Deeptalk.co.id – Tidak salah jika selama ini kamu berpikir bahwa alzheimer merupakan salah satu penyakit fisik. Pada dasarnya, alzheimer memang merupakan kondisi kerusakan pada bagian otak tertentu, baik itu kerusakan pada fisik otaknya, maupun disfungsi pada bagian otak tersebut. Hal itulah yang pada akhirnya memicu penurunan kemampuan kinerja otak, seperti penurunan kemampuan kognitif, daya ingat, bahasa, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.
Jika alzheimer merupakan penyakit fisik, lantas mengapa kondisi tersebut justru sering menjadi pembahasan di dunia psikologis? Tentu saja jawaban yang tepat adalah, karena kondisi fisik dan mental merupakan dua hal yang saling berkesinambungan satu sama lain. Artinya, kondisi alzheimer ini bisa memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mental atau psikologis bagi penderitanya.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak psikologis, dan bagaimana cara pencegahan alzheimer. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut bersama pada ahli. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Dampak Psikologis Pada Penderita Alzheimer

Walaupun alzheimer merujuk pada kerusakan atau disfungsi pada bagian otak tertentu, namun kenyataannya dampak yang dialami penderita justru banyak pada kondisi psikologisnya. Pasalnya, otak memang organ tubuh yang mengontrol pergerakan manusia. Sehingga, jika terjadi gangguan pada organ tersebut, tentu kondisi psikologis juga akan ikut terseret.
Berikut beberapa dampak psikologis yang umumnya dialami oleh penderita alzheimer:
Penurunan kemampuan kognitif
Kemampuan kognitif merupakan keterampilan otak dalam membantu seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Dari pengertian kemampuan kognitif saja tentu sudah ada gambaran bagaimana kondisi alzheimer ini mengakibatkan penurunan kemampuan kognitif.
Kemampuan kognitif sendiri terdiri dari kemampuan pemrosesan informasi, persepsi, pemahaman, hingga pengambilan keputusan. Artinya, dampak pertama dari alzheimer adalah mengakibatkan seseorang mengalami penurunan kemampuan-kemampuan yang sudah dipaparkan tadi.
Kemampuan kognitif tentu tidak hanya berfungsi dalam pendidikan, maupun pekerjaan seseorang. Melainkan, kemampuan yang satu inilah yang membantu seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Jika kemampuan kognitif terganggu, maka tidak menuntut kemungkinan akan memberikan dampak yang lebih besar, seperti kesulitan bersosialisasi, kebingungan atau kecemasan, depresi, dan masih banyak lagi.
Perubahan perilaku
Tidak hanya memicu penurunan kemampuan kognitif, kondisi alzheimer juga sangat erat kaitannya dengan perubahan perilaku pada penderitanya. Perubahan perilaku dalam hal ini cukup beragam, mulai dari upaya menarik diri dari lingkungan, menjadi lebih sensitif, mudah curiga terhadap orang-orang sekitarnya, susah tidur, dan masih banyak lagi.
Emosi yang tidak stabil
Dampak psikologis pada penderita alzheimer selanjutnya adalah memicu emosi yang tidak stabil. Karena keterbatasan dalam kemampuan kinerja otaknya, penderita alzheimer cenderung sulit untuk memproses informasi yang ada. Hal semacam ini tidak jarang membuat mereka mudah marah akan hal-hal sederhana sekalipun. Misalnya marah karena mencari benda yang tidak juga ditemukan.
Baca juga: Penyebab dan Tahapan Gejala Alzheimer Dari Ringan Hingga Berat
Cara Pencegahan Alzheimer

Alzheimer merupakan kondisi yang bersifat progresif, artinya kondisi tersebut tidak bisa disembuhkan dan akan semakin parah seiring bertambahnya usia. Maka dari itu, alih-alih mendapatkan perawatan, melakukan pencegahan akan lebih baik. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi alzheimer:
Menjaga pola hidup sehat
Membiasakan pola hidup sehat seperti memperhatikan asupan makanan, olahraga secara rutin, dan memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup, akan membantu seseorang terhindar dari penyakit alzheimer. Kamu juga bisa mengkonsumsi vitamin-vitamin otak, menghindari kebiasaan merokok, dan juga berhenti mengkonsumsi alkohol.
Melatih aktivitas otak
Cara selanjutnya untuk terhindar dari penyakit alzheimer adalah dengan terbiasa melatih aktivitas otak. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk melatih otak agar tetap aktif, misalnya dengan membaca buku, mempelajari hal-hal baru, bermain catur, atau bermain alat musik. Terbiasa melatih aktivitas otak akan membantu individu untuk meningkatkan kemampuan otaknya. Dengan demikian, kamu akan terhindar dari penyakit alzheimer.
Aktif secara sosial
Tanpa kita sadari, menjadi aktif secara sosial tidak hanya membuat kita mendapatkan relasi yang luas, melainkan juga bisa membuat kita terhindar dari penyakit alzheimer. Aktif secara sosial dalam hal ini bisa berupa bergabung secara aktif dalam suatu komunitas, bersosialisasi dengan keluarga dan tetangga sekitar, aktif dalam kegiatan disekitar rumah, dan masih banyak lagi.
Itu dia penjelasan singkat mengenai dampak psikologis dan cara pencegahan alzheimer. Walaupun mencegah lebih baik dari pada mengobati, namun dalam beberapa kondisi alzheimer menjadi hal yang tidak bisa terbantahkan. Maka dari itu, jangan ragu untuk mendapatkan penanganan profesional jika kamu menunjukan gejala alzheimer. Dengan penanganan yang tepat, penderita alzheimer bisa memperlambat proses berkembangnya gejala-gejala alzheimer tersebut.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mudah Lupa? Waspada Gejala Awal Alzheimer
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



