Deeptalk.co.id – Kepribadian merupakan bagian dari dalam diri manusia yang menjadi identitas atau pembeda antara manusia satu dan lainnya. Kepribadian juga yang mempengaruhi tindakan, pola pikir, sifat, sikap, emosi, dan segala nilai-nilai yang ada dalam kehidupan orang tersebut.
Jenis kepribadian sendiri pada dasarnya cukup beragam, tergantung dari tiap teori yang membahasnya. Dari banyaknya jenis kepribadian yang ada, terdapat 3 jenis kepribadian yang dianggap sebagai akar perilaku manipulasi, yaitu narsisme, machiavellianism, dan psikopati. Lantas, bagaimana gambaran perilaku manipulasi dari ketiga kepribadian tersebut? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu bisa diketahui diagnosa dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Perilaku Manipulasi Pada Kepribadian Narsisme

Narsisme adalah salah satu jenis kepribadian yang ditandai dengan perasaan superior walau tanpa pembuktian yang jelas. Dalam tahap tertentu, kepribadian narsisme ini justru bisa mengarah pada suatu gangguan yang dikena dengan gangguan kepribadian narsistik (NPD).
Individu dengan kepribadian narsisme umumnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi, kebutuhan akan dikagumi, dan cenderung memiliki empati yang minim terhadap orang lain. Selain itu, individu dengan kepribadian narsisme juga senang tampil didepan umum dan mendapatkan perhatian dari lingkungannya.
Individu dengan kepribadian narsisme ini juga tidak jarang melakukan manipulasi terhadap orang-orang terdekatnya, misalnya terhadap pasangan, rekan kerja, atau keluarga sekalipun. Misalnya, individu dengan dengan sengaja meremehkan atau menggunakan kelemahan pasangan untuk mendapatkan perhatian, atau menunjukan sisi superioritasnya.
Perilaku manipulasi bagi individu dengan kepribadian narsistik ini umumnya bertujuan untuk mempertahankan status, pengakuan, dan sisi superioritas yang dimiliki. Seperti ciri khas dari individu dengan kepribadian narsistik yang memang senang menjadi pusat perhatian, dan lebih baik dari orang lain.
Baca juga: Perilaku Manipulatif dalam Hubungan Romantis: Antara Kecemasan, Kontrol, dan Ketergantungan
Perilaku Manipulasi Pada Kepribadian Machiavellianisme

Jenis kepribadian lain yang biasanya memunculkan perilaku manipulasi adalah kepribadian machiavellianisme. Machiavellianisme sendiri merupakan jenis kepribadian yang ditandai dengan perilaku mereka yang menghalalkan segala cara untuk mewujudkan ambisinya. Kepribadian machiavellianisme ini cenderung mengabaikan moralitas dalam sebuah proses, dan hanya peduli terhadap hasil akhir yang maksimal.
Individu dengan kepribadian machiavellianisme umumnya hanya memikirkan tujuan dan kepentingan pribadi. Selain itu, mereka juga sangat mendewakan kekuasaan, kesuksesan, uang, dan ketenaran. Hal tersebut tidak jarang membuat mereka memandang remeh orang lain, termasuk memanfaatkan orang lain demi mendapatkan keuntungan pribadi.
Individu dengan kepribadian machiavellianisme juga memiliki kecenderungan perilaku manipulasi. Mereka menggunakan kebohongan, penipuan, dan tak-tik licik agar dapat mempengaruhi orang lain, untuk mencapai kesuksesan atau keuntungan pribadi.
Berbeda dengan manipulasi pada kepribadian narsisme yang bertujuan untuk mempertahankan status atau rasa superioritas. Manipulasi pada kepribadian machiavellianisme lebih bertujuan pada kontrol jangka panjang terhadap orang lain. Selain itu, teknik manipulasinya juga bersifat dingin dan terencana.
Baca juga: Gaslighting dan Distorsi Realitas: Analisis Psikologis atas Manipulasi Emosional
Perilaku Manipulasi Pada Kepribadian Psikopati

Jenis kepribadian lain yang menimbulkan perilaku manipulasi adalah kepribadian psikopati. Jenis kepribadian yang satu ini memang lebih mengarah kepada gangguan mental. Dalam istilah awal kita kenal dengan sebutan psikopat. Kepribadian psikopati biasanya dikenal dengan orang-orang yang tidak memiliki emosi, perasaan, dan hati nurani. Makanya mereka selalu digambarkan sebagai sosok yang jahat dan tega terhadap orang lain.
Kepribadian psikopati ini umumnya ditandai dengan adanya kebiasaan berbohong, minimnya empati yang dimiliki, kecenderungan melanggar aturan atau norma yang berlaku, narsistik, tidak bertanggung jawab, tidak memiliki tujuan, impulsif, agresif, dan cenderung anti sosial.
Perilaku manipulasi pada penderita kepribadian psikopati bisa lebih kejam dan tidak mengenal rasa bersalah. Artinya, setelah mengendalikan dan memanfaatkan orang lain demi kepentingannya, mereka tidak peduli dengan kondisi korban dan tidak merasa bersalah sama sekali.
Perilaku manipulasi pada penderita psikopati juga cenderung menampilkan pesona yang dangkal, namun pada akhirnya menimbulkan kerusakan terhadap korbannya. Berbeda dengan Machiavellianisme yang penuh perhitungan, manipulasi psikopatik lebih berisiko, oportunistik, dan sering kali berbahaya.
Itu dia penjelasan mengenai bagaimana perilaku manipulasi pada individu dengan narsisme, machiavellianism, dan psikopati. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa manipulasi dari ketiga kepribadian tersebut sama-sama menjadikan orang lain sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Namun disisi lain, narsisme melakukan manipulasi untuk memvalidasi ego dan statusnya, machiavellianisme melakukan manipulasi terencana untuk kekuasaan dan keuntungan strategis, dan psikopati melakukan manipulasi kejam, impulsif, sering disertai kekerasan emosional atau fisik.
Jika kamu mengalami beberapa ciri-ciri di atas. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mengenali Taktik Manipulasi: Bagaimana Psikologi Menjelaskan Pola Perilaku Manipulatif
Sumber:
Campbell, W. K., & Miller, J. D. (2011). The handbook of narcissism and narcissistic personality disorder: Theoretical approaches, empirical findings, and treatments. Hoboken, NJ: Wiley.
Christie, R., & Geis, F. (1970). Studies in Machiavellianism. New York: Academic Press.
Hare, R. D. (1999). Without conscience: The disturbing world of the psychopaths among us. New York: Guilford Press.
Paulhus, D. L., & Williams, K. M. (2002). The Dark Triad of personality: Narcissism, Machiavellianism, and psychopathy. Journal of Research in Personality, 36(6), 556–563.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



