Deeptalk.co.id – Emosi marah adalah salah satu aspek penting dari pengalaman manusia yang dapat muncul dalam berbagai situasi. Namun, apa yang mungkin kurang dipahami oleh banyak orang adalah bahwa emosi marah memiliki dasar biologis dan neurologis yang rumit dalam tubuh manusia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi secara mendalam proses tubuh yang terlibat dalam membentuk emosi marah. Dari bagaimana otak mengolah informasi hingga peran hormon dan sistem saraf dalam mengontrol respons marah, kita akan merinci elemen-elemen ini sehingga kita dapat lebih memahami dan mengelola emosi marah dengan lebih baik. Mari kita mulai dengan memahami apa yang terjadi di balik layar ketika kita merasa marah.
Tentang Emosi Marah

Marah atau kemarahan adalah bagian dari emosi setiap manusia. Setiap orang pun merasakannya pada waktu yang berbeda dengan tingkat yang berbeda pula. Perasaan marah juga dapat muncul dalam berbagai proses. Ada suatu hal yang terjadi dalam tubuh ketika membentuk emosi marah ini.
Kemarahan adalah emosi sekunder. Biasanya, salah satu emosi utama seperti ketakutan atau kesedihan, dapat ditemukan di balik emosi marah. Ketakutan mencakup hal-hal seperti kekhawatiran, dan kesedihan berasal dari pengalaman kehilangan, kekecewaan, atau keputusasaan.
Merasa takut dan sedih merupakan hal yang tidak nyaman bagi kebanyakan orang, dan itu membuat seseorang rentan dan seringkali tidak terkendali. Oleh karena itu, orang cenderung menghindari perasaan ini sebisa mungkin. Salah satunya yakni dengan secara tidak sadar beralih ke mode marah. Berbeda dengan ketakutan dan kesedihan, kemarahan dapat memberikan gelombang energi dan membuat seseorang merasa lebih memegang kendali, dibandingkan merasa rentan dan tidak berdaya. Dengan kata lain, kemarahan bisa menjadi sarana untuk menciptakan rasa kendali dan kekuasaan dalam menghadapi kerentanan dan ketidakpastian.
Pengalaman marah bisa berkisar pada rasa jengkel ringan, frustasi, hingga kemarahan yang membara. Bahkan kebosanan pun merupakan versi ringan dari kemarahan yang berupa ketidakpuasan terhadap apa yang terjadi. Tubuh bisa membentuk marah ketika seseorang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, seperti mengalami perlakuan tidak adil, mendapatkan kritikan dari orang lain, dan beragam pemicu potensial lainnya.
Perasaan marah adalah bagian alami dari manusia. Ini mungkin terasa membahayakan dan tidak nyaman, namun penting bagi seseorang untuk tetap mengalami atau merasakan amarah dalam dirinya. Tanpa perasaan marah, seseorang tidak akan mengambil sikap melawan ketidakadilan atau ketidakpuasan. Ini menjadi alarm internal yang memberi tahu individu bahwa ada suatu hal yang tidak beres.
Namun sayangnya, seringkali kemarahan yang dirasakan manusia dipicu oleh faktor-faktor yang tidak terlalu berpengaruh dibandingkan dengan perbuatan salah yang serius. Sehingga ada gunanya memikirkan cara-cara terampil untuk mengatasinya sehingga menghasilkan hidup yang sehat, daripada perasaan menyesal atas apa yang dikatakan atau dilakukan sebelumnya.
Baca juga: Multitasking Dapat Merusak Kesehatan Mental Anda, Mitos atau Fakta?
Bagaimana Tubuh Membentuk Emosi Marah?

Layaknya emosi lainnya, emosi marah bisa dialami dalam tubuh dan juga pikiran manusia. Pun faktanya terdapat serangkaian peristiwa fisiologis dalam tubuh ketika membentuk emosi marah. Ini dimulai dari bagian otak manusia yakni amigdala, yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi ancaman terhadap kesejahteraan individu dan mengirimkan alarm ketika ancaman teridentifikasi sehingga individu dapat mengambil tindakan untuk melindungi dirinya sendiri.
Amigdala sangat efisien dalam memperingatkan individu tentang ancaman, sehingga membuatnya bereaksi sebelum korteks (bagian otak yang bertanggung jawab atas pemikiran dan penilaian) mampu memeriksa kewajaran reaksi individu. Dengan kata lain, otak manusia diatur sedemikian rupa untuk mempengaruhi dalam bertindak sebelum dapat mempertimbangkan dengan baik konsekuensi dari tindakannya.
Ini bukan alasan untuk berperilaku buruk, di mana orang dapat dan memang mengendalikan dorongan agresif mereka dan ini juga dapat dilakukan dengan beberapa latihan. Sebaliknya, ini berarti bahwa belajar mengelola amarah dengan benar adalah keterampilan yang harus dipelajari, bukan sesuatu yang kita dilahirkan sejak lahir dan mengetahui cara melakukannya secara naluriah.
Saat sedang marah, otot-otot tubuh ikut menegang. Sedangkan di dalam otak, bahan kimia neurotransmitter yang dikenal sebagai katekolamin dilepaskan menyebabkan seorang individu mengalami ledakan energi yang berlangsung hingga beberapa menit. Semburan energi ini berada di balik keinginan umum untuk mengambil tindakan perlindungan segera.
Pada saat yang sama detak jantung pun ikut meningkat, tekanan darah meningkat, dan laju pernapasan juga meningkat. Wajah mungkin memerah karena peningkatan aliran darah memasuki anggota tubuh dan ekstremitas sebagai persiapan untuk tindakan fisik. Perhatian ikut menyempit dan terkunci pada sasaran kemarahan individu.
Akibatnya, mereka tidak dapat memperhatikan hal lain dan secara berurutan, neurotransmitter dan hormon otak tambahan (di antaranya adrenalin dan noradrenalin) dilepaskan yang memicu gairah yang bertahan lama. Sehingga mereka siap untuk bertarung akibat tubuh yang sudah membentuk emosi marah.
Meskipun emosi amarah bisa saja mengamuk di luar kendali, korteks prefrontal otak, yang terletak tepat di belakang dahi, dapat menjaga emosi individu tetap seimbang. Jika amigdala menangani emosi, korteks prefrontal menangani penilaian. Korteks prefrontal kiri dapat mematikan emosi. Ini berfungsi dalam peran eksekutif untuk menjaga segala sesuatunya tetap terkendali.
Baca juga: Ketika Kebiasaan Sehari-Hari Berubah Menjadi Perilaku Kompulsif, Bagaimana Kita Menghadapi nya?
Sumber:
Lautieri, A. (2019, March 17). Physiology Of Anger. MentalHelp.net. https://www.mentalhelp.net/anger/physiology/
Ohwovoriole, T. (2023, July 5). Understanding Anger. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-anger-5120208
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



