Deeptalk.co.id – Makan merupakan kegiatan yang sudah menjadi kewajiban untuk kelangsungan hidup setiap orang. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap penyaluran nutrisi hingga energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Setiap orang dianjurkan untuk makan dengan menu yang beragam untuk memenuhi nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, beragam dalam hal ini tetap harus dalam jumlah yang tidak berlebihan.
Segala sesuatu yang dilakukan atau dikonsumsi secara berlebihan tentu akan mendatangkan keburukan. Begitu juga dengan mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan. Salah satu gangguan kesehatan mental yang berhubungan dengan kebiasan tersebut adalah binge eating disorder.
Binge eating disorder memiliki kaitan erat dengan kondisi obesitas penderitanya. Hal ini dikarenakan kebiasaan makan yang tidak sehat. Untuk mengenal lebih dalam mengenai binge eating disorder, artikel ini akan menjelaskan seputar pengertian, penyebab, gejala, hingga penanganan pada penderita binge eating disorder.
Apa Itu Binge Eating Disorder?

Binge eating disorder atau yang biasa disingkat dengan BED merupakan salah satu bagian dari eating disorder atau gangguan makan yang ditandai dengan kebiasaan makan dalam jumlah yang besar tanpa perduli dengan berat badan.
Penderita binge eating disorder memiliki perilaku makan yang tidak normal, dimana mereka makan dalam porsi yang berlebihan, episode makan yang rutin, tidak dapat berhenti makan sebelum merasa tidak enak pada perut, hingga kesulitan mengontrol asupan makannya.
Bisa dikatakan bahwa penderita binge eating disorder memiliki kebiasaan makan yang sangat bertolak belakang dengan penderita bulimia nervosa. Penderita binge eating disorder tidak merasa menyesal setelah makan dalam jumlah yang besar. Mereka juga tidak mementingkan bentuk dan berat badan mereka. Hal ini membuat penderita binge eating disorder sangat erat kaitannya dengan obesitas atau kelebihan berat badan.
Penyebab Binge Eating Disorder

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari binge eating disorder, namun beberapa ahli percaya bahwa terdapat faktor yang memungkinkan seseorang mengalami binge eating disorder, yaitu:
Faktor biologis, seseorang yang memiliki riwayat keluarga pengidap binge eating disorder akan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan tersebut. Selain itu, gangguan zat yang mengatur pola makan pada otak juga dapat menjadi faktor penyebab binge eating disorder.
Faktor psikologis, seseorang yang mengalami gangguan psikologis seperti depresi, gangguan bipolar, trauma emosional, dan masih banyak lagi, memiliki kemungkinan lebih besar mengidap binge eating disorder dibandingkan mereka yang sehat secara mental.
Baca juga: Eating Disorder: Apa Itu Bulimia Nervosa?
Gejala Binge Eating Disorder

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa binge eating disorder akan mendatangkan berbagai kondisi yang tidak baik, seperti obesitas dan beragam gangguan kesehatan fisik dan juga mental. Untuk itu, sudah sepantasnya kita mengenali gejala dari binge eating disorder agar dapat mengantisipasi hal tersebut.
Penderita binge eating disorder umumnya mengalami episode binge eating yang berulang, yaitu kondisi dimana seseorang akan makan terus menerus dalam suatu episode, misalnya selama 2 jam. Selain itu, makanan yang dikonsumsi juga dalam jumlah besar, melebihi porsi orang-orang pada umumnya.
Penderita binge eating disorder juga makan dengan cepat. Mereka tidak terlalu memikirkan rasa dari makanan yang dikonsumsi. Mereka hanya fokus terhadap jumlah makanan yang mereka santap. Tidak heran mengapa penderita binge eating disorder mengalami kelebihan berat badan akibat perilaku tersebut.
Berbeda dengan bulimia nervosa dan anorexia nervosa, penderita binge eating disorder tidak melakukan upaya apapun untuk menurunkan berat badan mereka. Mereka tetap memiliki rasa bersalah setelah makan dengan porsi yang banyak, tapi mereka tidak melakukan apapun untuk mengurangi berat badan mereka.
Selain itu, penderita binge eating disorder juga cenderung menarik diri yang lingkungan sosial. Hal ini dilakukan terutama saat makan. Mereka lebih senang makan sendiri tanpa ditemani oleh orang lain. Tentu saja mereka tidak ingin terlihat berbeda di mata orang lain. Mereka bisa saja makan dengan normal bersama orang lain, namun saat sendiri mereka akan kembali kepada kebiasaan yang sebelumnya.
Penanganan pada Penderita Binge Eating Disorder

Sama dengan gangguan kesehatan mental lainnya, jika kamu atau orang di sekitar merasa memiliki ciri-ciri dari binge eating disorder, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya. Kamu bisa mengunjungi psikolog ataupun psikiater.
Bukan hal yang bijak untuk mendiagnosis diri sendiri. Hal tersebut bisa saja membuat kamu memilih langkah penanganan yang tidak sesuai dengan kebutuhan mental mu. Untuk itu kamu perlu mendatangi psikolog atau psikiater.
Sebagai bentuk penanganan, psikolog umumnya akan memberikan berbagai terapi psikologi yang dibutuhkan untuk menangani simptom dari binge eating disorder yang muncul pada pengidapnya. Sedangkan psikiater akan memberikan obat-obatan untuk menangani hal yang sama.
Dalam kasus eating disorder umumnya akan membutuhkan bantuan ahli gizi. Penderita gangguan makan perlu dipastikan untuk mendapatkan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Eating Disorder: Mengenal Gangguan Anorexia Nervosa



