Deeptalk.co.id – Sayang dan cinta seharusnya memberikan kenyamanan dan kebahagiaan. Pada dasarnya, sayang dan cinta adalah perasaan positif yang bisa memberikan dampak positif juga. Baik itu terhadap individu yang merasakan, atau individu yang menjadi objek dari rasa sayang dan cinta itu.
Namun tahukah kamu bahwa dalam beberapa kondisi, rasa sayang dan cinta ini bisa menjurus kepada hal-hal yang negatif. Misalnya saat rasa tersebut berubah menjadi obsesi. Obsesi dan cinta memang dua hal yang bertolak belakang, namun memiliki batasan yang sangat tipis untuk pembeda keduanya.
Lantas, bagaimana rasa sayang bisa berubah menjadi obsesi? Serta bagaimana dampak dari perubahan tersebut? Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang transformasi rasa sayang menjadi obsesi.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Cinta yang Sehat

Cinta adalah suatu perasaan positif yang kuat yang dirasakan seseorang terhadap orang atau objek lain, dimana perasaan tersebut akan membentuk suatu ikatan kebahagiaan. Dalam sebuah hubungan romantis, cinta yang sehat seharusnya dilandasi dengan kepercayaan, penghargaan terhadap kebebasan pasangan, komunikasi yang terbuka, dan adanya dukungan emosional.
Kepercayaan antar pasangan bisa membuat kita lebih memahami satu sama lain. Walaupun cinta itu benar-benar besar. Namun setiap manusia membutuhkan waktu privasi mereka masing-masing. Dengan rasa kepercayaan, kita tidak menghadirkan rasa khawatir akan pengkhianatan, dan juga tidak terpikir untuk melakukan pengkhianatan.
Komunikasi adalah kunci utama dalam sebuah hubungan. Dari komunikasi juga sebuah hubungan bisa terbentuk, namun juga bisa hancur karena kegagalan komunikasi di dalamnya. Maka dari itu, membangun komunikasi terbuka dalam hubungan adalah hal yang penting.
Baca juga: Perilaku Posesif dan Kaitannya dengan Attachment Style dalam Teori Psikologi
Pemicu Perubahan Cinta Menjadi Obsesi

Cinta yang sehat memang harapan setiap individu. Namun ada beberapa kondisi yang bisa memicu perubahan cinta menjadi obsesi, misalnya:
Ketidakamanan diri (insecurity)
Individu yang merasa tidak aman atau tidak yakin akan diri dan kemampuannya bisa merubah rasa cinta menjadi sebuah obsesi. Misalnya pada individu-individu dengan rasa rendah diri, takut ditinggalkan, atau memiliki harga diri yang rapuh. Karena ketidak yakinan akan dirinya, menjadi obsesi bisa menjadi langkah yang diambil untuk melindungi hubungannya.
Kecemasan dalam ikatan (anxious attachment)
Gaya keterikatan cemas juga bisa memicu perubahan cinta menjadi obsesi. Pasalnya, individu dengan gaya keterikatan cemas ini cenderung sulit untuk mempercayai pasangannya dan selalu membutuhkan validasi lebih. Gaya keterikatan sendiri terbentuk dari pola asuh yang didapatkan sejak masa kanak-kanak.
Pengalaman trauma
Individu yang pernah mendapatkan pengkhianatan dari pasangan sebelumnya dan merasa trauma akan hal tersebut juga bisa membentuknya menjadi sosok yang obsesi dalam hubungan selanjutnya. Maka dari itu, rasa trauma perlu untuk diatasi terlebih dahulu sebelum membangun hubungan baru.
Ketergantungan emosional
Pemicu perubahan cinta menjadi obsesi lainnya adalah adanya ketergantungan emosional. Artinya, individu yang terlalu bergantung secara emosional, seperti menaruh seluruh kebahagian terhadap pasangan sehingga kehilangan otonomi personal akan cenderung menjadi obsesi terhadap pasangannya. Pasalnya, mereka menjadi tidak bisa lepas dari pasangannya.
Baca juga: Posesif dalam Hubungan Romantis: Tanda Cinta atau Bentuk Ketidakamanan Emosional?
Tahap Perubahan Cinta Menjadi Obsesi

Perubahan dari cinta menjadi obsesi umumnya akan melalui beberapa tahap beirkut:
Tahap awal (cinta sehat)
Pada tahap awal perasaan yang terbentuk tentu masih berupa cinta yang sehat. Dimana pada tahap ini hubungan masih penuh kasih, saling mendukung, dan saling menghargai satu sama lain. Hubungan yang terjalin akan cenderung mendatangkan perasaan positif.
Tahap kemunculan kecemasan
Tahap selanjutnya mulai muncul perasaan-perasaan cemas. Bisa berupa rasa takut akan kehilangan, atau munculnya kebutuhan-kebutuhan untuk mengontrol pasangan. Pada tahap ini hubungan sudah mulai tidak nyaman dan dihantui rasa curiga.
Tahap kontrol meningkat
Saat kecemasan mulai berlangsung lama, tahapan akan meningkat pada kontrol yang lebih tinggi. Misalnya dengan membatasi pergaulan pasangan, melarang pasangan melakukan aktivitas tertentu, hingga mengintervensi kebebasan pribadi.
Tahap posesif berlebihan
Jika tidak segera ditangani dengan baik, hubungan tersebut akan masuk pada tahap posesif berlebihan. Pada tahap inilah obsesi sudah sangat besar, dan cinta itu bukan lagi perasaan yang positif. Cinta berubah menjadi dominasi, rasa cemburu, pencurian kebebasan, dan pengawasan yang berlebihan.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai perubahan rasa cinta menjadi obsesi yang berlebihan. Jika kamu mengalami kondisi di atas, atau menjadi korban dari individu yang obsesi. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Akar Psikologis Perilaku Posesif: Antara Rasa Takut Kehilangan dan Kebutuhan Akan Kontrol
Sumber:
Burke, P. J. (2001). Identity processes and social stress. American Sociological Review, 56(6), 836–849.
Feeney, J. A., & Noller, P. (1996). Adult attachment. Sage Publications.
Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2016). Attachment in adulthood: Structure, dynamics, and change (2nd ed.). Guilford Press.
Sharpsteen, D. J., & Kirkpatrick, L. A. (1997). Romantic jealousy and adult romantic attachment. Journal of Personality and Social Psychology, 72(3), 627–640.
White, G. L. (1981). A model of romantic jealousy. Motivation and Emotion, 5(4), 295–310.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



