Deeptalk.co.id – Love bombing adalah salah satu bentuk manipulasi emosional, dimana pelaku akan memberikan cinta, perhatian, dan kasih sayang yang berlebihan di awal hubungan demi bisa mempengaruhi dan mengontrol korbannya. Saat pelaku sudah bisa menguasai dan mengontrol korbannya, mereka akan cenderung bersikap kasar, manipulatif, dan hal-hal toxic lainnya.
Pelaku love bombing merupakan orang-orang yang manipulatif. Hal tersebutlah yang juga membuat banyak orang tidak sadar bahwa dirinya sedang terjebak dengan pelaku love bombing. Maka dari itu, diperlukan pengetahuan dan kepekaan akan kondisi tersebut. Artikel kali ini akan secara khusus membahas beberapa tips mengenali love bombing dalam hubungan, dan bagaimana dampak jika seseorang terjebak dalam love bombing.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menjadi korban love bombing terutama jika sudah mengalami trauma akan hal tersebut. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Tips Mengenali Love Bombing dalam Hubungan

Banyak orang terjebak dalam love bombing bukan karena kurangnya kepekaan. Namun justru karena tidak tahu mengenai love bombing itu sendiri. Pada akhirnya kesadaran itu ada saat mental dan fisik sudah terganggu, atau saat sulit untuk keluar dari hubungan tersebut. Maka dari itu, berikut beberapa tips untuk mengenali love bombing dalam hubungan:
Intensitas berlebihan di awal hubungan
Perlu diketahui bahwa cinta yang sehat tumbuh secara bertahap. Maka dari itu, jika orang baru datang dan menyatakan cinta bertubi-tubi, kamu perlu untuk waspada kepadanya. Misalnya, seseorang yang baru kamu kenal dan sudah langsung membahas tentang pernikahan di minggu pertama. Walaupun tidak semua perlakuan semacam itu dilakukan oleh pelaku love bombing, namun kamu perlu waspada karena itu merupakan salah satu ciri pelaku love bombing.
Pujian yang tidak realistis
Mendapatkan pujian memang menyenangkan. Namun jangan sampai kamu terjebak oleh pelaku love bombing karena hal ini. Pasalnya, ciri lain dari pelaku love bombing adalah cenderung memberikan pujian yang tidak realistis. Misalnya dengan mengatakan “kamu adalah satu-satunya orang yang bisa memahamiku”, padahal kalian baru kenal dalam waktu yang singkat.
Kontak yang sangat intens
Saat mencintai seseorang kita memang ingin selalu berada didekatnya, atau setidaknya menjalin komunikasi satu sama lain. Namun, perlu diingat bahwa komunikasi dalam hal ini adalah komunikasi yang wajar. Jika seseorang yang baru mendekatimu dan terlalu intens menjalin komunikasi, maka kamu juga perlu waspada. Misalnya, seseorang yang sepanjang hari tanpa henti mengirimkan pesan, selalu menelepon tanpa mengenal waktu, dan menuntut untuk mendapatkan respon yang cepat.
Memberikan hadiah yang berlebihan
Beberapa orang memang menunjukan cintanya dengan memberikan hadiah-hadiah menarik. Namun, jika hadiah itu terlalu berlebihan maka kamu perlu untuk waspada. Pasalnya, ciri lain dari pelaku love bombing adalah memberikan hadiah-hadiah yang berlebihan. Misalnya memberikan hadiah mahal, mengajak liburan ke tempat mewah, dan lain sebagainya. Ketahuilah bahwa perilaku itu didasari harapan untuk kamu bisa balas budi.
Mengisolasi dari orang-orang terdekat
Pelaku love bombing juga akan membuat kamu secara perlahan menjauh dari orang-orang terdekatmu. Misalnya menjauh dari teman dan juga keluarga. Hal ini dilakukan agar mereka bisa dengan mudah memanipulasi, tanpa adanya campur tangan dari orang lain.
Tidak menerima penolakan
Walaupun terkesan baik dan sangat mencintaimu, ketahuilah bahwa pelaku love bombing sangat tidak bisa menerima penolakan. Saat kamu mulai menolak atau menetapkan batasan, mereka akan mulai membuatmu merasa bersalah, marah, tersinggung, dan mulai memainkan trik-trik manipulasi emosional.
Baca juga: Fenomena Love Bombing di Era Digital: Ancaman Tersembunyi bagi Gen Z
Dampak Terjebak dalam Love Bombing

Terjebak dalam hubungan love bombing merupakan hal yang perlu diwaspadai. Pasalnya, kondisi tersebut bisa mempengaruhi mental dan fisik korbannya. Justru, sangat jarang pelaku love bombing yang datang ke psikolog untuk bisa berubah. Malahan, korbannyalah yang datang ke psikolog untuk pulih dari traumanya. Berikut beberapa dampak terjebak dalam love bombing:
· Kecemasan dan stress berlebih, terutama saat pelaku sudah mulai merubah perilaku mereka dari cinta yang bertubi-tubi ke perilaku-perilaku toxic. Dimana hal tersebut akan menimbulkan kebingungan dan cemas bagi para korbannya.
· Penurunan harga diri, pelaku akan memulai hubungan dengan membuat korban merasa sangat dicintai. Saat mendapatkan hati korbannya, pelaku akan mulai merendahkan dan memanipulasi korbannya. Dimana hal tersebut bisa menurunkan harga diri korban.
· Ketergantungan emosional, korban akan dibuat menjauh dari orang-orang terdekatnya. Sampai mereka berpikir hanya pelakulah yang bisa menerima mereka. Jika terus berlanjut, korban akan sangat tergantung, dan sulit untuk lepas dari kendali pelaku.
· Trust issues, walaupun berhasil keluar dari hubungan toxic itu banyak korban yang tetap mengalami trust issue atau sulit untuk mempercayai orang baru yang hadir di hidupnya. Walaupun orang tersebut benar-benar tulus kepadanya.
· Trauma relasional, banyak korban yang mengalami trauma akibat terjebak dalam hubungan toxic itu. Bahkan banyak diantara mereka yang membutuhkan bantuan profesional untuk bisa menjalani hidupnya dengan normal.
Itu dia sedikit penjelasan tentang cara mengenali dan dampak terjebak dalam love bombing. Jika kamu salah satu korban love bombing, cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Love Bombing: Ketika Cinta Terlalu Manis di Awal Bisa Berujung Toxic
Sumber:
Sarkis, S. (2019). Signs of Love Bombing. Forbes. https://www.forbes.com.
Torres, C. (2022). Love Bombing: What It Is and How to Spot It. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com.
Greenberg, M. (2020). Why Gen Z Is More Vulnerable to Digital Love Bombing. Healthline. https://www.healthline.com.
Durvasula, R. (2015). Should I Stay or Should I Go? Surviving a Relationship with a Narcissist. Post Hill Press.
American Psychological Association. (2021). Recognizing Manipulation and Emotional Abuse in Digital Relationships. APA Monitor.
Hassan, S. (2016). Combating Cult Mind Control. Freedom of Mind Press.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



