Contoh Confirmation Bias di Dunia Psikologis

Confirmation bias di dunia psikologis bisa terjadi dalam banyak sektor, diantaranya:
Confirmation bias dalam terapi psikologis
Confirmation bias seringkali terjadi dalam proses terapi psikologi. Misalnya pada klien yang merasa dirinya tidak pantas untuk dicintai akan fokus terhadap kekurangan yang dimiliki, dan mengabaikan interaksi positif. Kondisi semacam ini tentu akan menghambat proses terapi. Namun, terapi perilaku kognitif seringkali membantu dalam kasus ini. Pasalnya, terapi perilaku kognitif membantu memperbaiki pola pikir dan perilaku klien ke arah yang lebih positif.
Confirmation bias dalam diagnosa gangguan mental
Perlu diketahui bahwa menjatuhkan satu diagnosa kepada seorang klien bukan hal yang mudah. Psikolog atau psikiater membutuhkan riset yang cukup dalam. Sayangnya, jika seorang psikolog atau psikiater mengalami confirmation bias, mereka mungkin akan fokus pada hipotesis awal diagnosis dan mengabaikan gejala yang tidak sesuai. Jika terus berlanjut, hal tersebut bisa memicu kesalahan diagnosis atau misdiagnosis.
Confirmation bias dalam penelitian psikologis
Penelitian psikologis pada dasarnya membantu pengembangan ilmu psikologi. Namun sayangnya confirmation bias bisa terjadi dalam proses penelitian psikologi. Misalnya saat peneliti tanpa sadar memilih data yang hanya mendukung hipotesis awalnya saja, dan mengabaikan data yang bertolak belakang dengan hipotesisnya. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah researcher expectancy effect.
Confirmation bias dalam relasi sosial dan persepsi
Confirmation bias juga bisa terjadi dalam sektor relasi sosial dan persepsi. Misalnya individu yang percaya bahwa orang lain tidak menyukainya, akan menilai reaksi netral sebagai bentuk penolakan. Hal tersebut bisa memperkuat persepsi negatif terhadap orang lain maupun diri sendiri.
Baca juga: Confirmation Bias: Musuh dalam Pikiran yang Mengaburkan Kebenaran
Dampak Confirmation Bias di Dunia Psikologi

Confirmation bias memang bisa memberikan dampak pada banyak sektor, salah satunya dampak di dunia psikologi. Berikut beberapa dampak confirmation bias di dunia psikologi:
- Menghambat pengembangan diri, pasalnya individu yang meyakini dirinya tidak kompeten hanya akan fokus terhadap hal-hal negatif dalam dirinya. Selain itu, confirmation bias juga membuat individu tidak mempertimbangkan hal-hal selain apa yang mereka yakini.
- Memicu atau memperparah gangguan mental, misalnya dalam kasus depresi atau gangguan kecemasan. Pasalnya, confirmation bias memang membuat individu cenderung menguatkan pikirannya terhadap hal-hal negatif yang bisa memicu atau memperparah depresi maupun gangguan kecemasan.
- Mengganggu proses terapi psikologis, pasalnya kondisi confirmation bias membuat individu menolak perubahan selain apa yang mereka yakini. Termasuk menolak untuk menjadi lebih baik saat memiliki sudut pandang yang bertolak belakang.
- Menurunkan objektivitas profesional psikolog maupun psikiater. Bayangkan jika seorang psikolog atau psikiater yang mengalami confirmation bias. Mereka bisa saja mengabaikan fakta-fakta yang bertentangan dengan hipotesis awalnya. Dengan demikian hal tersebut bisa mempengaruhi interpretasi data dan intervensi yang diberikan.
Itu dia sedikit gambaran mengenai confirmation bias di dunia psikologis. Bisa dibayangkan bagaimana kesalahan dalam berpikir bisa mempengaruhi banyak hal dalam hidup kita. Termasuk dalam dunia psikologis. Maka dari itu, walaupun confirmation bias bukan salah satu gangguan mental. Jika kamu mengalami kondisi tersebut, cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog yang ada disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Antara Dunning-Kruger dan Impostor Syndrome: Dua Kutub dalam Menilai Diri Sendiri
Sumber:
Nickerson, R. S. (1998). Confirmation Bias: A Ubiquitous Phenomenon in Many Guises. Review of General Psychology, 2(2), 175–220. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.2.175
Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. New York: Farrar, Straus and Giroux.
Beck, J. S. (2011). Cognitive Behavior Therapy: Basics and Beyond (2nd ed.). Guilford Press.
Plous, S. (1993). The Psychology of Judgment and Decision Making. McGraw-Hill.
Lilienfeld, S. O., Lynn, S. J., Namy, L. L., & Woolf, N. J. (2011). Psychology: From Inquiry to Understanding (2nd ed.). Pearson.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



