Deeptalk.co.id – Ternyata, tidak semua orang bisa menjadi korban manipulasi emosional. Para pelaku manipulasi emosional akan memanfaatkan emosi-emosi tertentu untuk bisa memanfaatkan korbannya. Lantas, apa itu manipulasi emosional dan emosi-emosi yang dimanfaatkan oleh para pelaku? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menjadi korban manipulasi emosional, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa yang tepat.
Apa Itu Manipulasi Emosional?
Manipulasi emosional adalah salah satu bentuk pelecehan atau kekerasan emosional. Manipulasi emosional sendiri merupakan upaya yang dilakukan pelaku untuk mengendalikan atau mengontrol emosi orang lain dalam konteks negatif. Para pelaku manipulasi emosional adalah orang-orang yang cerdik dan licik. Mereka memiliki banyak sekali trik-trik manipulatif untuk bisa memperdaya korbannya tanpa sadar.
Dampak paling besar dalam kasus manipulasi emosional ini dirasakan oleh para korban. Bahkan, hanya sebagian kecil pelaku yang ingin berubah dengan mendatangi psikolog. Justru, korban-korban dari pelaku manipulasi emosional ini yang banyak meminta bantuan psikolog untuk masalah mental yang timbul akibat manipulasi emosional.
Walaupun korban sudah berhasil keluar dari hubungan toxic dengan pelaku manipulasi emosional, banyak diantara mereka yang masih merasakan dampaknya. Salah satu dampak yang cukup sering ditemui adalah gangguan stress pasca trauma atau PTSD. Pasalnya, manipulasi emosional sama atau bahkan bisa lebih parah dampaknya dengan bentuk kekerasan fisik yang bisa tampak oleh mata.
Baca juga: Manipulasi Emosional sebagai Bentuk Kekerasan Emosional: Perspektif Klinis
Emosi yang Sering Dimanfaatkan Oleh Pelaku Manipulasi Emosional
Seperti yang sudah dipaparkan pada point sebelumnya, pelaku manipulasi emosional ini adalah sosok yang cerdik, licik, dan manipulatif untuk melancarkan aksinya. Mereka tidak menargetkan sembarang orang, melainkan orang-orang dengan spesifikasi khusus. Pelaku manipulasi emosional ini memanfaatkan beberapa jenis emosi yang ada pada diri manusia. Berikut jenis-jenis emosi yang sering dimanfaatkan oleh pelaku manipulasi emosional:
Rasa bersalah (gulit)
Jenis emosi pertama yang sering dimanfaatkan oleh pelaku manipulasi emosional adalah rasa bersalah atau guilt. Pada dasarnya rasa bersalah merupakan emosi normal yang bisa dimiliki oleh siapa saja. Justru, rasa bersalah ini yang membantu individu memiliki empati terhadap orang lain. Namun, beberapa orang memiliki rasa bersalah yang terlalu besar, bahkan saat tidak melakukan kesalahan sekalipun. Orang-orang semacam inilah yang sering ditargetkan oleh para pelaku manipulasi emosional.
Pelaku manipulasi emosional akan membuat korbannya sangat merasa bersalah dan merasa butuh untuk bertanggung jawab. Bahkan untuk kesalahan yang tidak diperbuat korban, atau kesalahan yang justru diperbuat pelaku. Teknik semacam itu dikenal dengan istilah guilt tripping.
Takut (fear)
Jenis emosi kedua yang sering dimanfaatkan oleh pelaku manipulasi emosional adalah rasa takut atau fear. Pelaku manipulasi emosional sering menargetkan orang-orang dengan rasa takut yang tinggi. Jika memungkinkan mereka justru akan menciptakan situasi mengintimidasi secara halus, maupun terang-terangan. Misalnya dengan ancaman, penolakan, kemarahan, maupun pengabaian.
Malu (shame)
Jenis emosi ketiga yang sering dimanfaatkan oleh pelaku manipulasi emosional adalah rasa malu atau shame. Emosi yang satu ini biasanya ada pada orang-orang yang kurang percaya diri. Hal tersebut sering menjadi incaran para pelaku manipulasi emosional. Jika memungkinkan, pelaku justru akan meningkatkan rasa malu dan membunuh rasa percaya diri korban. Pelaku biasanya menggunakan ejekan, penghinaan, atau membandingkan korban dengan orang lain.
Kasih sayang (love)
Jenis emosi keempat yang sering dimanfaatkan oleh pelaku manipulasi emosional adalah kasih sayang atau love. Emosi yang satu ini sering dimanfaatkan pada hubungan-hubungan asmara. Dimana pelaku akan membuat korban merasa dicintai di awal hubungan, namun mulai mengeluarkan sifat aslinya saat korban sudah bergantung secara emosional. Trik semacam itu dikenal dengan istilah live bombing.
Rasa tanggung jawab (obligation)
Jenis emosi kelima yang sering dimanfaatkan oleh pelaku manipulasi emosional adalah rasa tanggun jawab atau obligation. Emosi yang satu ini berhubungan dengan rasa bersalah. Pelaku manipulasi emosional akan membuat korbannya merasa bersalah dan bertanggung jawab atas setiap kesalahan yang ada. Termasuk kesalahan yang tidak diperbuat.
Simpati (pity)
Jenis emosi keenam yang sering dimanfaatkan oleh pelaku manipulasi emosional adalah simpati atau pity. Pada emosi yang satu ini pelaku akan memposisikan dirinya sebagai korban untuk bisa menarik simpati dari orang lain. Meski berperilaku sebagai korban, pelaku berbuat seperti itu hanya untuk menutupi kekerasan yang dilakukan.
Itu dia penjelasan tentang manipulasi emosional dan emosi yang sering dimanfaatkan oleh pelaku. Jika kamu menjadi salah satu korban manipulasi emosional. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Tanda-Tanda Anda Menjadi Korban Manipulasi Emosional dalam Hubungan
Sumber:
Forward, S. (1997). Emotional Blackmail: When the People in Your Life Use Fear, Obligation, and Guilt to Manipulate You. HarperCollins.
Herman, J. L. (1992). Trauma and Recovery. Basic Books.
Dorahy, M. J., & Clearwater, K. (2012). Shame and guilt in men exposed to childhood sexual abuse: A qualitative investigation. Journal of Child Sexual Abuse, 21(2), 155–175.
Walker, L. E. (1979). The Battered Woman. Harper & Row.
Sarkis, S. (2018). Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People and Break Free. Da Capo Press.
American Psychological Association. (2023). Emotional Abuse. Retrieved from https://www.apa.org
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



