Deeptalk.co.id – Hidup di era perkembangan teknologi memang membuat segalanya semakin mudah. Termasuk kemudahan dalam mengakses informasi. Hal ini tentu akan menjadi baik jika diolah dengan baik pula. Sayangnya, tidak semua hal baik terjadi di dunia ini.
Kemudahan mengakses informasi akan membuat kita mampu dengan mudah mengetahui pola pikir, stigma, hingga standar yang dipercaya sebagai bentuk ideal di masyarakat. Termasuk standar kecantikkan yang tidak jauh dengan warna kulit atau bahkan berat badan.
Standar kecantikkan yang telah terbentuk di masyarakat sering kali membuat banyak orang, khususnya wanita untuk melakukan apa saja demi memenuhi standar tersebut. Perilaku semacam ini dapat menimbulkan salah satu gangguan psikologis yang dikenal sebagai bulimia nervosa.
Bulimia nervosa merupakan bagian dari eating disorder atau gangguan makan. Pada artikel ini akan dijelaskan lebih detail mengenai apa itu bulimia nervosa, penyebab bulimia nervosa, gejala bulimia nervosa, hingga dampak bagi pengidap bulimia nervosa.
Apa Itu Bulimia Nervosa?

Bulimia nervosa merupakan suatu gangguan psikologis yang ditandai dengan mengkonsumsi makanan yang jumlah besar dan dalam jangka waktu singkat yang sulit untuk dikontrol. Untuk mengantisipasi kenaikan berat badan, penderita bulimia nervosa akan melakukan berbagai cara seperti olahraga ekstrim, berpuasa, hingga mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi secara paksa seperti memuntahkan atau menggunakan obat pencahar.
Berbeda dengan penderita anorexia nervosa yang mengeluarkan makanan secara paksa akibat rasa takut akan kenaikkan berat badan, penderita bulimia nervosa melakukan hal tersebut sebagai bentuk kompensasi setelah makan dalam jumlah besar.
Walaupun bulimia nervosa sering kali dialami oleh wanita, namun beberapa pria juga bisa mengalami kondisi tersebut. Kondisi bulimia nervosa bisa mengancam jiwa pengidapnya. Pasalnya, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan baik mental maupun fisik.
Penyebab Bulimia Nervosa

Sama dengan gangguan makan lainnya, penyebab dari bulimia nervosa juga belum bisa dipastikan secara tepat. Namun, terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang meningkatkan kemungkinan mengalami bulimia nervosa, yaitu:
Faktor psikologis, penderita gangguan psikologis seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), dan obsessive compulsive disorder (OCD) akan berpeluang lebih besar mengalami bulimia nervosa dibandingkan mereka yang sehat secara mental.
Faktor sosial, tidak bisa dipungkiri bahwa standar sosial sering kali membuat seseorang melakukan apapun untuk memenuhi standar tersebut. Selain itu, kritikkan dan tekanan dari lingkungan yang membuat minder bisa menimbulkan kemungkinan mengalami bulimia nervosa.
Pekerjaan, pekerjaan seperti model, atlet, atau artis sering kali dituntut untuk memiliki bentuk tubuh yang ideal. Hal ini akan membuat seseorang dengan profesi tersebut mengalami kemungkinan lebih besar mengalami bulimia nervosa.
Baca juga: Eating Disorder: Mengenal Gangguan Anorexia Nervosa
Gejala Bulimia Nervosa

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai bulimia nervosa, kamu tentu perlu paham mengenai apa saja yang menjadi gejala dari bulimia nervosa, yaitu:
Gejala psikologis, seseorang yang mengalami bulimia nervosa umumnya mengalami gejala psikologis seperti perasaan takut berlebih akan kenaikkan berat badan, memiliki perspektif negatif terhadap bentuk tubuh yang dimiliki, memiliki rasa percaya diri yang kurang, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.
Gejala fisik, penderita bulimia nervosa akan mengalami gejala fisik seperti mudah merasa lelah, mudah sakit, mengalami radang tenggorokan, sering mengalami sakit perut atau kembung, pembengkakan di bagian pipi dan rahang, dan mengalami kerusakan pada gigi dan bau mulut.
Jika kamu atau orang disekitar mu mengalami gejala yang dipaparkan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Dampak Bulimia Nervosa

Bulimia nervosa bukanlah kondisi yang bisa diabaikan dengan mudah. Pasalnya, seseorang dengan gangguan ini bisa mengalami berbagai komplikasi gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental. Terlalu sering memuntahkan makanan secara paksa dapat membuat penderita mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut.
Selain itu, penderita bulimia nervosa juga cenderung mengalami kekurangan nutrisi dan dehidrasi diakibatkan kebiasaan untuk mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi. Adapun penyakit lain yang dapat dialami oleh pengidap bulimia nervosa adalah penyakit jantung, gagal ginjal, depresi, hingga keinginan untuk bunuh diri.
Untuk itu, mendapatkan pertolongan yang tepat dan dukungan dari orang-orang disekitar merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh pengidap bulimia nervosa. Pengobatan yang dilakukan oleh penderita bulimia nervosa juga akan sulit mendapatkan dampak positif jika tidak didukung oleh dukungan orang-orang disekitar.
Penanganan pada Penderita Bulimia Nervosa

Langkah awal yang harus diambil oleh seseorang yang merasakan gejala dari bulimia nervosa adalah mengunjungi psikolog atau psikiater. Dari psikolog atau psikiater akan didapatkan diagnosis yang tepat.
Psikolog umumnya akan memberikan penanganan berupa psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif, atau terapi interpersonal. Sedangkan pada psikiater umumnya akan diberikan obat-obatan yang dapat meredakan simtom-simtom yang muncul akibat bulimia nervosa.
Konseling gizi juga dibutuhkan untuk memastikan penderita telah memenuhi nilai gizi yang cukup atau tidak. Selain itu, konseling gizi bertujuan untuk mengubah pola makan dan pola pikir terhadap makanan, meningkatkan asupan nutrisi dalam tubuh, serta meningkatkan berat badan secara perlahan.
Baca juga: Mengenal Gejala dan Jenis-Jenis Gangguan Makan



