Deeptalk.co.id – Kamu mungkin tidak asing lagi dengan istilah kesurupan. Tahukah kamu bahwa kondisi kesurupan yang kita kenal itu memiliki istilah lain dalam dunia psikologis. Adapun istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesurupan ini adalah disosiasi.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi disosiasi, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai disosiasi psikologi. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami kondisi yang sama seperti apa yang dipaparkan dalam artikel ini, maka tidak ada salahnya untuk berkonsentrasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasannya.
Pengertian Disosiasi Psikologi

Pada dasarnya, disosiasi psikologi merupakan mekanisme pertahanan alam bawah sadar yang membantu seseorang untuk mengatasi masalah emosional yang dapat memicu trauma psikologis. Namun, sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Culture, Medicine and Psychiatry pada tahun 2008 menyatakan bahwa disosiasi bisa mengakibatkan terganggunya identitas, memori, kesadaran diri, dan lingkungan pengidapnya.
Orang yang mengalami disosiasi psikologi umumnya merasakan sensasi seakan terlepas dari tubuh atau seakan-akan berada di dunia yang berbeda. Meski demikian, kondisi semacam ini bisa dialami berbeda-beda setiap orang. Dalam istilah awam, kondisi semacam ini sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis seperti kesurupan.
Kondisi disosiasi psikologis ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang beragam, mulai dari beberapa menit, jam, hingga bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Untuk kondisi disosiasi psikologi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, bisa jadi sudah masuk dalam kategori gangguan disosiasi, atau gangguan mental yang berhubungan dengan hal tersebut. Meski demikian, untuk dapat memastikan kondisi kesehatan mental seseorang, tentu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikolog atau Psikiater.
Macam-Macam Gangguan Disosiasi

Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa kondisi disosiasi psikologi ini bisa masuk dalam kategori gangguan mental. Adapun gangguan mental yang bisa dialami adalah sebagai berikut:
Dissociative amnesia
Gangguan disosiatif amnesia atau dissociative amnesia merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan kerusakan pada ingatan, kesadaran, identitas, hingga persepsi seseorang. Umumnya ingatan-ingatan yang mengalami kerusakan tersebut memiliki hubungan dengan kejadian traumatis yang pernah dialami.
Dissociative identity disorder
Gangguan identitas disosiatif atau yang juga dikenal dengan istilah kepribadian ganda merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang ada pada seseorang. Kondisi ini memungkinkan penderita mengalami identitas yang berbeda-beda, tanpa disadari oleh orang tersebut.
Baca juga : Mengenal Macam-Macam Halusinasi Beserta Contohnya
Depersonalization disorder
Depersonalization disorder merupakan kondisi dimana seseorang mengalami sensasi seakan jiwanya terlepas atau terpisah dari tubuhnya, dan menganggap lingkungan disekitarnya seakan tidak nyata, atau merasa seolah-olah sedang bermimpi.
Penyebab Disosiasi Psikologi

Pada dasarnya, disosiasi psikologis berkembang sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menghadapi trauma yang mengganggu. Untuk itu, penyebab utama dari disosiasi psikologis ini adalah kejadian traumatis. Meski demikian, terdapat beberapa faktor pemicu yang dapat memperparah kondisi disosiasi psikologis tersebut.
Trauma
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa kondisi disosiasi psikologi ini dipicu oleh adanya kejadian traumatis yang dialami oleh penderita. Trauma sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami masalah psikologis setelah melewati kejadian yang tidak menyenangkan. Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami trauma juga mengalami gangguan disosiatif, terutama untuk mereka yang sudah mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.
Adapun kejadian traumatis yang paling umum menyebabkan gangguan disosiatif adalah korban pelecehan seksual, kekerasan fisik maupun emosional, bencana alam, penyakit yang mematikan, peperangan, dan lain sebagainya.
Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
Perlu diketahui bahwa beberapa obat bisa saja memicu terjadi disosiasi psikologi. Misalnya obat psikedelik atau halusinogen, seperti LSD (lysergic acid diethylamide), dipercaya dapat membuat seseorang mengalami kehilangan kontak dengan diri mereka secara singkat. Untuk itu penting bagi kita mengkonsumsi obat sesuai dengan anjuran dari dokter.
Alkohol dan obat-obatan terlarang
Seperti yang diketahui bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang besar, dan obat-obatan terlarang dapat membuat seseorang kehilangan kontrol atas dirinya sendiri. Hal inilah yang akhirnya memungkinkan seseorang mengalami disosiasi psikologi. Selain itu, alkohol dan obat-obatan terlarang juga mengandung zat adiktif yang membuat penggunanya kesulitan untuk terlepas dari hal-hal tersebut, dan berdampak pada makin parahnya kondisi disosiasi psikologi yang dialami.
Gangguan mental
Selain beberapa faktor di atas, kondisi disosiasi psikologi juga bisa dipicu oleh beberapa gangguan mental seperti stres akut, depresi, borderline personality disorder (BPD), obsessive-compulsive disorder (OCD), post-traumatic stress disorder (PTSD), gangguan makan, hingga skizofrenia.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai disosiasi psikologi. Meskipun kondisi ini merupakan mekanisme pertahanan diri atas kejadian traumatis, namun bukan berarti bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya kondisi tersebut bisa merupakan gejala dari gangguan mental, atau menjadi lebih parah dan mengembangkan masalah kesehatan mental.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Dampak Psikologis Dari Cancel Culture (Memboikot Seseorang Secara Massal)
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



